PADEK.JAWAPOS.COM-Membangun karakter positif di lingkungan sekolah terus dilakukan dan diupayakan melalui pendidikan karakter. Agar peserta didik memiliki kesiapan untuk menghadapi tantangan masa depan di era digital yang terus berkembang saat ini.
Meskipun tantangan seperti perundungan (bulliying) dan perilaku menyimpang tetap ada di lingkungan sekolah.
Selain itu, tantangan sosial-emosional yang juga bisa membuat peserta didik rentan stres, kurang sabar, mudah frustrasi, serta cenderung instan dan individualis.
Namun di sisi lain sekolah terus mengupayakan terbentuknya karakter positif seperti religius, integritas, nasionalis, kejujuran, disiplin, empati, kerja sama, tanggung jawab, dan rasa hormat terhadap orang lain melalui pendidikan karakter yang memerlukan pendekatan yang komprehensif dan adaptif.
Pelaksanaan pendidikan tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif atau akademis peserta didik, tetapi juga memiliki tanggung jawab penting dalam membentuk karakter mereka.
Pendidikan karakter menjadi kunci utama dalam mengembangkan peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mampu menghadapi tantangan masa depan dengan sikap yang positif, tangguh, dan beretika.
Dalam konteks sekolah, pendidikan karakter di SD Negeri 38 Payakumbuh mengajarkan nilai-nilai positif kepada peserta didik melalui berbagai aktivitas dan interaksi sehari-hari, baik di dalam maupun di luar kelas.
Sekolah menjadi tempat yang ideal untuk menanamkan nilai-nilai ini karena lingkungan pendidikan formal memungkinkan siswa untuk berinteraksi dengan guru, teman sebaya, serta aturan-aturan yang dapat mendukung pembentukan karakter.
Terkait hal ini, salah satu wadah dalam penguatan karakter peserta didik diterapkan melalui kegiatan Upacara Bendera rutin dan lebih bermakna untuk membangun karakter peserta didik, semangat nasionalisme, jiwa patriotisme, serta semangat persatuan di lingkungan sekolah.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mengampanyekan pentingnya membangun karakter positif di lingkungan sekolah.
Upaya yang dilakukan adalah pembacaan “Ikrar Pelajar Indonesia” pada pelaksanaan Upacara Bendera di sekolah yang berisi 5 poin penting diantaranya adalah belajar dengan baik, menghormati orang tua, menghormati guru, rukun sama teman, dan mencintai tanah air Indonesia.
Selain itu, dalam pelaksanaan Upacara Bendera peserta didik juga wajib menyanyikan lagu “Rukun Sama Teman”, sebuah lagu sederhana namun penuh pesan moral tentang persahabatan, toleransi, dan saling menghargai di antara peserta didik, serta menyampaikan pentingnya menciptakan budaya sekolah yang aman dan nyaman.
Baca Juga: Hujan Lebat Picu Banjir dan Longsor di Tanjungraya, Dua Rumah Terendam
Istimewanya lagu tersebut merupakan karya khusus dari Mendikdasmen, Bapak Prof. Abdul Mu’ti.
Makna yang terkandung dalam lagu ini menonjolkan nilai kebersamaan, sikap saling menghargai, dan kemanusiaan dalam kehidupan.
Lagu tersebut menekankan bahwa setiap individu adalah ciptaan Tuhan dengan keunikan masing-masing, baik dalam penampilan maupun kemampuan. Perbedaan itu digambarkan sebagai hal yang wajar dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan.
Lagu ini mengingatkan bahwa keberagaman bukanlah alasan untuk merasa lebih hebat atau meremehkan sesama, tetapi menjadi peluang untuk menumbuhkan sikap saling menghormati, tidak ada manfaat dari permusuhan menegaskan sikap anti konflik dalam lagu ini, pertengkaran tidak menyelesaikan masalah, justru merusak hubungan dan menguras energi serta memilih perdamaian adalah langkah terbaik.
Ajakan untuk bersahabat juga menjadi inti dari makna lagu. Persahabatan dipandang sebagai jembatan yang menyatukan perbedaan serta memberi rasa aman dan kekuatan.
Ungkapan tentang banyak teman dan sahabat menggambarkan bahwa hubungan yang sehat mampu memberikan ketenangan, dukungan, dan semangat untuk tumbuh bersama.
Secara keseluruhan, lagu ini menyampaikan ajakan moral untuk hidup damai dalam keberagaman. Perbedaan dipandang sebagai ketetapan Tuhan yang harus dihormati.
Tidak hanya lewat pelaksanaan Upacara Bendera, Penanaman nilai-nilai karakter di sekolah bagi peserta didik juga bisa dilakukan melalui berbagai metode pilihan diantaranya dengan mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam berbagai mata pelajaran pada pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler di sekolah.
Selain itu, guru juga harus menjadi teladan (modeling) dalam menunjukkan karakter yang baik kepada peserta didik.
Dengan menunjukkan sikap jujur, adil, empati, dan bertanggung jawab, guru dapat menginspirasi siswa untuk mengikuti jejak mereka. Teladan yang baik dari guru akan memiliki dampak jangka panjang pada siswa dalam membentuk karakter mereka.
Terakhir, pendidikan karakter di sekolah memainkan peran yang sangat penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki moral yang kuat, kecerdasan emosional, dan tanggung jawab sosial.
Di tengah krisis moral yang dihadapi masyarakat modern, pendidikan karakter menjadi benteng pertahanan yang efektif untuk mencegah perilaku negatif dan membangun generasi yang berintegritas dan beretika. (Heri Luberto, S.Pd, KEPALA SDN 38 PAYAKUMBUH)
Editor : Novitri Selvia