Penulis : Yuhermita, S.Si - Guru SMK Negeri 6 Padang
PADEK.JAWAPOS.COM - Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar ungkapan bahwa adab lebih penting daripada ilmu. Ungkapan ini bukan tanpa alasan, karena adab merupakan pondasi utama dalam membentuk kepribadian seseorang, sementara ilmu menjadi pelengkap yang akan memperkuat kualitas diri tersebut.
Viralnya kasus dugaan kekerasan seksual di Lingkungan Kampus ternama di Indonesia, menuai reaksi dari publik dan telah membuka mata kita sebagai seorang pendidik kurangnya penanaman adab dari pada ilmu. Peristiwa ini dinilai tidak hanya mencerminkan kelemahan pendidikan di Indonesia, melainkan juga menunjukkan adanya persoalan sistemik dalam dunia pendidikan yang harus segera dibenahi. Selama ini kita berasumsi bahwa Pendidkan Karakter telah mencukupi kebutuhan siswa dalam Pendidikan formal.
Kasus yang mencuat ini sekaligus menjadi momentum untuk membenahi implemtasi Undang-Undang no 12 tahun 2022 tentang kekerasan seksual khususnya di Lingkungan Pendiidkan. Pada pada prinsipnya Pendidkan tidak hanya mencetak individu yang cerdas, tetepi membentuk karakter yang menjunjung tinggi adab, etika dan martabat sesama.
Adab adalah sikap, perilaku, dan tata krama yang mencerminkan akhlak seseorang. Seseorang yang memiliki adab baik akan dihormati dan dihargai, meskipun ilmunya belum tinggi. Sebaliknya, orang yang berilmu tinggi tetapi tidak memiliki adab justru bisa merugikan orang lain, bahkan ilmunya dapat disalahgunakan.
Belajar kita dari Pendiidikan karakter di Jepang yang berfokus pada pendidikan moral, disiplin dan kemandirian serta tanggung jawab sejak dini melalui kurikulum terstruktur dan pembiasaan sehari-hari. Dimana tiga tahun pertama sekolah dasar menekankan pembentukan karakter (adab) dari pada akademik, dimana siswa belajar menyiapkan kebutuhan sendiri (usaha sendiri seperti menyiapan makan siang, membersihkan ruangan kelas, mengurus kebutuhan pribadi tanpa tergantung pada orang lain yang ditanamkan dalam kehidupan sehari hari di sekolah, membersihkan kelas dan lingkungan dengan menciptakan budaya yang menghargai keteraturan dan orang lain, antre dan tertib serta saling menghormati sesama.
Adab (etika/moral) lebih utama daripada ilmu karena adab adalah fondasi yang membuat ilmu bermanfaat, berkah, dan tidak melahirkan kesombongan. Tanpa adab, ilmu berpotensi merusak dan menimbulkan perselisihan. Ilmu pengetahuan bersifat objektif, sedangkan adab mendidik individu berintegritas.
Berikut adalah poin-poin penting mengapa adab lebih penting daripada ilmu:
Pondasi Dasar (Adab Sebelum Ilmu): Para ulama terdahulu, seperti Imam Malik dan Ibnul Mubarak, menekankan pentingnya mempelajari adab sebelum menuntut ilmu.
Ilmu Tanpa Adab Berbahaya: Seseorang bisa berilmu tinggi namun sombong, meremehkan orang lain, atau menggunakan ilmunya untuk hal buruk. Bukti nyata dapat kita lihat beberapa kasus yang terjadi didunia pendidikan.
Kualitas Diri: Adab mencerminkan karakter mulia, sementara ilmu hanyalah pengetahuan intelektual. Orang beradab lebih dihormati daripada orang pintar tanpa etika.
Keunggulan adab (akhlak/sikap) dibandingkan ilmu sering dibahas dalam pendidikan dan kehidupan sehari-hari. Keduanya memang penting, tetapi adab memiliki beberapa kelebihan utama:
1. Adab adalah pondasi ilmu
Ilmu tanpa adab bisa disalahgunakan. Sebaliknya, orang yang beradab akan menggunakan ilmunya dengan bijak, bermanfaat, dan tidak merugikan orang lain.
2. Adab menentukan manfaat ilmu
Ilmu yang tinggi tidak selalu membawa kebaikan jika tidak disertai adab. Dengan adab, ilmu menjadi lebih bernilai dan membawa keberkahan dalam kehidupan.
3. Adab lebih mudah dirasakan orang lain
Orang mungkin tidak langsung melihat seberapa luas ilmu seseorang, tetapi adab seperti sopan santun, kejujuran, dan sikap hormat akan langsung terlihat dan dirasakan.
4. Adab mencerminkan kepribadian
Adab menunjukkan siapa diri kita sebenarnya. Ilmu bisa dipelajari kapan saja, tetapi adab mencerminkan karakter yang terbentuk dari kebiasaan dan nilai hidup.
5. Adab mendahului ilmu dalam proses belajar
Dalam banyak tradisi pendidikan, adab kepada guru, orang tua, dan sesama menjadi kunci agar ilmu mudah diterima dan bermanfaat.
6. Adab menjaga hubungan sosial
Dengan adab yang baik, seseorang lebih mudah diterima dalam masyarakat, membangun kepercayaan, dan menjaga hubungan yang harmonis.
Ilmu itu penting untuk kecerdasan, tetapi adab adalah penentu arah penggunaan ilmu. Tanpa adab, ilmu bisa menjadi berbahaya; dengan adab, ilmu menjadi cahaya yang membawa kebaikan. (*)
Editor : Adriyanto Syafril