Cabai merah menjadi komoditas yang paling mencolok kenaikannya. Harga kini menembus Rp60 ribu per kilogram, naik Rp10 ribu dari sebelumnya Rp50 ribu per kilogram dalam hitungan hari.
Meski terjadi kenaikan signifikan, antrean pembeli tetap terlihat di lapak cabai. Permintaan yang meningkat tajam menjelang Ramadhan membuat aktivitas tawar-menawar berlangsung tanpa henti sepanjang pagi.
Kenaikan juga terjadi pada cabai giling. Dari harga sebelumnya Rp30 ribu per kilogram, kini dijual Rp40 ribu per kilogram seiring meningkatnya kebutuhan memasak untuk sahur dan berbuka.
Komoditas bawang turut mengalami penyesuaian harga. Bawang merah naik dari Rp40 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram, sedangkan bawang putih bergerak dari Rp30 ribu menjadi Rp33 ribu per kilogram.
Salah seorang pedagang sayur, Opitriani, mengatakan kenaikan harga sudah terasa sejak beberapa hari terakhir. Namun puncak lonjakan permintaan memang terjadi pada H-1 Ramadhan ketika masyarakat berbelanja dalam jumlah lebih besar dari biasanya.
Ia menjelaskan pasokan cabai masih tersedia, tetapi volumenya tidak sebanyak hari normal karena faktor cuaca dan tingginya permintaan serentak di berbagai daerah yang memengaruhi distribusi. Kondisi ini mendorong harga di tingkat agen naik dan berdampak langsung pada harga jual pedagang.
“Setiap mau puasa memang begini. Pembeli ramai, permintaan tinggi. Dari agen harga juga sudah naik, jadi kami menyesuaikan,” ujarnya.
Selain cabai dan bawang, sayuran pelengkap juga ikut mengalami penyesuaian harga. Daun bawang dan seledri kini dijual Rp15 ribu per kilogram, meski kenaikannya tidak terlalu besar.
Salah seorang pembeli, Yulia Sari (30), mengaku tetap berbelanja meski harga naik karena kebutuhan dapur menjelang Ramadhan tidak bisa ditunda. Ia memilih membeli secukupnya dan lebih selektif agar pengeluaran tetap terkendali.
“Mau tidak mau tetap beli. Untuk puasa pasti masak lebih sering. Takutnya kalau ditunda malah tambah mahal,” katanya.
Pedagang memperkirakan harga cabai dan bawang masih bertahan tinggi hingga awal Ramadhan karena permintaan belum menunjukkan penurunan. Namun mereka optimistis harga akan berangsur stabil setelah pola belanja masyarakat kembali normal.
Fenomena kenaikan harga menjelang bulan puasa disebut sebagai pola tahunan akibat lonjakan permintaan dalam waktu singkat, sementara pasokan tidak selalu meningkat signifikan. Kondisi ini membuat harga bergerak naik hampir setiap menjelang Ramadhan.(*)
Editor : Hendra Efison