“Mereka masing-masing Miftahul I Rahman, 12, dan Fatir Nurrahmat, 12. Keduanya merupakan murid SD Piruko Sitiung 1 Blok A, Piruko, Kecamatan Sitiung,” ungkap Analis Kebencanaan Kedarutan BPBD Kabupaten Dharmasraya, Ardianus Effendi.
Ia mengatakan, kedua korban ditemukan tidak jauh dari titik nol tempat korban mandi-mandi dan korban di temukan sekitar pukul 08.00 atau sekitar 2,5 jam setelah peristiwa.
Usai ditemukan morban langsung di bawa ke rumah duka untuk disemayamkan.
Dia mengatakan, informasi dari masyarakat tentang ada dua warga yang hanyut di Sungai Batanghari tersebut. Bersama enam orang personal dirinya langsung terjun ke lokasi. Akhirnya korban ditemukan namun dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Kronologis peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.30 anak-anak berjumlah sekitar 13 orang pergi mandi ke sungai Batanghari di Jorong Sitiung Koto Nagari Sitiung Kecamatan Sitiung.
Sampai di lokasi ke dua korban bersama dengan teman-temannya langsung mandi-mandi. Namun kedua korban tiba-tiba hanyut dan kemudian tenggelam di sekitar lokasi. Teman-temannya yang lain tidak berani menolong disebabkan kedalaman air sekitar 10 meter.
Selanjutnya, teman-teman korban minta tolong sama warga di sekitar sungai. Mendengar ada yang tenggelam, warga langsung membantu dengan perlengkapan seadanya.
Kemudian anak tersebut ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia. Satu orang sempat dilarikan ke puskesmas namun tidak tertolong dan juga meninggal dunia.
Dijelaskan Ardianus Effendi, berdasarkan keterangan yang dikumpulkan di lapangan, dua korban ini bersama teman-temannya setelah melakukan Shalat Subuh diduga mandi-mandi di Sungai Batanghari. (ita) Editor : Novitri Selvia