Kebiasaan ini ternyata tidak hanya terjadi padamu saja. Banyak orang melakukan hal serupa tanpa menyadari alasannya.
Di balik kebiasaan mondar-mandir saat menelepon, ternyata terdapat penjelasan unik dari sisi psikologi, neurosains, hingga kebiasaan manusia secara alamiah.
Dikutip dari laman DMNews pada Minggu (3/8/25), berikut adalah tujuh alasan unik kenapa kita sering tidak bisa diam saat menelepon.
1. Otak Lebih Fokus Saat Tubuh Bergerak
Saat kita berbicara, apalagi dalam percakapan yang serius atau emosional, otak bekerja lebih keras untuk memproses informasi.
Gerakan seperti berjalan bisa membantu meningkatkan aliran darah ke otak, yang membuat pikiran jadi lebih jernih dan fokus. Maka tak heran, banyak orang tanpa sadar berjalan ketika menelepon untuk membantu otaknya tetap on.
2. Melepas Kecemasan dan Ketegangan
Percakapan melalui telepon, terutama yang bersifat penting atau emosional, bisa memicu rasa cemas. Mondar-mandir adalah bentuk coping mechanism (mekanisme penyesuaian diri) yang bersifat alami untuk mengurangi ketegangan.
Gerakan kecil ini bisa membantu tubuh menyalurkan kegugupan secara tidak langsung.
3. Kebiasaan yang Tertanam Sejak Dulu
Sejak kecil, banyak dari kita diajarkan untuk jangan diam saat berkomunikasi, terutama dalam situasi yang penuh energi atau tekanan.
Akhirnya, otak mengasosiasikan aktivitas bicara dengan gerak. Maka, ketika tidak ada gestur lain saat menelepon, tubuh memilih untuk bergerak: jalan.
4. Menciptakan Rasa Aman dan Nyaman
Berjalan bolak-balik dalam ruang tertutup menciptakan zona nyaman pribadi. Hal ini membantu kita merasa lebih berada di tempat sendiri, sehingga percakapan terasa lebih santai.
Dalam ruang yang kita kenal, tubuh merasa lebih bebas berekspresi, termasuk dalam bentuk gerakan fisik.
5. Mengimbangi Kurangnya Komunikasi Visual
Berbeda dengan percakapan tatap muka, menelepon menghilangkan unsur ekspresi wajah dan bahasa tubuh lawan bicara.
Untuk mengimbangi kekosongan itu, tubuh kita mulai menggantikan bahasa non-verbal dengan gerakan lain, seperti berjalan, memainkan tangan, atau menggoyangkan tubuh.
6. Aktivasi Otak Kanan dan Kiri Secara Seimbang
Berjalan kaki sambil menelepon memungkinkan kerja simultan antara otak kanan (emosi dan kreativitas) dan otak kiri (logika dan bahasa).
Ini memberi efek keseimbangan kognitif, sehingga pembicaraan terasa lebih lancar dan ekspresif.
7. Dorongan Alamiah untuk Menyibukkan Diri
Tubuh manusia secara alami tidak suka menganggur. Saat hanya mengandalkan suara dan tidak ada visual, otak mencari cara lain untuk tetap aktif.
Bergerak adalah solusi paling mudah dan alami untuk menciptakan sensasi produktif.
Kebiasaan mondar-mandir saat menelepon bukanlah hal aneh, justru menjadi refleksi alami tubuh dalam merespons kebutuhan otak akan kenyamanan, fokus, dan ekspresi.
Jadi, lain kali kamu ditegur karena berjalan terus saat teleponan, kamu sudah tahu: itu bagian dari kerja otak yang luar biasa. (*)
Editor : Hendra Efison