Sebagian besar jenisnya mengandung kafein, zat yang dapat meningkatkan suasana hati, metabolisme, serta performa mental dan fisik.
Pada umumnya, kafein aman dikonsumsi dalam jumlah rendah hingga sedang, tetapi asupan yang berlebihan dapat menyebabkan efek samping yang tidak menyenangkan hingga berbahaya.
Dilansir dari laman Healthline pada Senin (20/1/2025), terdapat beberapa efek samping yang mungkin terjadi akibat konsumsi kafein berlebihan, berikut uraiannya.
- Kecemasan
Kafein dapat meningkatkan kewaspadaan dengan memblokir adenosin, zat kimia di otak yang menyebabkan rasa kantuk, sekaligus merangsang pelepasan hormon adrenalin.
Namun, pada dosis tinggi, efek ini dapat memicu kecemasan dan kegelisahan. Jika kamu sering merasa gugup atau gelisah setelah mengonsumsi kafein, pertimbangkan untuk mengurangi asupannya.
- Insomnia
Kafein dapat membuat seseorang tetap terjaga, tetapi konsumsi berlebihan dapat mengganggu kualitas tidur.
Studi menunjukkan bahwa asupan kafein yang tinggi dapat memperpanjang waktu untuk tertidur dan mengurangi durasi tidur.
Untuk tidur yang lebih baik, perhatikan jumlah dan waktu konsumsi kafein.
- Gangguan Pencernaan
Kopi sering dianggap membantu melancarkan buang air besar. Namun, konsumsi kafein berlebih dapat menyebabkan diare atau gangguan pencernaan lainnya.
Jika kamu mengalami masalah ini, cobalah untuk kurangi asupan kafein atau ganti dengan teh.
- Kerusakan Otot
Rhabdomyolysis, kondisi serius dengan serat otot yang rusak masuk ke aliran darah, dapat disebabkan oleh konsumsi kafein yang sangat tinggi, meskipun jarang terjadi.
- Tekanan Darah Tinggi
Kafein dapat meningkatkan tekanan darah sementara, terutama pada orang yang jarang mengonsumsinya.
Jika kamu memiliki riwayat tekanan darah tinggi, perhatikan dosis kafeinmu.
- Ketergantungan
Kafein dapat memicu ketergantungan psikologis atau fisik, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar secara rutin.
Meskipun tidak menyebabkan kecanduan serius seperti narkoba, kamu mungkin merasa sulit berhenti mengonsumsinya.
- Detak Jantung Cepat
Asupan kafein yang tinggi dapat menyebabkan detak jantung meningkat atau ritme jantung yang tidak teratur.
Jika kamu merasakan perubahan pada detak jantung setelah mengonsumsi kafein, segera kurangi asupannya.
- Kelelahan
Meskipun kafein dapat meningkatkan energi, efek ini bersifat sementara. Setelah efek kafein hilang, kamu mungkin merasa lebih lelah dari biasanya.
Untuk menghindari kelelahan ini, konsumsi kafein dalam jumlah sedang.
Untuk mendapatkan manfaat kafein tanpa efek samping, lakukan evaluasi terhadap pola tidur, energi, dan faktor lainnya.
Jika diperlukan, kurangi konsumsi kafein untuk menjaga keseimbangan tubuh. (*)
Editor : Hendra Efison