Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Penangkapan Rodrigo Duterte Picu Demo Besar di Filipina, Senat Gelar Investigasi

Heri Sugiarto • Selasa, 18 Maret 2025 | 14:23 WIB

Para pendukung Duterte berunjuk rasa meminta pemerintah Marcos untuk memulangkan mantan presiden Rodrigo Duterte. (Foto oleh Jire Carreon/Rappler)
Para pendukung Duterte berunjuk rasa meminta pemerintah Marcos untuk memulangkan mantan presiden Rodrigo Duterte. (Foto oleh Jire Carreon/Rappler)
PADEK.JAWAPOS.COM-Penangkapan dan pemindahan mantan Presiden Rodrigo Duterte ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) telah memicu demonstrasi besar di berbagai wilayah Filipina.

Kejadian ini juga memperburuk ketegangan politik menjelang pemilu paruh waktu pada Mei 2025.

Senat Filipina kini melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah proses hukum telah dijalankan dengan benar.

Sementara itu, hubungan antara keluarga Marcos dan Duterte semakin memburuk, memperlihatkan dinamika politik yang semakin kompleks di negara tersebut.

Gelombang Demonstrasi Dukung Duterte

Ribuan pendukung Duterte turun ke jalan setelah penangkapannya pada 11 Maret di Bandara Manila.

Duterte dituduh bertanggung jawab atas ribuan pembunuhan dalam perang melawan narkoba yang ia jalankan selama menjabat dari 2016 hingga 2022.

Pada Minggu (16/3), ribuan orang berkumpul di Manila dalam unjuk rasa yang diselenggarakan oleh partai pendukung Duterte dan kelompok lainnya.

Para demonstran menuntut pemerintah segera memulangkan Duterte karena menganggap penangkapannya tidak adil.

Mereka berpendapat bahwa kebijakan Duterte dalam pemberantasan narkoba telah meningkatkan keamanan di Filipina.

Seorang peserta aksi yang hadir bersama suaminya mengungkapkan, "Apa yang terjadi saat ini benar-benar keterlaluan."

Ia mengkritik langkah ICC sebagai bentuk penindasan politik, penyalahgunaan kekuasaan, serta pengabaian terhadap proses hukum.

Selain di Manila, demonstrasi serupa juga digelar di 18 lokasi lain di seluruh Filipina.

Kehadiran pasukan khusus kepolisian di lokasi unjuk rasa di Manila menunjukkan bahwa pemerintahan Presiden Ferdinand Marcos Jr. tetap waspada terhadap eskalasi situasi.

Senat Selidiki Proses Hukum Penangkapan Duterte

Penangkapan Duterte semakin memanaskan situasi politik Filipina.

Senat Filipina mengumumkan akan melakukan penyelidikan mendalam atas proses hukum yang dijalankan dalam penangkapan dan pemindahan mantan presiden tersebut ke ICC.

Senator Imee Marcos, yang juga kakak Presiden Marcos Jr. dan Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat, menegaskan bahwa investigasi ini bertujuan memastikan apakah prosedur hukum telah diikuti dan hak-hak Duterte tetap dilindungi.

"Kedaulatan dan proses hukum kita harus tetap menjadi prioritas utama," ujar Imee Marcos pada Senin (17/3), seperti dilansir dari Al Jazeera.

Dia juga mengakui bahwa kasus ini telah memecah belah bangsa.

Senat telah menjadwalkan sidang publik pada Kamis (21/3). Polisi dan pejabat pemerintah akan dimintai keterangan terkait kasus ini.

Hubungan Marcos-Duterte Memanas

Rodrigo Duterte kini menjadi mantan kepala negara Asia pertama yang didakwa ICC atas kejahatan terhadap kemanusiaan, termasuk dugaan pembunuhan dalam perang melawan narkoba.

Sebelumnya, keluarga Marcos dan Duterte sempat beraliansi pada Pemilu 2022, yang membuat Ferdinand Marcos Jr. terpilih sebagai presiden dan Sara Duterte sebagai wakil presiden.

Namun, hubungan kedua keluarga kini memburuk.

Bahkan, keluarga Duterte menyerukan pemakzulan Marcos Jr. di tengah ketegangan politik yang semakin meningkat.

Di sisi lain, Sara Duterte juga menghadapi pemakzulan atas dugaan korupsi serta tuduhan rencana pembunuhan terhadap Marcos Jr.

Duterte Ditangkap atas Perintah Marcos Jr.

Rodrigo Duterte ditangkap atas perintah langsung Presiden Marcos Jr. pada 11 Maret dan langsung diserahkan ke ICC.

Pemerintah Filipina mengklaim bahwa langkah ini dilakukan untuk mematuhi permintaan Interpol, meskipun Duterte sebelumnya telah menarik Filipina dari keanggotaan ICC pada 2019.

Penangkapan ini semakin memperuncing persaingan politik di Filipina, terutama menjelang pemilu 12 Mei mendatang.

Senator Imee Marcos, yang mencalonkan diri kembali, mengkritik keras langkah penangkapan Duterte dan memperingatkan bahwa tindakan ini dapat menimbulkan gejolak lebih lanjut.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#presiden filipina #rodrigo duterte #perang narkoba #ICC #demonstrasi dukung duterte #investigasi penangkapan duterte #Senat Filipina #pemilu filipina