Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Badai Matahari G4 Diperkirakan Ganggu Jaringan Komunikasi, Listrik dan Satelit

Heri Sugiarto • Jumat, 10 Mei 2024 | 17:43 WIB

Lontaran massa korona (CME) matahari. Dalam foto, CME dari matahari, ditangkap oleh satelit Solar Dynamics Observatory NASA pada 17 Juni 2015. (Foto: NASA/ Dailymail)
Lontaran massa korona (CME) matahari. Dalam foto, CME dari matahari, ditangkap oleh satelit Solar Dynamics Observatory NASA pada 17 Juni 2015. (Foto: NASA/ Dailymail)
PADEK.JAWAPOS.COM-Badai matahari yang luar biasa kuatnya diperkirakan akan terjadi di luar angkasa pada hari Jumat pekan ini.

Matahari kembali menunjukkan aktivitasnya yang kuat dengan serangkaian semburan api dan lontaran massa koronal (CME) sejak 8 Mei.

Hal itu mendorong Pusat Prediksi Cuaca Luar Angkasa (SWPC) NOAA Amerika Serikat untuk mengeluarkan Peringatan Badai Geomagnetik G4 pada Jumat malam, 10 Mei.

Kondisi badai geomagnetik ini diprediksikan akan terus berlanjut hingga akhir pekan akibat potensi badai matahari lanjutan.

Aktivitas matahari yang tinggi ini dipicu oleh gugusan bintik matahari besar yang telah menghasilkan beberapa semburan api matahari sedang hingga kuat sejak Rabu lalu.

Setidaknya lima semburan api dikaitkan dengan CME yang mengarah ke bumi. "Para ahli SWPC akan terus memantau situasi dengan cermat menggunakan observasi NOAA dan aset luar angkasa NASA," tulis SWPC NOAA dalam rilisnya.

Badai matahari atau badai geomagnetik adalah gangguan besar pada magnetosfer bumi, wilayah di sekitar bumi yang dikendalikan oleh medan magnet planet. Sering kali disebabkan oleh lontaran massa korona (CME).

CME adalah ledakan plasma dan medan magnet dari Matahari yang dapat menyebabkan badai geomagnetik ketika menghantam bumi.

Badai geomagnetik dapat berdampak pada infrastruktur di orbit dekat bumi dan di permukaan Bumi, sehingga berpotensi mengganggu komunikasi, jaringan tenaga listrik, navigasi, operasi radio dan satelit. 

"SWPC telah memberi tahu operator sistem terkait agar mereka dapat mengambil tindakan pencegahan," bunyi peringatan SWPC NOAA.

Di sisi lain, badai geomagnetik juga dapat menghasilkan fenomena aurora yang spektakuler.

"Badai geomagnetik kali ini diprediksikan cukup kuat untuk memicu aurora yang terlihat hingga ke selatan Alabama dan California Utara," kata badan Amerika Serikat itu.

Sementara itu, seperti dilansir dari Dailymail, peringatan badai matahari kuat tersebut pertama kali dikeluarkan Pusat Prediksi Cuaca Luar Angkasa sejak 20 Januari 2005, ketika bumi dilanda radiasi tertinggi dalam setengah abad. Badai G5 tahun 2004 memicu pemadaman listrik di Swedia dan merusak trafo listrik di Afrika Selatan.

Para ilmuwan juga memperingatkan bahwa badai ini dapat mengganggu internet bagi sebagian orang.

NOAA meningkatkan Peringatan Badai Geomagnetik dari Moderat ke Gawat untuk Jumat hingga Minggu (12/5/2024).

Semburan api matahari dapat merusak satelit dan menimbulkan kerugian finansial yang sangat besar. Partikel bermuatan juga dapat mengancam maskapai penerbangan karena mengganggu medan magnet bumi

Meskipun berbahaya, astronot pada misi berawak yang mengorbit rendah relatif aman dari badai matahari. Namun, paparan partikel selama aktivitas di luar angkasa perlu diwaspadai.(*)

Dampak Buruk Badai Matahari:
  • Kerusakan Satelit: Semburan matahari dapat merusak satelit dan menimbulkan kerugian finansial besar.
  • Gangguan Pesawat: Partikel bermuatan dapat mengganggu medan magnet Bumi, sehingga berisiko bagi penerbangan.
  • Gangguan Listrik: Semburan matahari yang sangat besar dapat menimbulkan arus pada jaringan listrik dan memutus suplai energi.
  • Badai Geomagnetik dan Aurora: Lontaran massa korona yang menghantam Bumi menyebabkan badai geomagnetik dan aurora yang lebih kuat.
  • Disrupsi Komunikasi: Badai ini dapat mengganggu gelombang radio, koordinat GPS, dan membebani sistem listrik.
  • Kerusakan Infrastruktur Listrik: Aliran energi besar dapat mengalir ke jaringan listrik tegangan tinggi dan merusak transformator secara permanen, berpotensi menyebabkan pemadaman listrik di berbagai wilayah.
Editor : Heri Sugiarto
#NOAA #dampak badai matahari #amerika serikat #badai matahari