Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pengukuhan Guru Besar Investasi Intelektual

Adriyanto Syafril • Sabtu, 27 Juni 2026 | 05:00 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

PADEK.JAWAPOS.COM -- Universitas Andalas (Unand) kembali me­ngukuhkan tujuh guru besar tetap dari empat fakultas pada Sabtu (27/6) di Gedung Convention Hall Kampus Limau Manis. Pengukuhan ini menjadi bagian dari komitmen Unand dalam memperkuat kapasitas akademik, riset, dan inovasi sebagai perguruan tinggi yang berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Ketujuh guru besar tersebut yakni Prof. Silvia Rosa, M.Hum sebagai Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Susastra pada Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Prof. Helmizar, M.Bio­med Sebagai Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Gizi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak pada Fakultas Kesehatan Ma­sya­rakat (FKM), Prof. Ike Revita, M. Hum sebagai Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Pragmatik pada FIB.

Lalu, Prof. dr. Rima Semiarty, MARS Sebagai Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Ad­mi­nis­trasi Layanan Kesehatan pa­da Fakultas Kedokteran (FK), Prof. Azrimaidaliza, M.K.M sebagai Guru Besar Tetap Bidang Gzi pada FKM, Prof. Masyhuri Hamidi, Ph.D. sebagai Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Ma­najemen Keuangan Perusahaan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Prof. Mas Mera, Ph.D. sebagai Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Mekanika Fluida dan Hidrolika pada Fakultas Teknik (FT).

Ketujuh profesor tersebut akan menyampaikan orasi il­miah sesuai bidang kepakaran masing-masing sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik sekaligus kontribusi pemikiran terhadap per­kem­bangan ilmu pengetahuan. Pada prosesi pengukuhan, ka­lu­­ng kehormatan guru besar akan dipasangkan secara langsung oleh Ketua Senat Akademik Universitas Prof. Syafrizal Sy.

Sekretaris Universitas Dr. Aidinil Zetra, M.A., menyampaikan bahwa pengukuhan guru besar merupakan momentum penting yang tidak hanya me­nandai pencapaian tertinggi dalam karier akademik se­orang dosen, tetapi juga mem­perkuat posisi Unand sebagai perguruan tinggi yang terus mendorong lahirnya ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi bagi berbagai tantangan pembangunan.

Menurutnya, jabatan guru besar membawa tanggung ja­wab yang jauh lebih besar daripada sekadar gelar akademik. Seorang profesor diharapkan menjadi penggerak budaya akademik, memimpin pengembangan riset unggulan, menghasilkan publikasi ilmiah yang bereputasi, serta membangun kolaborasi lintas disiplin untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Pengukuhan guru besar merupakan investasi intelek­tual bagi universitas. Setiap profesor diharapkan mampu me­ngh­a­dirkan pemikiran-pe­mi­kiran strategis, memperkuat kualitas pendidikan, memperluas jejaring riset, serta menghasilkan inovasi yang dapat diimplementasikan untuk kemajuan masya­rakat, daerah, dan bangsa,” ujar Aidinil pada Jumat (26/6) di ruang kerjanya, sebagaiamana dikutip pada laman resmi Unand.

Ia menjelaskan, dengan bertambahnya tujuh guru besar yang dikukuhkan, Unand kini memiliki 230 guru besar tetap. Jumlah tersebut menjadi salah satu kekuatan akademik yang dimiliki Unand dalam mewujudkan visi sebagai universitas bereputasi internasional yang unggul da­lam penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Aidinil menegaskan bahwa keberadaan pa­ra guru besar memiliki peran strategis dalam memperkuat transformasi pendidikan tinggi di era yang semakin kompleks. Tantangan global seperti ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, perubahan iklim, transformasi digital, hingga pembangunan ekonomi berkelanjutan membutuhkan kon­tribusi nyata dari kalangan akademisi melalui riset yang berkualitas dan berbasis bukti ilmiah.

“Universitas tidak cukup ha­nya menghasilkan lulusan ya­ng kompeten, tetapi juga harus menjadi pusat lahirnya solusi. Di si­nilah peran guru besar menjadi sa­ngat penting, yakni memastikan ilmu pengetahuan dan tek­no­­logi ber­kem­bang tidak hanya di ­ruang aka­de­mik, tetapi juga mampu men­jawab kebutuhan ma­­­sya­rakat, dunia usaha, industri, maupun pemerintah,” kata­nya.

Ia berharap para guru besar yang baru dikukuhkan dapat te­rus menjadi inspirasi bagi sivitas aka­demika, membimbing la­hir­nya generasi peneliti muda, mem­perkuat budaya akademik ya­ng unggul, serta menghasilkan kar­­ya-karya ilmiah yang membe­rikan dampak nyata bagi pem­bangunan daerah, nasional, hingga tingkat global. (rel)

Editor : Adriyanto Syafril
#Universitas Andalas (Unand) #Laman Kampus