Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kemenhub Prediksi Puncak Arus Natal 21 Desember, Penumpang Nataru Diproyeksi Tembus 5 Juta

Novitri Selvia • Senin, 17 November 2025 | 13:14 WIB

TERSIBUK: Pesawat Garuda Indonesia bersiap melayani penerbangan di Bandara Soekarno- Hatta, Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu.
TERSIBUK: Pesawat Garuda Indonesia bersiap melayani penerbangan di Bandara Soekarno- Hatta, Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu.

PADEK.JAWAPOS.COM-Jelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi puncak arus keberangkatan Natal diperkirakan terjadi pada 21 Desember 2025. Sedangkan arus balik terbesar akan terjadi pada 3 Januari hingga 4 Januari 2026.

Ditjen Hubud juga menyebut bahwa posko pemantauan akan dibuka mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 di Kantor Pusat Kemenhub. Posko tersebut memantau kegiatan di 257 bandara seluruh Indonesia.

“Kami memperkirakan jumlah penumpang naik sekitar 7 persen dibandingkan tahun lalu, dengan total lebih dari 5 juta penumpang untuk rute domestik dan internasional,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F Laisa dalam keterangan resmi.

Untuk periode Nataru 2025, jumlah penumpang domestik diprediksi mencapai 3,89 juta orang atau naik 5 persen, sedangkan internasional sekitar 1,15 juta orang atau naik 11 persen.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Ditjen Hubud memproyeksikan kebutuhan 326 pesawat yang terdiri dari 286 pesawat jet dan 40 pesawat propeller.

“Saat ini, total armada pesawat udara di Indonesia mencapai 560 unit, dengan 366 pesawat siap beroperasi dan 194 dalam perawatan. Maskapai dengan jumlah armada terbanyak antara lain Lion Air mencapai 97 unit, Wings Air dengan 77 unit, dan Garuda Indonesia mencapai 81 unit,” ujarnya.

Bandara tersibuk diprediksi meliputi Soekarno-Hatta (Tangerang) dan Ngurah Rai (Denpasar).

“Juga, Sultan Hasanuddin (Makassar), Kualanamu (Medan), dan Juanda (Surabaya). Untuk rute internasional, pergerakan tertinggi akan terjadi dari dan menuju Singapura dan Kuala Lumpur,” urainya.

Dia juga menekankan pentingnya kesiapan seluruh operator penerbangan dan bandara dalam menjaga keselamatan, keamanan, serta pelayanan penumpang.

“Kami sudah menyiapkan contingency plan dan pedoman bandara siaga bencana untuk menghadapi kondisi darurat,” katanya menegaskan.

Pemerintah bersama operator penerbangan juga memberikan berbagai insentif untuk menekan tarif tiket pesawat selama periode Nataru, termasuk diskon PPN tiket ekonomi, pengurangan biaya layanan bandara, dan penurunan harga avtur di 37 bandara.

“Diskon tarif berlaku untuk pembelian tiket pada 22 Oktober 2025 hingga 10 Januari 2026 dan periode penerbangan 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Semoga ini menjadi kado terbaik bagi para penumpang di musim liburan kali ini,” harapnya. (idr/ttg/jpg/ant)

Editor : Novitri Selvia
#Lukman F Laisa #nataru #Bandara Siaga Bencana #Puncak Arus Natal