Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tujuh Hunsela Melayu Gaduang Diserahkan kepada Korban Banjir Bandang Batu Busuk

Tandri Eka Putra • Selasa, 5 Mei 2026 | 15:10 WIB
SERAH TERIMA HUNSELA: Perwakilan donatur bersama tokoh masyarakat dan penerima manfaat berfoto usai penyerahan tujuh unit Hunian Sementara Sehat dan Layak (Hunsela) Melayu Gaduang di kawasan Lubuk Gajah, Piai Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sabtu (2/5). Hunsela ini diperuntukkan bagi korban banjir bandang Batu Busuk yang rumahnya hanyut dan rusak berat. (DOK. PRIBADI)
SERAH TERIMA HUNSELA: Perwakilan donatur bersama tokoh masyarakat dan penerima manfaat berfoto usai penyerahan tujuh unit Hunian Sementara Sehat dan Layak (Hunsela) Melayu Gaduang di kawasan Lubuk Gajah, Piai Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sabtu (2/5). Hunsela ini diperuntukkan bagi korban banjir bandang Batu Busuk yang rumahnya hanyut dan rusak berat. (DOK. PRIBADI)

 

PADEK.JAWAPOS.COM-Sebanyak tujuh unit Hunian Sementara Sehat dan Layak (Hunsela) Melayu Gaduang diserahkan kepada korban penyintas banjir bandang di kawasan Pangka Jembatan Batu Busuk, Sabtu (2/5).

Ketujuh penerima merupakan warga RT 03 RW 04 Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, yang rumahnya hanyut dan mengalami rusak berat akibat banjir bandang beberapa waktu lalu.

Hunsela tersebut dibangun di atas tanah ulayat Kaum Suku Melayu Gaduang di kawasan Lubuk Gajah, Kampuang Koto, Kelurahan Piai Tangah. Setiap unit berdiri di atas lahan berukuran 8 x 12 meter yang dihibahkan khusus untuk korban terdampak.

Baca Juga: Revolusi Trading 2026: IPOT Hadirkan UI/UX AI Real Time untuk Eksekusi Lebih Cepat dan Presisi

Pembangunan hunian sementara ini merupakan hasil kolaborasi antara donatur dari PAPDI Cabang Sumbar dan IKA Farmasi Universitas Andalas. Serah terima dilakukan oleh perwakilan donatur, Dr. dr. Saptino Miro, SpPD-KGEH FINASIM, bersama anggota DPR RI Rahmad Sholeh.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor II Universitas Andalas, Lurah Piai Tangah, serta Prof. Fauzan selaku inisiator program yang mewakili sejumlah lembaga, di antaranya Pusat Bencana Unand, IKA Unand, Asosiasi Perempuan Bencana Sumbar, dan Karang Taruna Kelurahan Kapalo Koto.

Perwakilan penerima manfaat, Safril selaku ninik mamak Kaum Suku Melayu Gaduang, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. “Hunsela ini sangat berarti bagi kami. Terima kasih kepada seluruh donatur, inisiator, dan pemerintah,” ujarnya.

Baca Juga: Diduga Cabuli Penumpang, Sopir Travel Diamankan Polres Agam

Pembangunan Hunsela dilakukan secara gotong royong selama 32 hari, mulai 26 Maret hingga 26 April 2026. Setiap unit dilengkapi dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, kamar mandi, serta fasilitas listrik dan air bersih.

Salah seorang inisiator, Prof. Herwina, menyebut program pembangunan Hunsela akan terus dilanjutkan. Hingga saat ini, total 23 unit telah dibangun di sejumlah lokasi, dan direncanakan penambahan 16 unit lagi di kawasan Rimbo Panjang, Batu Busuk.(tep)

Editor : Novitri Selvia
#Melayu Gaduang #banjir bandang #HUNSELA #Batu Busuk