Gunung Etna kembali meletus pada tanggal 13 Februari 2025. Letusan terjadi dari kawah Bocca Nuova yang terletak di bagian timur Gunung Etna.
Letusan Gunung Etna memuntahkan lava dan abu yang mencapai ketinggian hingga 10 kilometer di udara. Letusan ini merupakan salah satu yang paling kuat dalam beberapa tahun terakhir, dengan lava dan abu yang menyembur hingga lereng gunung.
Gunung Etna dengan ketinggian lebih dari 11.000 kaki (3.400 meter) dikenal karena aktivitas vulkaniknya yang sering terjadi.
Namun, letusan terakhir ini sangat dahsyat, dengan aliran lava yang meluas hingga lebih dari 1,2 mil (2 kilometer) menuruni lereng.
Ketika letusan terjadi, menimbulkan gelombang kejut ke seluruh pulau, terutama di wilayah Catania, di mana penduduk terkejut dan lari dari rutinitas harian.
Peringatan telah dikeluarkan sebelumnya saat gempa 5,1 skala Richter melanda Kepulauan Aeolian pada 7 Februari, dan pada tanggal 10 Februari, aktivitas seismik meningkat di dekat kota kuno Linguaglossa, yang terletak di lereng utara gunung berapi tersebut.
Bandara Catania di Sisilia ditutup akibat aliran lahar merah panas yang dimuntahkan dari gunung meletus. Penerbangan menuju dan dari Catania ditangguhkan hingga pukul 06.00 pagi.
Kode warna penerbangan ditingkatkan dari oranye ke merah, yang merupakan tingkat peringatan tertinggi, untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik terhadap penerbangan.
Abu vulkanik dapat mempengaruhi kualitas udara dan kesehatan penduduk setempat, sehingga pihak berwenang terus memantau kondisi terkini.
Penduduk di sekitar Gunung Etna telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari dampak letusan. Hingga saat ini, tidak dilaporkan adanya korban luka atau kerusakan serius akibat letusan.
Institut Nasional Geofisika dan Vulkanologi Italia (INGV) terus memantau aktivitas vulkanik Gunung Etna dengan menggunakan perangkat canggih dan kamera pengawas.
Departemen Perlindungan Sipil Italia telah menempatkan tim darurat dalam keadaan siaga tinggi untuk menghadapi gangguan vulkanik lebih lanjut. Penduduk setempat harus membersihkan abu vulkanik yang menutupi jalan-jalan, rumah, dan mobil mereka.
Gunung Etna adalah salah satu gunung berapi paling aktif di dunia dengan sejarah letusan yang paling sering terdokumentasi.
Meskipun letusan ini tidak menyebabkan kerusakan serius, pihak berwenang tetap berhati-hati dan memantau aktivitas vulkaniknya dengan ketat untuk menjaga keselamatan masyarakat sekitar. (*)
Editor : Adetio Purtama