PADEK.JAWAPOS.COM-Upaya percepatan penanganan bencana di Kabupaten Limapuluh Kota kembali dilakukan melalui pengiriman bantuan menggunakan helikopter.
Satu unit helikopter dari BNPB bersama unsur TNI AU mendarat di GOR Singa Harau, Rabu (4/12), membawa sejumlah logistik untuk kebutuhan korban terdampak bencana di beberapa kecamatan.
Sekretaris Kabupaten Limapuluh Kota, Herman Azmar, menyampaikan bahwa kedatangan helikopter tersebut merupakan langkah awal pemerintah pusat untuk melihat kondisi lapangan sekaligus memetakan jalur udara bagi penyaluran bantuan selanjutnya.
“Pertama, tentu kita mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran BNPB, TNI AU, dan semua pihak yang terlibat. Hari ini sudah mendarat satu helikopter di GOR Singa Harau dan kami telah menerima bantuan. Namun, informasi dari komandan menyampaikan bahwa ini sebenarnya adalah pengecekan rute. Hasil pengecekan ini akan menjadi pertimbangan bagi pemerintah pusat untuk menyalurkan bantuan berikutnya,” ujarnya.
Herman menambahkan bahwa bantuan yang dibawa hari ini belum sepenuhnya diperiksa karena masih dalam proses penurunan. Fokus utama kedatangan helikopter adalah survei rute udara agar distribusi logistik ke wilayah-wilayah terisolir dapat dilakukan lebih efektif.
“Terkait apa yang dikirim, sekarang belum kami cek karena belum turun semuanya. Tapi informasinya, ini tahap pertama untuk cek rute. Berdasarkan hasil tersebut, baru akan dipertimbangkan bantuan yang akan disalurkan berikutnya,” tambahnya.
Herman juga menjelaskan kondisi di wilayah Koto Tinggi, salah satu daerah yang terdampak cukup parah. Jalan menuju lokasi kini sudah dapat dilalui kembali, terutama ke arah Aia Angek yang mengalami pergeseran tanah dan longsor.
“Untuk jalan, sekarang sudah bisa dilalui hingga ke lokasi, terutama di Aia Angek yang banyak korbannya akibat pergeseran tanah dan longsor. Kondisinya masih bertahan, dan para pengungsi masih berada di lapangan. Kami juga menempatkan mereka di masjid,” jelasnya.
Ia menyebut Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota bersama TNI/Polri dan unsur terkait terus melakukan pendampingan di lokasi.
Personel gabungan diturunkan setiap hari untuk membantu pengungsian, pendataan, hingga distribusi logistik dasar yang masih sangat dibutuhkan warga.
“Kami sudah merencanakan langkah-langkah lanjutan. Mungkin akan ada upaya berikutnya berdasarkan perkembangan situasi di lapangan,” kata Herman.
Baca Juga: Gol Menit Akhir, Zunedi SPd Antar PGRI Agam Timur Juara PGRI Cup Payakumbuh 2025
Herman juga mengungkapkan bahwa pada Rabu malam (3/12), masyarakat di Nagari telah mengadakan rapat terkait kondisi rumah mereka yang terdampak. Salah satu opsi yang mulai dibahas adalah pencarian lahan baru untuk relokasi permukiman.
“Tadi malam, masyarakat sudah rapat di Nagari membahas kondisi rumah mereka. Ada kemungkinan mereka akan melakukan upaya untuk mencari lahan baru sebagai tempat tinggal. Ini akan kami kawal bersama dan menjadi perhatian pemerintah daerah,” ucapnya.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait saat ini masih melakukan asesmen kerusakan, kebutuhan pengungsi, serta merencanakan penanganan jangka panjang pascabencana. (rid)
Editor : Novitri Selvia