Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

SLB Negeri 1 Padang: Peduli Bergerak untuk Siswa yang Terdampak

Novitri Selvia • Senin, 8 Desember 2025 | 13:09 WIB
Dra. Lifya, GURU SLB NEGERI 1 PADANG.(TIM LAMAN GURU)
Dra. Lifya, GURU SLB NEGERI 1 PADANG.(TIM LAMAN GURU)

PADEK.JAWAPSO.COM-Hujan deras yang mengguyur wilayah Sumatera Barat selama berhari-hari kembali menghadirkan luka bagi masyarakat.

Pada akhir pekan lalu, banjir bandang yang menerjang beberapa daerah di Kota Padang dan sekitarnya menyisakan jejak kehancuran yang begitu pilu.

Salah satu kawasan yang mengalami dampak paling parah adalah Batu Busuk, sebuah daerah yang selama ini dikenal tenang, dikelilingi sungai dan perbukitan.

Kini, ketenangan itu hilang digantikan gemuruh air bah, puing, tangis, dan kepedihan. Banjir bandang datang mendadak gelombang air deras bercampur lumpur, batu-batu besar, dan potongan kayu meluncur dari hulu membawa segala yang dilewatinya.

Rumah-rumah terseret, sebagian lainnya roboh, dan sisanya rusak berat. Jalan-jalan berubah menjadi aliran air pekat. Di beberapa titik, terlihat mobil ternak hanyut dibawa arus, menandai betapa dahsyat kekuatan air tersebut.

Di tengah bencana itu, beberapa siswa SLB Negeri 1 Padang juga menjadi korban terdampak. Mereka tinggal di Batu Busuk bersama keluarga masing-masing, dan rumah mereka berada tepat di jalur terjangan air bandang.

Orang tua sebagian siswa hanya mampu menyelamatkan diri dengan pakaian di badan. Beberapa dokumen penting hilang. Baju sekolah, alat bantu belajar, dan perlengkapan harian anak-anak mereka hanyut tak bersisa.

Salah satu orang tua siswa yang bernama Abi menceritakan bagaimana air tiba-tiba menerjang ruang tamu dan dalam hitungan detik seluruh lantai rumah sudah terendam sampai dada orang dewasa.

Mengetahui kondisi ini, SLB Negeri 1 Padang bergerak cepat. Pada hari berikutnya, pihak sekolah menginisiasi penggalangan donasi untuk membantu siswa yang terdampak dan masyarakat sekitar yang membutuhkan uluran tangan.

Guru-guru, pegawai, siswa ,orang tua siswa, serta masyarakat umum ikut terlibat dalam aksi kepedulian ini. Mereka mengumpulkan pakaian layak pakai, makanan, serta kebutuhan harian yang mendesak serta berupa uang.

Tanggal 29 November bantuan tahap pertama telah disalurkan langsung ke Posko Bencana Batu Busuk Limau Manis. Para guru datang membawa paket bantuan yang sudah disiapkan sejak pagi.

Di posko, suasana haru begitu terasa. Puluhan warga berkumpul sebagian duduk di tikar tipis, sebagian lagi berdiri menatap sisa-sisa hunian mereka yang kini hanya tinggal kenangan.

Anak-anak terlihat menggigil dalam pakaian basah, sementara orang tua mereka berusaha menenangkan. Saat bantuan diserahkan, tokoh masyarakat setempat menyampaikan bahwa masih ada saudara-saudara mereka yang belum ditemukan hingga hari ini.

Kabar tersebut membuat suasana posko semakin sunyi. Beberapa ibu tak kuasa menahan tangis. Ada yang kehilangan rumah, ada yang kehilangan sanak keluarga.

Bahkan ada keluarga yang belum menemukan jejak dari seorang anak yang hanyut terbawa arus saat mencoba menyelamatkan barang-barang di dalam rumah. Cerita-cerita memilukan ini membuat siapa pun yang mendengarnya terdiam dan merenung.

Kondisi para pengungsi saat ini sangat memprihatinkan. Meskipun bantuan makanan, khususnya mi instan, cukup banyak berdatangan, mereka menghadapi persoalan baru tidak adanya dapur umum dan tidak tersedia peralatan masak. Panci, kompor, wajan semua hilang atau rusak.

Untuk merebus mi sekalipun mereka kesulitan. Para ibu mengungsi tanpa sempat membawa peralatan rumah tangga, sementara sebagian besar rumah yang dahulu menjadi tempat mereka memasak kini menjadi lautan air.

Kebutuhan mendesak lainnya antara lain handuk, sabun, odol, baju ganti, dan perlengkapan mandi. Banyak warga yang sejak hari pertama bencana belum bisa membersihkan diri secara layak. Anak-anak dan lansia adalah kelompok yang paling membutuhkan bantuan tersebut.

Aksi kepedulian SLB Negeri 1 Padang tidak berhenti pada penyaluran tahap pertama. Pihak sekolah masih mengumpulkan donasi yang terus mengalir untuk melanjutkan bantuan tahap berikutnya agar siswa-siswa terdampak dan masyarakat sekitar tetap mendapatkan dukungan yang memadai.

Empati dan gotong royong menjadi kekuatan besar dalam melewati masa-masa sulit ini. Di tengah bencana yang menyisakan banyak luka, kehadiran uluran tangan seperti ini menjadi cahaya kecil yang terus menjaga harapan.

Masyarakat Batu Busuk kini berupaya bangkit, meski duka belum sepenuhnya reda. Mereka percaya bahwa selama ada kepedulian yang mengalir, semangat untuk pulih akan tetap menyala.

Kepada donator yang telah menyumbangkan bantuan tokoh masyarakat menyampaikan terima kasih atas bantuan dan kepeduliannya.

Semoga musibah ini menjadi pengingat betapa berharganya kebersamaan dan betapa pentingnya saling membantu dalam masa-masa kelam.(Dra. Lifya, GURU SLBN 1 PADANG)

Editor : Novitri Selvia
#SLB Negeri 1 Padang #Lifya