Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Four Excellent: Band Rock yang Tumbuh Bersama Persahabatan-Kreativitas

Adetio Purtama • Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:42 WIB

Para personel band rock asal Sumbar, Four Excellent.
Para personel band rock asal Sumbar, Four Excellent.
Di balik setiap lagu yang menghentak dan lirik yang mengena, selalu ada cerita panjang tentang persahabatan, eksperimentasi musikal, dan kerja keras para musisi. Four Excellent, band rock asal Sumatera Barat, adalah salah satu contoh nyata bagaimana ruang lingkup pertemanan bisa melahirkan karya musik yang orisinal, sekaligus membentuk identitas musik sendiri.

Laporan ADETIO PURTAMA, Padang—

Menurut drummer band, Muhammad Ayub (Khap), awal terbentuknya Four Excellent bermula dari lingkaran pertemanan di kampus. Band ini pertama kali lahir dengan nama IV Excellent pada akhir tahun 2020, sebelum akhirnya pada 2025 mengubah namanya menjadi Four Excellent.

“Four Excellent adalah band yang terbentuk dari ruang lingkup pertemanan di kampus. Nama awal kami IV Excellent, kemudian pada 2025 kami memutuskan untuk menamakannya Four Excellent,” ujar Ayub kepada Padang Ekspres.

Dari Black Metal ke Rock: Formasi dan Awal Perjalanan

Formasi awal Four Excellent terdiri dari empat personel: Rofi (Fly) sebagai gitaris, Gilang (Sams) sebagai vokalis, Ayub (Khap) sebagai drummer, dan Wido (Adek) sebagai bassist. Awalnya, dua orang sekawan membentuk band dengan konsep black metal, namun pertemuan tak sengaja dengan Sams, yang memiliki karakter vokal unik, membuat mereka beralih ke aliran rock.

“Kami memilih rock karena karakter vokal Sams memang cocok dengan aliran ini. Selain itu, rock memberi ruang untuk mengekspresikan ide dari tiap personel yang memiliki latar belakang musik berbeda-beda,” kata Ayub.

Setelah sempat vakum pada 2023–2024, Four Excellent kembali aktif dengan personel baru yang memberi warna unik pada band. Formasi terbaru mencakup Rofi (Fly) – gitaris, Gilang (Sams)–vokalis, Ayub (Khap)–drummer, Dimas–keyboardis, dan Billa–bassist.

Arti Nama dan Filosofi

Nama Four Excellent bukan sekadar branding. Meski tidak memiliki makna khusus, nama ini lahir dari spontanitas Sams. “Nama itu doa, mending kita pakai nama yang baik-baik aja,” ujar Sams. Four/IV melambangkan empat personel awal, sedangkan Excellent adalah doa agar mereka terhindar dari kecacatan dalam bermusik maupun kehidupan sosial.

Four Excellent mengusung genre rock dan hard rock, meski awalnya bereksperimen dengan rock n’ roll dan stoner rock. Beberapa referensi utama mereka antara lain The Sigit, Avenged Sevenfold, Three Days Grace, White Swan, dan 30 Seconds to Mars.

“Secara tidak sadar, musik yang kami konsumsi memengaruhi karya kami. Namun, kami ingin mengeksplorasi rock versi kami sendiri agar terdengar otentik,” jelas Ayub.

Baca Juga: BPJPH Alokasikan 32.601 Sertifikat Halal Gratis untuk UMK Sumbar, Rampung Oktober 2026

Diskografi dan Karya

Sejak terbentuk, Four Excellent merilis EP The Better (2022) berisi enam track: The Better, Lost My Way, Entertainer Clown, Only Dreams, One New Move, dan Happy Someday. EP ini berhasil masuk playlist resmi Spotify Cadas Bergema.

Selain itu, band ini merilis beberapa single, seperti No Mercy (2023), Mr. Sams (2025), My Life (2025), Sign of Truth (2025), Friksi (2025), dan Niskala (2025). Mayoritas lagu lahir dari pengalaman pribadi personel, meski beberapa berasal dari curhatan orang terdekat yang kemudian diolah menjadi karya musik.

Tantangan Berkarya di Sumatera Barat

Menjadi musisi di Sumbar memiliki tantangan tersendiri. Menurut Ayub, karya mereka kerap hanya dinikmati oleh kalangan tertentu karena event musik dengan tema keras jarang digelar. Selain itu, perilisan musik secara DIY di awal perjalanan juga cukup rumit.

“Panggung yang paling berkesan adalah saat kami tampil di Padang pada 2023. Kami line-up pertama pukul 16:00 WIB dan hanya disaksikan oleh tiga penonton. Pengalaman itu lumayan menggoyahkan kami, tapi juga menguatkan semangat untuk terus berkarya,” kata Ayub.

Era Digital dan Rilisan Fisik

Four Excellent memandang platform digital sebagai wadah efektif untuk memperluas jangkauan pendengar. Menurut Ayub, tantangannya adalah agar musik mereka tidak tenggelam dalam jutaan rilisan setiap bulan.

“Rilisan fisik seperti kaset atau vinyl memang tidak lagi efektif, tapi tetap menjadi kebanggaan. Beberapa penggemar masih menunggu rilisan fisik sebagai collectible item,” tambahnya.

Four Excellent saat manggung di salah satu iven beberapa waktu lalu.
Four Excellent saat manggung di salah satu iven beberapa waktu lalu.

Skena Musik dan Harapan

Meski skena musik di Sumbar sudah cukup baik, Four Excellent melihat masih ada kekurangan, seperti minimnya kolaborasi antar-musisi, jarangnya eksplorasi bahan, dan branding yang kurang.

“Agar musisi Sumbar tembus pasar nasional, dibutuhkan karya yang bagus, pemahaman media sosial, serta branding yang kuat dan mudah diingat,” ujar Ayub.

Four Excellent berharap skena musik Sumbar semakin solid, tanpa membeda-bedakan genre, domisili, atau latar belakang musik. Dengan kondisi yang mendukung, musik lokal bisa lebih dikenal di luar daerah.

Proyek ke Depan: “A Parade of Doom”

Saat ini Four Excellent tengah menyiapkan album penuh berisi 12 track yang mereka beri tajuk A Parade of Doom. Album ini diharapkan menjadi tonggak penting bagi band untuk menegaskan identitas musik mereka sekaligus memperluas pengaruh di kancah musik nasional.

Dengan perpaduan persahabatan, eksplorasi musikal, dan pengelolaan digital yang matang, Four Excellent menunjukkan bahwa musik rock Sumbar memiliki potensi besar untuk bersinar dan dikenal lebih luas. (*)

Editor : Adetio Purtama
#Four Excellent #kreativitas #musisi #band rock #persahabatan #sumbar #padang