Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dua Helikopter Angkatan Laut Jepang Bertabrakan dan Jatuh di Samudera Pasifik, 1 Tewas, 7 Hilang

Heri Sugiarto • Minggu, 21 April 2024 | 19:05 WIB
Sebuah kapal Pasukan Bela Diri Maritim Jepang melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di lokasi dua helikopter JMSDF jatuh ke laut. (Foto: Reuters)
Sebuah kapal Pasukan Bela Diri Maritim Jepang melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di lokasi dua helikopter JMSDF jatuh ke laut. (Foto: Reuters)
PADEK.JAWAPOS.COM-
Dua helikopter Angkatan Laut Jepang (JMSDF) yang membawa delapan awak dilaporkan jatuh di Samudera Pasifik selatan Tokyo dalam latihan anti-kapal selam, Sabtu malam (20/4/2024). Diduga kedua helikopter tersebut bertabrakan sebelum jatuh.

Satu orang awak yang berhasil diselamatkan dari lautan dinyatakan meninggal dunia, sementara tim SAR masih mencari tujuh awak lainnya yang hilang.

Menteri Pertahanan Jepang Minoru Kihara mengatakan kedua helikopter SH-60K tersebut masing-masing membawa empat awak dan kehilangan kontak di dekat Pulau Torishima, sekitar 595 kilometer selatan Tokyo, pada Sabtu malam.

"Penyebab kecelakaan belum diketahui secara pasti, namun para pejabat menduga kuat kedua helikopter tersebut sangt mungkin bertabrakan sebelum jatuh ke laut," ujar Kihara kepada wartawan seperti dilansir dari Dailymail.

Akibat kecelakaan ini, Kementerian Pertahanan Jepang untuk sementara waktu menghentikan semua latihan penerbangan untuk helikopter SH-60.

Kepala Staf Angkatan Laut Jepang Laksamana Ryo Sakai mengatakan latihan tersebut ditunda hingga penyebab kecelakaan ditentukan dan langkah-langkah pencegahan diterapkan.

Tim SAR menemukan alat perekam data penerbangan, baling-baling dari masing-masing helikopter, dan serpihan yang diyakini berasal dari kedua helikopter di area yang sama. Ini menjadi indikasi bahwa kedua SH-60K tersebut sedang terbang berdekatan saat kecelakaan terjadi.

Untuk itu, akan dilakukan analisis data penerbangan untuk mengetahui penyebab kecelakaan.

Upaya pencarian dan penyelamatan awak yang hilang diperluas pada hari Minggu (21/4/2024). Sebanyak 12 kapal perang dan tujuh pesawat udara dikerahkan bersama oleh MSDF dan Pasukan Bela Diri Udara Jepang (JASDF).

Patroli kapal dan pesawat udara dari Penjaga Pantai Jepang juga turut bergabung dalam operasi pencarian.

Helikopter multi-misi bermesin ganda yang dikembangkan oleh Sikorsky dan dikenal sebagai Seahawks, dimodifikasi dan diproduksi di Jepang oleh Mitsubishi Heavy Industries.

"Saat kejadian, mereka sedang dalam latihan anti-kapal selam malam hari," jelas Kihara.

Satu helikopter kehilangan kontak pada pukul 10.38 malam waktu setempat dan mengirimkan sinyal darurat otomatis semenit kemudian. Keduanya kehilangan kontak sekitar 270 kilometer sebelah timur Pulau Torishima.

Hanya satu panggilan darurat yang terdengar -indikasi lain bahwa kedua helikopter berada di dekat tempat yang sama, karena sinyal mereka menggunakan frekuensi yang sama dan tidak dapat dibedakan.

Satu helikopter berasal dari pangkalan udara di Nagasaki, dan yang lainnya dari pangkalan di prefektur Tokushima. 

Televisi publik Jepang NHK mengatakan tidak ada peringatan cuaca yang dikeluarkan di daerah tersebut saat kecelakaan terjadi pada Sabtu.

Helikopter SH-60K biasanya dikerahkan pada kapal perusak untuk peperangan anti-kapal selam, tetapi juga digunakan untuk pencarian dan penyelamatan serta misi lainnya. Jepang memiliki sekitar 70 helikopter modifikasi tersebut.

Latihan pada hari Sabtu hanya melibatkan Angkatan Laut Jepang dan bukan bagian dari latihan multinasional. Pejabat pertahanan mengatakan tidak ada pesawat atau kapal perang asing yang terlihat di daerah tersebut.(dym)

Editor : Heri Sugiarto
#helikopter angkatan laut jepang #Ryo Sakai #nagasaki #samudera pasifik #helikopter jatuh #Seahawks #Tokushima #Mitsubishi Heavy Industries #Pasukan Bela Diri Udara Jepang #Minoru Kihara