Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

8 Kesalahan Parenting yang Membuat Anak Menjauh Secara Emosional, Jangan Sampai Terjadi!

Suci Kurnia Putri • Jumat, 21 Februari 2025 | 10:53 WIB

(Canva.com/dimasberlinphotos)
(Canva.com/dimasberlinphotos)
PADEK.JAWAPOS.COM — Menjadi orang tua adalah perjalanan panjang yang penuh tantangan. Tanpa disadari, ada beberapa kebiasaan yang bisa membuat anak menjauh secara emosional.

Jika ini terjadi, komunikasi menjadi sulit, anak cenderung menutup diri, dan hubungan keluarga pun terganggu.

Dikutip dari laman Bible Scripture pada Jumat (21/2/25), berikut adalah delapan kesalahan umum dalam parenting yang bisa menyebabkan anak menjauh secara emosional.

1. Terlalu Mengontrol Anak

Naluri melindungi anak memang alami, tapi jika berlebihan, justru bisa membuat anak merasa dikekang. Mengatur setiap aspek kehidupannya tanpa memberi ruang untuk belajar dari kesalahan bisa membuat anak merasa tidak dipercaya.

Solusinya? Beri anak kebebasan yang terarah. Biarkan mereka mengambil keputusan kecil agar mereka belajar bertanggung jawab atas pilihan mereka sendiri.

2. Mengabaikan Kebutuhan Emosional Anak

Saat anak bercerita tentang perasaannya, jangan langsung menyepelekan. Kalimat seperti "Ah, itu cuma masalah kecil, besok juga lupa" bisa membuat anak merasa tidak didengar.

Coba dengarkan tanpa menghakimi. Validasi emosinya dengan mengatakan "Aku paham kamu sedang sedih. Ceritakan lebih lanjut, Ayah atau Ibu mau dengar."

3. Kurangnya Waktu Berkualitas Bersama Anak

Rutinitas yang padat sering membuat interaksi dengan anak hanya sekadar rutinitas, tanpa benar-benar terkoneksi.

Padahal, anak yang sering menghabiskan waktu berkualitas dengan orang tuanya memiliki rasa aman emosional yang lebih kuat. Tidak perlu aktivitas mahal, cukup makan malam bersama sambil berbincang atau bermain bersama di rumah.

4. Kritik yang Terlalu Kasar

Anak-anak sensitif terhadap ucapan orang tua. Kritik yang terlalu keras bisa merusak kepercayaan diri mereka. Misalnya, mengatakan "Kamu memang malas, makanya nilaimu jelek!" bisa membuat anak merasa tidak dihargai.

Gantilah dengan kritik yang membangun, seperti "Ibu tahu kamu bisa lebih baik. Yuk, cari tahu apa yang bisa diperbaiki supaya hasilnya lebih bagus."

5. Jarang Mengungkapkan Kasih Sayang

Jangan menganggap anak sudah tahu bahwa kamu mencintainya. Kata "Aku sayang kamu" mungkin terdengar sederhana, tapi dampaknya luar biasa.

Selain kata-kata, kasih sayang juga bisa ditunjukkan melalui pelukan, perhatian, dan tindakan kecil seperti menanyakan bagaimana harinya.

6. Menetapkan Ekspektasi yang Tidak Realistis

Menuntut anak selalu sempurna bisa membuatnya merasa hanya dihargai saat berprestasi.

Sebagai orang tua, penting untuk menyeimbangkan antara dorongan untuk maju dan penerimaan tanpa syarat. Biarkan anak tahu bahwa kegagalan adalah bagian dari proses belajar, dan mereka tetap dicintai apa pun yang terjadi.

7. Mengabaikan Perasaan Anak

Ucapan seperti "Laki-laki kok nangis?" atau "Masa gitu aja takut?" bisa membuat anak merasa emosinya tidak valid.

Sebaliknya, ajarkan anak bahwa semua emosi itu normal dan boleh diekspresikan. Ini akan membantu mereka mengembangkan kecerdasan emosional dan hubungan yang lebih sehat dengan orang lain.

8. Tidak Menunjukkan Kerentanan sebagai Orang Tua

Sebagai orang tua, terkadang kita ingin terlihat selalu kuat dan sempurna. Namun, justru dengan menunjukkan bahwa kita juga bisa berbuat salah, anak akan belajar bahwa tidak apa-apa menjadi manusia yang tidak sempurna.

Misalnya, jika kamu pernah membentak anak karena lelah, akui kesalahanmu dan katakan, "Maaf ya tadi Mama atau Papa terburu-buru marah. Aku akan coba lebih sabar lain kali." Ini akan mengajarkan anak untuk terbuka dan jujur dengan perasaannya juga.

Kesalahan dalam parenting itu wajar, tapi yang terpenting adalah kesadaran untuk memperbaikinya. Mulailah dengan lebih banyak mendengarkan, memberikan apresiasi, dan menunjukkan kasih sayang secara konsisten. (*)

Editor : Hendra Efison
#Ini Membuat Anak Menjauh Secara Emosional #Jangan Sampai Terjadi #Kesalahan Parenting