Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Jalan Rusak Parah Dibiarkan Bertahun-tahun

Arfidel Ilham • Rabu, 16 April 2025 | 17:15 WIB

KEBUTUHAN MENDESAK: Jalan penghubung Limapuluh Kota– Payakumbuh di Jorong Tanjuang Haro Utara, Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padangpanjang, ambruk.(FIDEL/PADEK)
KEBUTUHAN MENDESAK: Jalan penghubung Limapuluh Kota– Payakumbuh di Jorong Tanjuang Haro Utara, Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padangpanjang, ambruk.(FIDEL/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Warga di Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padangpanjang, Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota, kian resah akibat kerusakan parah pada jalan penghubung menuju Kota Payakumbuh.

Meski sudah ambruk sejak beberapa bulan lalu, hingga pertengahan April 2025 ini, belum ada tindakan perbaikan dari pemerintah kabupaten.

Jalan yang berada di Jorong Tanjuang Haro Utara itu merupakan akses penting bagi warga dalam menjalankan aktivitas harian, termasuk transportasi hasil pertanian dan akses ke fasilitas pendidikan. Namun kini, kondisi jalan tersebut tak bisa lagi dilalui kendaraan roda empat karena sebagian besar badan jalan sudah runtuh.

“Sudah lama rusak, tapi belum juga diperbaiki. Kami sudah berkali-kali menyampaikan ini ke pemerintah nagari, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” ungkap Yondri, warga setempat, kepada Padang Ekspres, Senin (14/4).

Keluhan serupa disampaikan Dodi Sastra, warga lainnya. Ia menilai minimnya perhatian pemerintah daerah menjadi sorotan warga.

“Sudah terlalu lama dibiarkan. Masyarakat tentu berharap pada kepemimpinan baru Bupati dan Wakil Bupati, Safni-Ahlul Badrito Resha, agar kondisi ini segera diatasi,” ujarnya.

Tak hanya jalan utama yang ambruk, kerusakan juga terjadi di berbagai titik lain di wilayah nagari.

Di sepanjang ruas jalan kabupaten dari perbatasan Kota Payakumbuh di Bukitsitabur hingga ke Jorong Sikabu-kabu, kondisi jalan berlubang dan dipenuhi batu lepas. Kerusakan paling parah terjadi di ruas Pakan Lamo menuju Padanglaweh sepanjang 800 meter.

Jalan lain yang tak kalah memprihatinkan berada di antara Jorong Padang Panjang dan Jorong Lakuak Dama, sepanjang 1 kilometer. Jalan ini disebut sudah mengalami kerusakan selama lebih dari 10 tahun, tanpa ada pembangunan berarti.

Wali Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjang, Nofrizal, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebutkan, pihaknya telah mengusulkan perbaikan melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang), namun realisasi tak kunjung datang.

“Jalan menuju SDN 05 Sikabu-kabu di Jorong Bukik Kanduang juga belum pernah diaspal, padahal pengerasan sudah dilakukan sejak tujuh tahun lalu. Jalan ini penting untuk akses anak-anak sekolah,” ujar Nofrizal.

Lebih miris lagi, jalan penghubung antara Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjang dengan Nagari Sungai Kamuyang di sekitar Jembatan Lubuak juga dalam kondisi rusak berat, terutama di bagian tanjakan.

Jalan sepanjang 500 meter itu dianggap berbahaya bagi pengendara. Begitu juga jalan Talang-Kayu Koleh sepanjang 1,2 kilometer, yang belum pernah tersentuh pembangunan.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Limapuluh Kota, Fadhliansyah, mengakui bahwa hingga saat ini belum ada rencana perbaikan jalan di wilayah tersebut.

“Tahun 2025 ini belum ada alokasi anggaran. Setelah pergeseran anggaran, kondisi keuangan kami masih nol. Dana yang tersedia pun sudah disesuaikan dengan DPA sebelumnya, dan tidak mencakup perbaikan jalan di Sikabu-kabu,” jelas Fadhliansyah melalui sambungan WhatsApp, Senin malam.

Warga berharap kondisi ini tidak terus dibiarkan. Kerusakan infrastruktur jalan tidak hanya menghambat perekonomian, tapi juga membahayakan keselamatan warga, terutama di musim hujan saat jalanan semakin licin dan rawan longsor. (fdl)

Editor : Novitri Selvia
#Jorong Tanjuang Haro Utara #jalan rusak #Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjang