Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut operasi ini berlangsung masif dan berkelanjutan dengan tujuan utama menghancurkan kemampuan misil Iran, armada laut, serta kelompok bersenjata yang didukung Iran di wilayah regional. Pihak Pentagon secara resmi menamakan misi serangan militer ini sebagai "Operation Epic Fury".
Laporan media lokal Iran, Fars dan Tasnim, menyebutkan suara ledakan terdengar jelas di berbagai titik yang meliputi Teheran, Kermanshah, Qom, Tabriz, Isfahan, Ilam, Karaj, hingga Provinsi Lorestan.
Di Teheran, serangan dilaporkan menargetkan area Universitas Street, kawasan Jomhouri, serta lokasi di dekat markas besar Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Beberapa dokumentasi visual yang beredar di media sosial menampilkan kolom asap hitam yang membubung tinggi dari lokasi-lokasi terdampak tersebut.
Baca Juga: Amerika Serikat dan Israel Serang Iran, Donald Trump Umumkan Operasi Militer Besar-besaran
Korban Jiwa di Sekolah Dasar Minab
Berdasarkan laporan kantor berita semi-pemerintah Tasnim, jumlah korban tewas akibat serangan Israel yang mengenai sebuah sekolah dasar perempuan di Minab, Provinsi Hormozgan, kini telah meningkat menjadi 85 orang.
Meski demikian, jumlah korban tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dalam waktu singkat di tengah situasi konflik yang masih berlangsung.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membagikan foto serangan tersebut, yang menurutnya menghancurkan sekolah perempuan dan menewaskan “anak-anak yang tidak bersalah”.
“Kejahatan terhadap rakyat Iran ini tidak akan dibiarkan begitu saja,” tulis Araghchi dalam sebuah unggahan di X.
Baca Juga: Revolusi AI dalam Pengeditan Foto: Membuat Konten Visual Lebih Cepat dan Kreatif
Balasan Iran dan Serangan Drone di Kuwait
Sebagai bentuk respons, Iran melepaskan tembakan rudal yang menargetkan wilayah utara Israel dan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Lokasi yang menjadi sasaran meliputi Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, Al-Salem di Kuwait, Al-Dhafra di Uni Emirat Arab, serta markas Armada Kelima AS di Bahrain. Laporan tambahan menyebutkan ledakan juga terdengar di Riyadh, Arab Saudi, dan pangkalan militer di Yordania. Sebagian besar serangan ini dilaporkan, berhasil dicegat.
Menyusul serangan tersebut, Kementerian Dalam Negeri Qatar mengeluarkan peringatan darurat yang mendesak warga untuk tetap berada di dalam ruangan. Otoritas Qatar meminta masyarakat menjauhi jendela dan area terbuka, serta menghindari meninggalkan rumah kecuali dalam keadaan darurat hingga situasi stabil.
Di sisi lain, Israel segera mengaktifkan sistem pertahanan udara nasional dan meminta seluruh warganya untuk mengikuti instruksi dari Home Front Command.
Pada titik terdekatnya, Israel dan Iran berjarak kurang dari 1.000 km (620 mil). Jarak dari Tel Aviv ke ibu kota Iran, Teheran, sekitar 1.600 km (1.000 mil).
Terakhir kali AS melancarkan serangan terhadap Iran pada Juni 2025, yang memicu perang 12 hari, korban sipil di Iran juga sangat besar.
Sementara itu, The General Authority of Civil Aviation di Kuwait melaporkan sebuah serangan drone yang menargetkan Bandara Internasional Kuwait. Insiden tersebut menyebabkan cedera ringan pada beberapa pegawai dan kerusakan terbatas pada gedung penumpang.
Juru bicara resmi Abdullah al-Rajhi menyatakan bahwa pihak berwenang telah menerapkan prosedur darurat resmi dan mengamankan lokasi kejadian.
Baca Juga: The New OPPI Berharap Direksi Baru Pelindo Bawa Angin Segar
Reaksi Dunia dan Dewan Keamanan PBB
Eskalasi militer ini memicu reaksi diplomatik luas. Kementerian Luar Negeri Jerman mengeluarkan peringatan perjalanan bagi sembilan negara di kawasan Teluk dan Timur Tengah. Sementara itu, Dewan Keamanan PBB dijadwalkan segera menggelar pertemuan darurat terkait serangan gabungan AS-Israel ke Iran ini.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan penghentian segera permusuhan dan memperingatkan risiko konflik regional yang lebih luas dengan konsekuensi serius bagi stabilitas global. Guterres menekankan bahwa seluruh negara anggota harus menghormati Piagam PBB yang melarang penggunaan kekuatan terhadap integritas wilayah suatu negara.
Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi menyatakan bahwa eskalasi ini secara langsung mengganggu pembicaraan nuklir AS-Iran yang tengah difasilitasi di Jenewa.
Uni Eropa menekankan perlunya perlindungan warga sipil, sementara Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan konsekuensi serius terhadap perdamaian global.
Rusia mempertanyakan motif AS dalam eskalasi ini, sedangkan Pemerintah Inggris menegaskan posisi mereka untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir demi mempertahankan kepentingan di kawasan tersebut.
Kondisi Pimpinan Iran
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam wawancara dengan NBC News, menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam kondisi hidup. "Masih hidup “sejauh yang saya ketahui”.
Araghchi menyatakan bahwa pernyataan Trump tentang perubahan rezim di Iran sebagai "misi mustahil", dan menegaskan tidak ada komunikasi dengan Washington saat ini.
Ia menekankan serangan harus berhenti sebelum ada kemungkinan dialog, sembari menyebut bahwa sebagian besar pejabat Iran selamat meski satu atau dua komandan gugur.(*)