Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Diplomasi Ekonomi Prabowo Sukses: 53 Komoditas Pertanian Indonesia Kini Tarif 0% di Pasar AS

Heri Sugiarto • Sabtu, 21 Februari 2026 | 15:32 WIB

Presiden Prabowo Subianto menandatangani kesepakatan dagang Indonesia-AS, membuka akses 53 komoditas pertanian tarif 0 persen ke pasar Amerika Serikat.(Foto: BPMI Setpres)
Presiden Prabowo Subianto menandatangani kesepakatan dagang Indonesia-AS, membuka akses 53 komoditas pertanian tarif 0 persen ke pasar Amerika Serikat.(Foto: BPMI Setpres)
PADEK.JAWAPOS.COM-Diplomasi ekonomi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto membuahkan hasil nyata bagi sektor pertanian nasional. Melalui kesepakatan dagang resiprokal Indonesia–Amerika Serikat, sebanyak 173 pos tarif (HS Code) yang mencakup 53 kelompok komoditas pertanian resmi dibebaskan dari bea masuk menjadi 0 persen di pasar Amerika Serikat.

Langkah strategis ini membuka akses lebih luas bagi produk pertanian Indonesia untuk menembus pasar global sekaligus memperkuat daya saing komoditas unggulan di tengah persaingan perdagangan internasional.

Kesepakatan ini merupakan bagian dari Agreements on Reciprocal Trade (ART), yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, sebagai upaya memperkuat kemitraan ekonomi kedua negara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, terdapat 1.819 pos tarif produk Indonesia, baik sektor pertanian maupun industri, yang dibebaskan dari bea masuk ke pasar AS.

"Dalam ART ini ada 1.819 pos tarif produk Indonesia, baik itu pertanian maupun industri, antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang, yang tarifnya adalah 0%," tegas Airlangga, Jumat (20/2/2026).

Dari sektor pertanian, komoditas yang memperoleh fasilitas tarif 0 persen meliputi buah tropis seperti pisang, nanas, mangga, durian, dan pepaya; kopi dengan enam pos tarif; teh hijau dan teh hitam; serta aneka rempah strategis seperti lada, pala, cengkeh, kayu manis, kapulaga, jahe, dan kunyit.

Selain itu, kakao dan turunannya, minyak sawit, palm kernel oil, serta buah dan inti kelapa sawit juga termasuk dalam daftar bebas tarif.

Produk olahan buah, tepung dan pati berbasis singkong dan sagu, hingga pupuk mineral berbasis kalium juga mendapat fasilitas yang sama.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, keberhasilan ini merupakan hasil negosiasi strategis yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Pembebasan tarif pada puluhan komoditas pertanian ini benar-benar hasil negosiasi yang berpihak pada petani kita. Produk pertanian kita bisa masuk pasar global dengan akses yang lebih adil dan kompetitif,” ujarnya.

Menurut Mentan Amran, akses tarif nol persen ke pasar Amerika Serikat akan meningkatkan daya saing komoditas Indonesia secara signifikan.

“Dengan tarif nol persen, produk kita punya ruang bersaing yang lebih besar. Dari sisi harga jadi lebih kompetitif. Ini peluang bagus untuk meningkatkan ekspor dan membuka pasar lebih luas bagi petani dan pelaku usaha,” tambahnya.

Kementerian Pertanian juga akan memastikan kualitas produk, pemenuhan standar, dan kesinambungan pasokan agar peluang ekspor dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Sebelumnya, dalam Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Indonesia dan Amerika Serikat menandatangani sejumlah Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat implementasi kesepakatan dagang resiprokal tersebut.

Dengan dibebaskannya 173 pos tarif sektor pertanian menjadi 0 persen, pemerintah optimistis ekspor komoditas unggulan nasional akan meningkat seiring daya saing harga produk Indonesia di pasar Amerika Serikat.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#amran sulaiman #komoditas pertanian #Daya Saing Produk #Presiden Prabowo #ekspor #Tarif Nol Persen #pasar as