Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Menteri PU dan Hutama Karya Percepat Pembangunan Kawasan Terdampak Bencana di Sumatera Barat

Heri Sugiarto • Rabu, 4 Februari 2026 | 09:37 WIB

Menteri PU Dody Hanggodo meninjau penanganan longsor dan pemulihan akses di Lembah Anai, Sumatera Barat.(Foto: Humas)
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau penanganan longsor dan pemulihan akses di Lembah Anai, Sumatera Barat.(Foto: Humas)
PADEK.JAWAPOS.COM-Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan komitmen percepatan pemulihan infrastruktur pada kawasan terdampak banjir dan longsor di Sumatera Barat.

Bersama PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), Dody meninjau langsung pembangunan jembatan dan perbaikan jalur strategis yang rusak akibat bencana 27 November 2025.

Jembatan Aur Subarang di Malalak dan sejumlah ruas di Lembah Anai termasuk yang paling terdampak. Dua jembatan di Malalak sebelumnya putus dan menghambat aktivitas warga.

Menurut Dody, kondisi tersebut membuat masyarakat terpaksa menyeberangi sungai untuk ke sekolah maupun ke pasar.

Usai peninjauan pertama, ia meminta Balai setempat mempercepat penyediaan jembatan bailey sebagai solusi darurat. Satu jembatan bailey kini telah berfungsi, sementara satu lainnya masih dalam pengerjaan.

Dody menjelaskan bahwa jembatan permanen membutuhkan kajian teknis lebih mendalam karena keterbatasan lahan, kedekatan dengan kawasan cagar budaya, serta risiko longsoran batu dari tebing sungai.

Desain jembatan tengah difinalisasi, termasuk opsi integrasi fungsi sabo untuk pengendalian material longsoran.

Selama peninjauan tiga hari sejak 28 hingga 30 Januari, Menteri Dody menekankan bahwa percepatan pemulihan harus beriringan dengan persiapan masyarakat menyambut Ramadhan.

Pemerintah memprioritaskan kelancaran arus logistik, air bersih, serta ketersediaan sarana ibadah. Ia menyebut pembangunan jembatan bailey diperlukan agar akses masyarakat tidak terputus menjelang periode penting tersebut.

Kementerian PU juga mendorong program padat karya di seluruh wilayah terdampak sejak 12 Desember untuk menjaga perekonomian warga.

Pada sektor pertanian, perbaikan jaringan irigasi dipercepat sesuai lokasi yang telah memasuki musim tanam.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Pertanian, sebagian lahan yang terdampak endapan lumpur justru kembali dapat digunakan.

Setelah meninjau Malalak, Menteri PU melanjutkan pengecekan ke Lembah Anai, kawasan yang dikenal rawan galodo, longsor, dan lahar dingin.

Jalan nasional Padang–Bukittinggi di kawasan tersebut telah dua kali putus sepanjang 2025 akibat bencana.

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penyediaan jalur alternatif sehingga Dody menyiapkan pembangunan jalan tol Sicincin–Bukittinggi sebagai solusi jangka panjang.

Menurut Dody, jalan nasional di Lembah Anai telah berfungsi secara terbatas sejak Desember. Perbaikan permanen ditargetkan selesai Juli sehingga jalur dapat kembali beroperasi 24 jam.

Menjelang Ramadhan dan arus mudik, pemerintah memastikan akses dibuka penuh mulai H-7 hingga H+7 Lebaran.

Pembangunan tol Sicincin–Bukittinggi yang dirancang melintasi terowongan sepanjang sekitar 3,5 kilometer sedang difinalisasi desainnya.

Seluruh pekerjaan akan disinkronkan agar tidak mengganggu perbaikan jalan nasional.

Dody menambahkan bahwa penguatan tebing menjadi prioritas penanganan karena kondisi geografis Lembah Anai yang rawan longsor.

Ia menginstruksikan agar seluruh tebing bermasalah ditangani menyeluruh menggunakan metode yang sesuai karakter lahan.

Direktur Operasi III HKI, Aditya Novendra Jaya, menyampaikan bahwa HKI menangani beberapa proyek utama di Sumatera Barat, termasuk penanganan bencana di Lembah Anai dan Malalak, pekerjaan di Sitinjau Lauik, serta lanjutan pembangunan Jalan Tol Padang–Sicincin.

Penanganan bencana diprioritaskan agar segera dimanfaatkan masyarakat, dengan estimasi penyelesaian sekitar satu tahun.

Di Malalak, HKI akan membangun empat jembatan permanen serta melakukan penguatan lereng menggunakan soil nailing, shotcrete, bronjong, dan sheet pile.

Target penyelesaian adalah Juli 2026, namun sesuai instruksi Menteri PU, konektivitas dua arah akan dibuka lebih awal untuk menghadapi arus mudik Lebaran.

Di Lembah Anai, HKI menargetkan pembukaan penuh dua arah selama 24 jam sepanjang Ramadan. Pekerjaan masih menggunakan sistem buka-tutup karena keterbatasan ruang kerja dan penempatan alat berat.

Aditya menyebut kondisi cuaca menjadi tantangan, namun progres tetap sesuai rencana dengan target selesai Juli 2026.

Untuk keselamatan kerja, HKI menerapkan early warning system guna memberikan peringatan dini jika debit air meningkat.

Waktu jeda 20 hingga 30 menit sejak aliran air dari hulu muncul dimanfaatkan untuk menyelamatkan alat dan memastikan keamanan pekerja.

Aditya menjelaskan bahwa desain penanganan di Lembah Anai didasarkan pada analisis curah hujan periode ulang 100 tahun. Infrastruktur dibangun agar lebih tahan terhadap potensi galodo dan bencana dengan parameter sesuai standar teknis. (idr/oni/jpg)

Editor : Heri Sugiarto
#Dody Hanggodo #Pemulihan Pascabencana #Menteri PU #Jembatan Malalak #bencana sumbar #lembah anai