PADEK.JAWAPOS.COM - Diabetes dan hipertensi merupakan dua penyakit metabolik yang sangat berkaitan satu sama lain. Keduanya dapat memicu stres oksidatif, peradangan kronis, dan disfungsi organ apabila diderita bersamaan dalam waktu yang lama. Kondisi komplikasi ini diketahui dapat meningkatkan risiko dari kerusakan organ penting seperti pankreas, ginjal, jantung, dan pembuluh darah.
Hal tersebut diungkapkan Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas (Unand) Prof Dr Ir Fauzan Azima MS pada laman resmi Unand, Selasa (26/5) lalu. Bersama timnya, kini ia tengah meneliti tiga tanaman obat tradisional yang telah dikenal luas di Indonesia, yaitu kulit manis, ciplukan, dan bawang Dayak.
Tim penelitian tersebut diketua Fauzan dengan anggota Prof Dr Sri Rahayu Lestari M.Si (Universitas Negeri Malang), Addion Nizori S.TP, M.Sc, Ph.D (Universitas Jambi). Muhammad Iqbal S.TP, M.TP (asisten riset) dan Sri Hartati (mahasiswa magister Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian) dari Unand dalam skema riset RKI Equity 2025-2026. Penelitian ini didanai oleh Dana Abadi Pendidikan Indonesia (LPDP) atas nama Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Indonesia, dan dikelola di bawah Program EQUITY (Kontrak No. 4304/B3/DT.03.08/2025). Yakni, meneliti potensi dari tanaman obat lokal sebagai pendekatan alami dalam manajemen penyakit diabetes dan hipertensi, dua penyakit kronis yang biasanya diderita bersamaan dan menjadi penyebab komplikasi jangka panjang.
Penelitian ini berfokus pada kombinasi kulit manis, ciplukan, dan bawang Dayak. Kombinasi ekstrak dari ketiga tanaman ini dikembangkan berdasarkan kandungan senyawa bioaktif di dalamnya. Termasuk polifenol, flavonoid, antosianin, dan organosulfur yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi.
Ia menjelaskan, senyawa alami yang terkandung dalam tanaman obat saat ini semakin banyak dieksplorasi sebagai alternatif pengobatan. Sebab, senyawa tersebut dapat mengatur keseimbangan metabolisme dan memiliki efek samping yang minimum dibandingkan dengan penggunaan obat sintetis dalam jangka panjang. Kekayaan alam Indonesia memberikan peluang besar bagi pengembangan alternatif obat berbahan baku alami.
Dia mengungkapkan, hasil penelitian membuktikan bahwa pemberian kombinasi ekstrak kulit manis, ciplukan, dan bawang Dayak mampu menormalkan glukosa darah dan tekanan darah secara bersamaan pada hewan uji dengan komplikasi diabetes dan hipertensi. Menariknya, tekanan darah pada hewan uji komplikasi diabetes dan hipertensi lebih cepat kembali ke angka normal dibandingkan hewan uji hipertensi saja. Selain itu, ekstrak kombinasi ini juga mengurangi peradangan sistemik serta melindungi kerusakan pada organ pankreas dan ginjal.
Ia mencatat, kombinasi dari beberapa tanaman obat dapat memberikan efek terapeutik yang lebih luas karena keragaman senyawa bioaktif mampu menargetkan beberapa jalur patologis secara simultan. “Penelitian pada tanaman obat tradisional ini sangat penting, tidak hanya untuk mendukung bukti ilmiah dari efek terapeutik-nya, tetapi juga mendukung pengembangan alternatif pengobatan alami berbahan baku lokal,” ucapnya.
Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada perkembangan formulasi herbal fungsional untuk penyakit metabolik kronis serta mendukung pengembangan produk alam di masa depan yang bertujuan menurunkan angka prevalensi penyakit komplikasi terkait diabetes dan hipertensi. Fauzan menekankan, perlunya penelitian lanjutan untuk mengetahui mekanisme, keamanan dan aplikasi tahap klinis dari kombinasi tanaman obat tersebut sebelum dapat diimplementasikan pada manusia secara luas. (rel)
Editor : Adriyanto Syafril