PADEK.JAWAPOS.COM -- “Success is the result of preparation, hard work, and learning from failure.” Kutipan ini menggambarkan bahwa keberhasilan tidak datang secara tiba-tiba, melainkan melalui proses panjang yang penuh usaha dan pembelajaran.
Hal tersebut tercermin dari prestasi membanggakan yang kembali ditorehkan oleh siswa SD Negeri 32 Bungo Pasang dalam ajang SPENSA SMART Competition tahun 2026 yang diselenggarakan oleh SMP Negeri 1 Padang dari tanggal 31 Maret 2026 sampai kamis, 2 April 2026. Pada kompetisi tersebut, dua siswa terbaik berhasil mengharumkan nama sekolah di bidang akademik.
Dilan Syarif, siswa kelas VI, berhasil meraih Juara 1 pada bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Sementara itu, Raziq Hanan Alghani, siswa kelas V, meraih Juara 2 pada bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Dilan Syarif bukanlah nama baru dalam dunia prestasi. Sebelumnya, ia pernah meraih medali perak Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat nasional bidang IPA pada tahun 2025. Capaian ini menunjukkan bahwa ia mampu menjaga konsistensi dalam belajar. Di sisi lain, Raziq tampil sebagai siswa yang terus berkembang dan mulai menunjukkan arah prestasi yang menjanjikan.
Perjalanan menuju hasil ini tentu tidak instan. Sejak sebelum bulan Ramadhan, para siswa sudah menjalani pembinaan secara rutin, baik melalui pertemuan langsung di sekolah maupun latihan soal secara daring. Materi yang diberikan juga bervariasi, mulai dari konsep dasar hingga soal dengan tingkat kesulitan tinggi.
Dalam pelaksanaannya, kompetisi terdiri dari dua tahap. Pada babak awal, peserta mengerjakan soal pilihan ganda yang menguji ketepatan dan kecepatan berpikir. Setelah itu, peserta yang lolos melanjutkan ke babak final dengan soal essay yang menuntut pemahaman lebih dalam serta kemampuan menjelaskan jawaban secara runtut.
Guru pembimbing, Arespi Junindra, M.Pd, menyampaikan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kesungguhan siswa dalam berlatih. Ia melihat sendiri bagaimana Dilan dan Raziq terus berusaha memperbaiki kemampuan mereka dari waktu ke waktu. Baginya, proses latihan yang dijalani dengan disiplin menjadi kunci utama.
Kepala Sekolah, Aida Asari, S.Pd, juga menyampaikan rasa bangga atas capaian tersebut. Ia menilai prestasi ini merupakan hasil kerja bersama antara siswa dan guru. Sekolah, menurutnya, akan terus berupaya menciptakan lingkungan belajar yang mendukung agar potensi siswa dapat berkembang dengan maksimal.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi dorongan bagi siswa lain untuk tidak ragu mencoba dan terus berusaha. Setiap siswa memiliki peluang yang sama selama mau belajar dan tidak mudah menyerah. Dari capaian ini, ada pelajaran sederhana yang bisa diambil, yaitu pentingnya membiasakan diri belajar secara konsisten. Tidak harus selalu lama, tetapi dilakukan secara rutin dan terarah. Kebiasaan kecil seperti ini justru yang sering membawa hasil besar dalam jangka panjang.
Selain itu, siswa juga belajar bahwa memahami materi jauh lebih penting daripada sekadar menghafal. Ketika konsep sudah dipahami, berbagai bentuk soal akan terasa lebih mudah untuk dikerjakan, termasuk soal yang menuntut penalaran.
Pengalaman mengikuti kompetisi juga melatih mental siswa. Mereka belajar mengatur waktu, tetap tenang saat mengerjakan soal, dan berani menghadapi tantangan. Hal-hal seperti ini tidak selalu didapatkan di dalam kelas, tetapi sangat penting untuk perkembangan diri.
Peran guru dalam proses ini juga tidak bisa diabaikan. Bimbingan yang tepat, latihan yang terarah, serta evaluasi yang berkelanjutan membantu siswa mengetahui kekuatan dan kelemahan mereka. Dari situlah perbaikan bisa dilakukan secara bertahap. Pada akhirnya, prestasi yang diraih ini bukan hanya soal juara, tetapi juga tentang proses belajar yang dijalani. Apa yang telah dicapai oleh Dilan dan Raziq menjadi bukti bahwa usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan membawa hasil yang membanggakan. (*)
Editor : Adriyanto Syafril