Usulan tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI, Rabu (14/1/2026).
Mentan Amran menjelaskan bahwa kebutuhan anggaran tersebut diarahkan untuk pemulihan menyeluruh di seluruh lokasi terdampak.
KementanBaca Juga: Kementan Groundbreaking Rehabilitasi Sawah Terdampak Bencana di Tiga Provinsi pada 15 Januari 2026
Ia menegaskan bahwa sejumlah program prioritas untuk menjaga keberlanjutan pertanian tetap harus berjalan bersamaan dengan upaya pemulihan.
“Kebutuhan ini berasal dari pemulihan sektor pertanian di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang harus dilakukan secara menyeluruh di seluruh lokasi terdampak,” kata Mentan Amran.
Fokus Pemulihan dengan Tambahan Rp5,1 Triliun
Tambahan anggaran Rp5,1 triliun mencakup beberapa program pemulihan utama. Rehabilitasi tambahan lahan sawah dialokasikan sebesar Rp3,4 triliun. Selain itu, rehabilitasi kawasan perkebunan memerlukan Rp456,4 miliar dan bantuan benih hortikultura membutuhkan Rp19,1 miliar.
Selanjutnya, kebutuhan pakan ternak diperkirakan mencapai Rp262,8 miliar. Penyediaan sarana dan prasarana pertanian memerlukan Rp674,7 miliar, sedangkan rehabilitasi bangunan dan sarana penunjang lainnya membutuhkan Rp291 miliar.
Menurut Mentan Amran, dukungan Komisi IV DPR RI diperlukan agar pemulihan dapat berjalan lebih cepat.
Pada kesempatan tersebut, ia memohon dukungan atas usulan tersebut. “Kami memohon dukungan pimpinan dan anggota Komisi IV DPR RI untuk mendukung alokasi tambahan anggaran dalam rangka mempercepat pemulihan pasca bencana,” ujarnya.
Alokasi APBN 2026 Senilai Rp1,49 Triliun
Sebelum usulan anggaran tambahan, Kementan telah menyiapkan Rp1,49 triliun dari APBN 2026 untuk langkah awal pemulihan.
Anggaran tersebut terdiri dari rehabilitasi lahan sawah ringan, sedang, dan irigasi sebesar Rp736,21 miliar, bantuan benih tanaman pangan Rp68,6 miliar, rehabilitasi kawasan perkebunan Rp50,46 miliar, serta penyediaan alsintan, pupuk, dan pestisida senilai Rp641,25 miliar.
Bantuan ini diprioritaskan untuk wilayah terdampak, terutama lahan sawah rusak ringan dan sedang. Untuk sawah rusak berat, pemulihan memerlukan sinergi dengan Kementerian ATR/BPN dan Kementerian PUPR terkait penataan ruang serta perbaikan jaringan irigasi.
Di luar anggaran pemerintah, bantuan kemanusiaan dari Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Peduli telah terkumpul sebesar Rp75 miliar. Bantuan tersebut disalurkan dalam tiga tahap melalui kerja sama dengan TNI AL, TNI AU, TNI AD, dan Polri.(*)
Dampak Bencana Hidrometeorologi di Aceh, Sumut dan Sumbar
1. Dampak pada Lahan Sawah (Total: 107.324 hektare)
-
56.077 hektare rusak ringan
-
22.152 hektare rusak sedang
-
29.095 hektare rusak berat
-
44,6 ribu hektare lahan padi dan jagung mengalami puso (gagal panen)
2. Dampak pada Perkebunan & Hortikultura
-
29.310 hektare perkebunan non-sawit terdampak (kopi, kakao, kelapa dalam)
-
1.803 hektare lahan hortikultura rusak
3. Dampak pada Peternakan
-
Lebih dari 820.000 ekor ternak mati atau hilang
4. Kerusakan Infrastruktur Pertanian
-
58 unit Rumah Potong Hewan (RPH) rusak
-
2.300 unit alat mesin pertanian (alsintan) hilang
-
74 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) rusak
-
3 bendungan rusak
-
152 kilometer jaringan irigasi rusak
-
820 unit jalan produksi terdampak.