PADEK.JAWAPO.COM-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Riau kemarin (3/11). Salah satu yang diamankan adalah Gubernur Riau Abdul Wahid.
Mengutip JawaPos.com (grup Padang Ekspres) kemarin (3/11), Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto mengatakan, pihak-pihak yang diamankan tengah menjalani pemeriksaan intensif. “Salah satunya Gubernur Riau Abdul Wahid,” kata Fitroh saat dikonfirmasi.
Terpisah, juru bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan, sebanyak sepuluh orang diamankan dalam OTT tersebut.
Dia membenarkan kalau salah satu yang diamankan dalam operasi senyap itu merupakan penyelenggara negara. “Benar, ada kegiatan tangkap tangan yang KPK lakukan di wilayah Provinsi Riau,” ucap Budi.
Meski demikian, Budi masih enggan mengungkapkan secara detail siapa saja yang ditangkap dalam OTT tersebut. Juga, barang bukti apa saja yang disita.
“Tim masih di lapangan dan masih terus berprogres, jadi nanti kami akan terus memperbarui perkembangannya,” katanya.
Sampai dengan pukul 19.30 tadi malam, belum ada keterangan resmi terkait kasus tersebut. Namun, diduga kuat berkaitan dengan operasi yang juga menjerat pejabat di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Riau.
Wahid baru menjabat gubernur sembilan bulan lalu. Sebelumnya, ia merupakan legislator di DPR pada periode 2019–2024. Sebelumnya lagi, politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu adalah anggota DPRD Riau selama dua periode, yaitu pada 2009–2019.
Terpisah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengklarifikasi bahwa Gubernur Riau Abdul Wahid tidak termasuk dalam OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Hal ini ditegaskan Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau Teza Darsa.
Dia menegaskan, Gubernur Riau hanya dimintai keterangan dalam kasus OTT tersebut. “Pak Gubernur hanya dimintai keterangan atau kasus OTT terhadap salah satu kepala UPT di Dinas PUPR,” katanya.
Teza menegaskan, Pemprov Riau mendukung penuh upaya penegakan hukum yang dilakukan KPK, untuk Riau lebih baik ke depannya dan sama-sama menunggu keterangan resmi dari KPK.
Informasi adanya OTT yang dilakukan KPK itu membuat masyarakat Riau heboh. Hal ini juga menarik perhatian Ustadz Abdul Somad (UAS).
Dalam video yang diterima, UAS menyampaikan bahwa berita yang benar adalah kegiatan OTT tersebut menjaring Kepala Dinas PUPR Riau bersama dengan seorang Kepala UPT. Sementara itu, Gubri Abdul Wahid hanya dimintai keterangan.
Kantor dan Kediaman Sepi
Di sisi lain, Kantor Gubernur dan Rumah Dinas Gubernur Abdul Wahid tampak sepi setelah ramainya informasi OTT KPK tersebut.
Pantauan di Kantor Gubernur Riau, Jalan Sudirman, aktivitas di lingkungan kantor tampak lengang. Hanya terlihat beberapa petugas keamanan yang berjaga di pos depan.
Sedangkan pada meja resepsionis hanya ditunggu satu orang. “Hari ini Pak Gubernur tidak tampak di kantor,” ujar salah seorang petugas yang berjaga, kemarin malam.
Diketahui kegiatan Gubernur Riau pada Senin (3/11) bertempat di Kediaman Gubernur Riau atau Gedung Daerah, Jalan Diponegoro, Kota Pekanbaru. Ada sejumlah tempat kegiatan di sana seperti Balai Serindit, Gedung Pauh Janggi, dan Ruang Rapat Kediaman Gubernur Riau.
Kegiatan pertama gubernur kemarin, apel bersama dalam peringatan hari jadi Satuan Polisi Pamong Praja. Selanjutnya di ruang rapat kediaman gubernur Abdul Wahid memimpin rapat tentang pengelolaan sampah menjadi energi listrik.
Dalam kesempatan itu Abdul Wahid rapat bersama Wali Kota Pekanbaru dan Bupati Siak Afni Zulkifli. Akan tetapi usai adanya informasi OTT itu, suasana sepi juga terlihat di Kediaman atau Komplek Rumah Dinas Gubernur Riau.
Di sana juga hanya tampak dua petugas Satuan Polisi Pamong Praja yang berjaga di pos samping masuk ke kediaman. Padahal, jika pada hari-hari sebelumnya banyak aktivitas dilingkungan kediaman tersebut. (sol/jpc/ttg/ant)
Editor : Novitri Selvia