PADEK.JAWAPOS.COM - Iven otomotif kreatif berskala nasional, Turbo Clash 2026, sukses menjadikan Terminal Anakaie, Kota Padang, sebagai pusat perhatian pecinta modifikasi kendaraan dari berbagai daerah di Indonesia.
Selama dua hari pelaksanaan, 2 hingga 3 Mei 2026, ajang ini menghadirkan ratusan kendaraan modifikasi dengan konsep unik, inovatif, dan bernilai tinggi.
Turbo Clash 2026 bukan sekadar pameran kendaraan, tetapi menjadi wadah kompetisi nasional yang memperlihatkan perkembangan industri kreatif otomotif Indonesia. Berbagai kategori perlombaan dihadirkan, mulai dari diesel contest, petrol contest, tas-tas challenge, car limbo, hingga engine rave yang menjadi magnet utama bagi ribuan pengunjung.
Kompetisi ini menampilkan beragam hasil modifikasi dari sektor mesin, kaki-kaki, hingga interior kendaraan. Penilaian dilakukan dewan juri berdasarkan kualitas pengerjaan, performa, inovasi teknis, estetika, dan konsep keseluruhan kendaraan.
Kategori street racing menjadi salah satu yang paling menarik perhatian. Kategori ini menitikberatkan pada performa mesin sekaligus kesiapan kendaraan secara teknis. Selain itu, penilaian juga dilakukan terhadap kualitas suspensi, tampilan kabin terbaik, dan kreativitas modifikasi mesin.
Pantauan di lokasi menunjukkan sebagian besar kendaraan yang tampil memiliki tingkat pengerjaan profesional dengan penggunaan material premium, teknologi modifikasi modern, serta konsep desain yang matang. Hal ini memperlihatkan bahwa modifikasi kendaraan kini berkembang menjadi bagian penting dari ekonomi kreatif nasional.
Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Firdaus, modifikator asal Palembang, yang membawa Mitsubishi Pajero dengan konsep ýÿweirtakýÿ. Konsep ini menonjolkan kebersihan dan kerapian ruang mesin, di mana seluruh kabel disembunyikan dan posisi aki dipindahkan ke dalam bodi kendaraan.
Konsep weirtak ini fokus pada kerapian mesin, jadi semua kabel disembunyikan supaya terlihat lebih clean. Aki juga dipindahkan ke dalam bodi agar ruang mesin lebih lapang dan estetik, ujar Firdaus.
Firdaus mengungkapkan bahwa total biaya modifikasi kendaraannya telah menembus angka lebih dari Rp300 juta, dengan sekitar Rp200 juta dialokasikan khusus untuk pengembangan mesin.
Kalau untuk total, sudah di atas Rp 300 juta. Mesin saja sudah habis sekitar Rp 200 juta, katanya.
Menurutnya, Turbo Clash 2026 menjadi ajang penting untuk memperlihatkan kualitas karya modifikasi sekaligus menjadi sarana belajar dari modifikator lain di tingkat nasional.
Antusias sekali, karena event seperti ini jadi tempat kita menunjukkan karya sekaligus belajar dari peserta lain. Banyak inspirasi baru yang bisa didapat, tambahnya.
Selain Firdaus, peserta lain yang turut menarik perhatian adalah Riko Rudiani, 40, modifikator yang membawa Toyota Corolla dengan fokus utama pada pengembangan interior kendaraan.
Berbeda dengan peserta lain yang menonjolkan sektor mesin, Riko memilih membangun identitas kendaraan melalui kenyamanan dan estetika kabin.
Saya lebih fokus ke interior, bagaimana mobil ini bisa nyaman dipakai, tapi juga punya tampilan yang menarik dan berbeda, ujar Riko.
Ia menjelaskan konsep interior yang diusung menggabungkan unsur elegan, kenyamanan, serta fungsi dengan penggunaan material berkualitas tinggi dan penataan ruang yang detail.
Interior itu yang paling sering kita rasakan langsung. Jadi saya ingin menghadirkan suasana yang benar-benar nyaman, tapi tetap punya karakter, katanya.
Riko menilai Turbo Clash menjadi ruang strategis bagi para modifikator untuk berekspresi sekaligus memperluas jaringan nasional.
Di sini kita bisa saling tukar ide, lihat tren terbaru, dan tentunya dapat masukan dari juri maupun komunitas, tambahnya
Hingga hari terakhir pelaksanaan, Minggu (3/5), suasana Terminal Anak Air tetap dipadati peserta dan pengunjung. Berbagai arena lomba berjalan meriah dengan antusiasme tinggi dari komunitas otomotif maupun masyarakat umum.
Kehadiran Turbo Clash 2026 juga berdampak positif bagi sektor ekonomi lokal. Sejumlah pelaku UMKM memanfaatkan momentum ini dengan membuka stan kuliner, aksesori otomotif, hingga produk kreatif lainnya.
Konsep festival yang menggabungkan otomotif, hiburan, dan ekonomi kreatif semakin lengkap dengan penampilan musik akustik serta DJ yang menjaga suasana tetap hidup sepanjang acara.
Kesuksesan penyelenggaraan Turbo Clash 2026 di Padang memperkuat posisi Sumatera Barat sebagai salah satu daerah potensial dalam pengembangan industri kreatif otomotif nasional.
Setelah Padang, rangkaian Turbo Clash 2026 dijadwalkan berlanjut ke Samarinda pada Juli dan Yogyakarta pada Oktober mendatang.
Ajang ini diharapkan terus menjadi ruang bagi modifikator Indonesia untuk berkembang, memperluas kolaborasi, serta mendorong pertumbuhan industri otomotif kreatif di tingkat nasional.
Sementara itu, perwakilan penyelenggara event nasional, Fadlika Indra Purnama, 35, menyebutkan bahwa Turbo Clash merupakan salah satu big event otomotif di Indonesia yang telah berjalan selama empat tahun.
Iven ini dirancang sebagai wadah terbuka bagi seluruh pecinta otomotif tanpa membatasi jenis kendaraan roda empat.
“Turbo Clash ini kami hadirkan sebagai big event otomotif di Indonesia yang mewadahi semua pecinta otomotif, khususnya kendaraan roda empat. Semua bisa ikut tanpa batasan konsep modifikasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rangkaian Turbo Clash 2026 dimulai dari Padang sebagai kota pembuka, kemudian berlanjut ke Samarinda, dan akan mencapai puncaknya di Yogyakarta sebagai final.
Lebih lanjut, Fadlika menyebut bahwa event ini juga menghadirkan dewan juri dari Jakarta guna menjaga kualitas penilaian, serta bekerja sama dengan berbagai komunitas otomotif di setiap daerah penyelenggaraan.
“Harapannya, iven ini bisa memotivasi anak muda untuk berkarya di dunia modifikasi. Kita juga menggandeng komunitas dan menghadirkan juri dari Jakarta agar kualitasnya tetap terjaga,” katanya. (cr7)
Editor : Adriyanto Syafril