Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kementan Tambah Anggaran Rp5,1 Triliun untuk Pemulihan Sawah hingga Peternakan Pasca Bencana Sumatera

Heri Sugiarto • Rabu, 14 Januari 2026 | 17:05 WIB

Ribuan hektare sawah di Kota Padang terancam kekeringan akibat banjir bandang pada Jumat (28/11/2025) lalu.
Ribuan hektare sawah di Kota Padang terancam kekeringan akibat banjir bandang pada Jumat (28/11/2025) lalu.
PADEK.JAWAPOS.COM-Kementerian Pertanian (Kementan) mengusulkan tambahan anggaran Rp5,1 triliun untuk mempercepat pemulihan sektor pertanian di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pasca bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025.

Usulan tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI, Rabu (14/1/2026).

Mentan Amran menjelaskan bahwa kebutuhan anggaran tersebut diarahkan untuk pemulihan menyeluruh di seluruh lokasi terdampak.

KementanBaca Juga: Kementan Groundbreaking Rehabilitasi Sawah Terdampak Bencana di Tiga Provinsi pada 15 Januari 2026

Ia menegaskan bahwa sejumlah program prioritas untuk menjaga keberlanjutan pertanian tetap harus berjalan bersamaan dengan upaya pemulihan.

“Kebutuhan ini berasal dari pemulihan sektor pertanian di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang harus dilakukan secara menyeluruh di seluruh lokasi terdampak,” kata Mentan Amran.

Fokus Pemulihan dengan Tambahan Rp5,1 Triliun

Tambahan anggaran Rp5,1 triliun mencakup beberapa program pemulihan utama. Rehabilitasi tambahan lahan sawah dialokasikan sebesar Rp3,4 triliun. Selain itu, rehabilitasi kawasan perkebunan memerlukan Rp456,4 miliar dan bantuan benih hortikultura membutuhkan Rp19,1 miliar.

Selanjutnya, kebutuhan pakan ternak diperkirakan mencapai Rp262,8 miliar. Penyediaan sarana dan prasarana pertanian memerlukan Rp674,7 miliar, sedangkan rehabilitasi bangunan dan sarana penunjang lainnya membutuhkan Rp291 miliar.

Menurut Mentan Amran, dukungan Komisi IV DPR RI diperlukan agar pemulihan dapat berjalan lebih cepat.

Pada kesempatan tersebut, ia memohon dukungan atas usulan tersebut. “Kami memohon dukungan pimpinan dan anggota Komisi IV DPR RI untuk mendukung alokasi tambahan anggaran dalam rangka mempercepat pemulihan pasca bencana,” ujarnya.

Alokasi APBN 2026 Senilai Rp1,49 Triliun

Sebelum usulan anggaran tambahan, Kementan telah menyiapkan Rp1,49 triliun dari APBN 2026 untuk langkah awal pemulihan.

Anggaran tersebut terdiri dari rehabilitasi lahan sawah ringan, sedang, dan irigasi sebesar Rp736,21 miliar, bantuan benih tanaman pangan Rp68,6 miliar, rehabilitasi kawasan perkebunan Rp50,46 miliar, serta penyediaan alsintan, pupuk, dan pestisida senilai Rp641,25 miliar.

Bantuan ini diprioritaskan untuk wilayah terdampak, terutama lahan sawah rusak ringan dan sedang. Untuk sawah rusak berat, pemulihan memerlukan sinergi dengan Kementerian ATR/BPN dan Kementerian PUPR terkait penataan ruang serta perbaikan jaringan irigasi.

Di luar anggaran pemerintah, bantuan kemanusiaan dari Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Peduli telah terkumpul sebesar Rp75 miliar. Bantuan tersebut disalurkan dalam tiga tahap melalui kerja sama dengan TNI AL, TNI AU, TNI AD, dan Polri.(*)

Dampak Bencana Hidrometeorologi di Aceh, Sumut dan Sumbar

1. Dampak pada Lahan Sawah (Total: 107.324 hektare)

2. Dampak pada Perkebunan & Hortikultura

3. Dampak pada Peternakan

4. Kerusakan Infrastruktur Pertanian

Editor : Heri Sugiarto
#anggaran pertanian #rehabilitasi sawah bencana #andi amran sulaiman #Rehabilitasi sawah #Kementan 2026 #sumbar #sumut #lahan pertanian rusak #aceh