Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Trump Capai Kerangka Kesepakatan Soal Greenland di WEF, Tarif Eropa Dibatalkan

Heri Sugiarto • Kamis, 22 Januari 2026 | 08:22 WIB

Presiden Donald Trump berbicara pada pertemuan tahunan ke-56 Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, Rabu, 21 Januari 2026.(Foto: Instagram @whitehouse)
Presiden Donald Trump berbicara pada pertemuan tahunan ke-56 Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, Rabu, 21 Januari 2026.(Foto: Instagram @whitehouse)
PADEK.JAWAPOS.COM-Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (21/1/2026) menyatakan telah mencapai kerangka kesepakatan masa depan terkait Greenland setelah bertemu Kepala NATO Mark Rutte di World Economic Forum (WEF) di Swiss.

Trump juga menegaskan bahwa ia tidak akan memberlakukan tarif terhadap negara-negara Eropa yang sebelumnya menolak rencana AS mengambil alih Greenland.

Trump menyampaikan melalui unggahan di media sosial bahwa kesepakatan tersebut mencakup pembahasan mengenai kerangka masa depan terkait Greenland dan seluruh Kawasan Arktik.

“Solusi ini, jika terlaksana, akan menjadi solusi yang hebat bagi Amerika Serikat dan semua negara NATO,” katanya, tanpa memberikan rincian lebih lanjut tentang apa yang telah disepakati.

Ketika ditanya berapa lama kesepakatan itu akan berlangsung, Trump menegaskan bahwa itu adalah kesepakatan jangka panjang. “Ini adalah kesepakatan yang berlaku selamanya,” katanya, seperti dilansir dari AP.

Ancaman Pengambilalihan Greenland Warnai Agenda WEF

Pertemuan antara Trump dan Rutte berlangsung di tengah agenda WEF yang dihadiri lebih dari 3.000 delegasi dari lebih dari 130 negara.

Penyelenggara menyebut sebanyak 64 kepala negara dan pemerintahan hadir pada forum tahun ini, terutama dari negara-negara dengan ekonomi berkembang.

Namun demikian, rangkaian agenda WEF sebagian besar tersisih akibat langkah kebijakan Trump dalam beberapa hari terakhir, termasuk pernyataannya bahwa Amerika Serikat harus mengambil alih Greenland “dengan cara mudah atau sulit”.

Pernyataan tersebut memicu reaksi dari sejumlah negara Eropa yang menolak langkah AS.

Penolakan Eropa dan Gelombang Protes ‘Hands Off Greenland’

Sebelumnya pada Sabtu, Trump mengumumkan rencana pengenaan tarif sebesar 10 persen pada 1 Februari terhadap Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Norwegia, Swedia, Belanda, dan Inggris.

Rencana tarif itu dikaitkan dengan penolakan negara-negara tersebut terhadap dorongan AS mengambil alih pulau semi-otonom milik Denmark tersebut.

Pemimpin Greenland dan Denmark telah menolak pernyataan Trump, yang kemudian memicu protes dengan slogan “Hands off Greenland” di berbagai wilayah.

Trump juga menuduh Denmark tidak melakukan cukup upaya untuk mengamankan perairan Greenland di wilayah Arktik dan menyatakan bahwa pengambilalihan pulau tersebut penting bagi keamanan nasional AS.

Di sisi lain, kecaman juga datang dari pemimpin Eropa. Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Selasa menanggapi ancaman tarif dengan menyatakan bahwa Prancis memilih “rasa hormat daripada intimidasi” serta menolak tarif yang ia sebut sebagai “tidak dapat diterima”.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#WEF Swiss #emanuel macron #donald trump #Mark Rutte #Tarif Eropa #Greenland