Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Mengenal Distance, Band Shoegaze Asal Padang: Rilis Dua Single, Siap Garap Album Perdana

Adetio Purtama • Sabtu, 25 April 2026 | 10:46 WIB
(DOKUMENTASI DISTANCE)
(DOKUMENTASI DISTANCE)

Skena musik independen di Sumatera Barat kembali diramaikan dengan kehadiran band alternatif beraliran shoegaze, Distance. Band yang terbentuk pada awal 2024 ini digawangi oleh tiga personel, yakni Tures (gitar/vokal), Rayya (drum), dan Snow (bass). Seperti apa perjalanannya?

Laporan ADETIO PURTAMA, Padang--

Awalnya, Tures dan Rayya berencana menghidupkan kembali band lama mereka bernama Incident yang mengusung genre alternative rock. Namun, seiring waktu, keduanya bersama Snow memilih untuk memulai lembaran baru dengan membentuk band berbeda yang mengeksplorasi warna musik yang lebih luas.

Keputusan tersebut sekaligus menandai berakhirnya Incident dan lahirnya Distance.
Meski nama “Distance” yang berarti “jarak” dalam bahasa Indonesia tidak memiliki makna filosofis khusus, band ini memiliki visi yang cukup jelas dalam bermusik. Mereka mengusung perpaduan genre seperti shoegaze, alternative rock, nu-gaze, hingga grunge-gaze sebagai identitas utama.

Baca Juga: Jalan Nyaman dan Setara Penyandang Disabilitas Mengakses PTN, Menerabas Batas untuk Kehidupan lebih Baik

Pilihan genre tersebut bukan tanpa alasan. Di tengah minimnya band shoegaze di Sumatera Barat, Distance hadir dengan misi memperkenalkan warna musik ini kepada khalayak yang lebih luas. Mereka melihat peluang untuk mengisi ruang kosong dalam skena musik lokal yang selama ini belum banyak dieksplorasi.

Dalam perjalanan bermusik, Distance mengaku terinspirasi oleh berbagai band dan solois internasional seperti Whirr, Chlorine, Blossom, Rehash, hingga Sadness. Pengaruh tersebut membentuk karakter musik mereka yang kental dengan nuansa atmosferik dan emosional.

Sejak berdiri, band ini telah merilis dua single berjudul Dive Into You dan Whisper. Lagu Whisper sendiri terinspirasi dari pengalaman pribadi Tures yang mengalami kesulitan tidur di malam hari, yang kemudian dituangkan dalam bentuk lirik dan aransemen musik yang melankolis.

Baca Juga: Si Jago Merah Amuk Kandang Sapi di Kuranji Padang, 3 Armada Damkar Diterjunkan

Tidak hanya aktif di studio, Distance juga mulai menapaki panggung pertunjukan. Salah satu momen yang paling berkesan bagi mereka adalah ketika tampil sepanggung dengan band asal ibu kota, Perunggu, dalam sebuah acara musik. Pengalaman tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan awal mereka.

Namun, perjalanan sebagai band independen tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu kendala yang dihadapi adalah dalam hal distribusi karya dan publikasi, khususnya saat harus mengirimkan press release ke berbagai media, baik lokal maupun nasional.

Di sisi lain, mereka menilai dukungan terhadap band lokal masih perlu ditingkatkan, baik dari segi pendengar maupun pelaku industri. Menurut mereka, kemudahan akses informasi seharusnya dapat dimanfaatkan untuk lebih mengenal dan mendukung musisi lokal.

Baca Juga: Perkuat Kapasitas UMKM, Mahasiswa Dapat Pengalaman

Terkait rilisan fisik, Distance juga menilai bahwa membeli karya fisik tetap relevan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap musisi. Selain itu, mereka melihat sebagian gigs di Sumatera Barat sudah mulai berpihak kepada musisi, meski dinamika dalam skena masih beragam.

Dalam upaya memperluas jangkauan, band ini terus membangun relasi dan aktif menyebarkan karya mereka ke berbagai platform dan media. Mereka berharap skena musik di Padang dapat berkembang lebih pesat dan mampu bersanding dengan musisi dari kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Ke depan, Distance menargetkan untuk merilis album penuh pada tahun 2026. Proyek ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam perjalanan mereka serta memperkuat eksistensi di kancah musik independen.

Baca Juga: Warga Temukan Kerangka Manusia di Sawah

“Semoga skena musik di Padang bisa semakin terlihat dan berkembang, serta mampu bersanding dengan musisi besar lainnya,” ujar mereka. (*)

Editor : Adetio Purtama
#Distance #band shoegaze #musisi #album perdana #band padang