Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Badai Boris dan Banjir Bandang di Eropa: Lima Warga Tewas, Black Hawk Dikerahkan

Heri Sugiarto • Minggu, 15 September 2024 | 18:45 WIB

Foto udara yang diambil pada 15 September 2024 ini memperlihatkan pemandangan pusat kota yang banjir di Glucholazy, Polandia selatan. (Foto: Sergei Gapon/AFP)
Foto udara yang diambil pada 15 September 2024 ini memperlihatkan pemandangan pusat kota yang banjir di Glucholazy, Polandia selatan. (Foto: Sergei Gapon/AFP)
PADEK.JAWAPOS.COM-Badai Boris menewaskan lima orang tewas di Polandia dan Rumania serta ratusan orang dievakuasi dan banyak lainnya terjebak, Minggu (15/9).

Badai Boris membawa hujan deras yang memicu banjir bandang melanda wilayah Eropa Tengah dan Timur.

Hujan lebat mulai turun sejak Jumat (13/9), ketika sistem tekanan rendah bergerak lambat dan diperkirakan akan bertahan selama beberapa hari.

Dalam 24 jam terakhir, Badai Boris telah membawa curah hujan setara dengan jumlah hujan satu bulan di berbagai wilayah Polandia, Rumania, Austria, Republik Ceko, dan Hungaria, disertai angin kencang.

Rumania menjadi negara yang paling terdampak, dengan empat jenazah, tiga di antaranya wanita dan satu pria, ditemukan di wilayah tersebut.

Banjir mempengaruhi 19 lokasi di delapan wilayah di Rumania, sementara angin kencang menumbangkan puluhan pohon, merusak mobil, dan menutup jalan serta lalu lintas.

Wilayah tenggara Rumania, khususnya Galati, terkena dampak paling parah dengan setidaknya 700 rumah terendam banjir dan ratusan orang terjebak.

"Ini adalah bencana dengan skala besar," kata Emil Dragomir, wali kota Desa Slobozia Conachi seperti dilansir dari The Independent.

Presiden Rumania, Klaus Iohannis, pada Sabtu (14/9), mengakui bahwa negaranya tengah berjuang menghadapi dampak dari krisis iklim yang semakin meningkat.

"Kami kembali menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin sering terjadi di Benua Eropa, dengan konsekuensi yang dramatis," katanya.

Otoritas Rumania mencatat bahwa curah hujan dalam 24 jam terakhir adalah yang tertinggi dalam 100 tahun terakhir.

Sebuah helikopter Black Hawk telah dikerahkan ke wilayah Galati untuk membantu misi pencarian dan penyelamatan.

Sementara itu, di Polandia dan Republik Ceko, sungai-sungai meluap, membanjiri berbagai wilayah.

Di Polandia, seorang tewas akibat tenggelam di Kabupaten Klodzko, wilayah barat daya negara tersebut, sementara 1.600 orang dievakuasi.

Beberapa kota mengalami banjir parah setelah sungai-sungai mencapai level tertinggi dalam sejarah akibat hujan yang terus-menerus.

"Situasinya sangat dramatis, terutama di Kabupaten Klodzko," ujar Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, pada Minggu (15/9), setelah bertemu dengan tim manajemen krisis di kota Klodzko.

Di Polandia bagian selatan, pemerintah mengeluarkan perintah evakuasi untuk rumah-rumah di Glucholazy, sebuah kota bersejarah dekat perbatasan Ceko, setelah Sungai Biala Glicholaska naik dua meter pada Sabtu malam (14/9).

Menteri Dalam Negeri Polandia, Tomasz Siemoniak, mengatakan kepada TVN24 bahwa pihaknya akan berfokus pada ancaman yang mungkin terjadi dalam beberapa jam ke depan. Pihaknya telah menerima ratusan laporan kejadian bencana.

Di Krakow, kota terbesar kedua di Polandia, warga diberikan karung pasir untuk melindungi rumah mereka dari banjir.

Sementara itu, lebih dari 100.000 petugas pemadam kebakaran dikerahkan di Republik Ceko, dengan hampir 2.900 laporan kejadian yang masuk pada Jumat (13/9).

Sebagian besar terkait dengan pohon tumbang dan banjir. Hampir 50.000 rumah mengalami pemadaman listrik akibat badai ini.

Badai Boris diperkirakan masih akan berlangsung, dengan hujan deras dan angin kencang terus mengancam wilayah Eropa Tengah dan Timur.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#rumania #hujan deras #bencana di eropa #longsor di eropa #Eropa Tengah #korban banjir dan longsor #Badai Boris #polandia