PADEK.JAWAPOS.COM -- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang menyiapkan rekayasa arus lalu lintas untuk mendukung pelaksanaan revitalisasi Pasar Raya Padang. Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi dampak penutupan sejumlah ruas jalan yang berada di kawasan pusat perdagangan terbesar di ibu kota Provinsi Sumatera Barat tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Yudi Indra Syani, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perdagangan, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terkait pengaturan lalu lintas selama proses pembangunan berlangsung.
” Beberapa ruas jalan akan ditutup untuk mendukung pekerjaan revitalisasi. Karena itu kami sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas, baik untuk kendaraan pribadi maupun angkutan kota,” ujar Yudi.
Ia menjelaskan, ruas jalan yang akan ditutup meliputi kawasan depan Sentral Pasar Raya (SPR) hingga Air Mancur, Jalan Pasar Raya menuju Air Mancur, serta Jalan M. Yamin mulai dari depan Fase VII hingga kawasan Air Mancur.
Menurut Yudi, kendaraan yang selama ini melintasi kawasan Air Mancur akan dialihkan ke sejumlah jalur alternatif yang telah disiapkan. Rekayasa lalu lintas tersebut dirancang agar aktivitas perdagangan dan mobilitas masyarakat tetap berjalan meskipun proses revitalisasi sedang berlangsung.
Khusus untuk angkutan kota yang menuju arah utara, kendaraan dari Jalan M. Yamin akan diarahkan masuk melalui sisi samping Masjid Taqwa Muhammadiyah menuju kawasan Ikatan Warga Pasar (IWAP). Lokasi tersebut untuk sementara akan difungsikan sebagai titik transit sekaligus tempat naik dan turun penumpang.
” IWAP ini nantinya menjadi cikal bakal terminal angkot yang akan dibangun. Untuk sementara kita manfaatkan dulu sebagai lokasi transit dan naik turun penumpang,” jelasnya.
Dari kawasan IWAP, angkutan kota selanjutnya akan keluar menuju jalan belakang pertokoan dan kawasan belakang Inpres. Sementara kendaraan yang menuju kawasan Taman Melati akan diarahkan melewati Jalan Ponegoro sebelum kembali ke trayek masing-masing.
Yudi menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas tersebut tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap sejumlah trayek lainnya. Angkutan kota jurusan Bayur maupun Indarung tetap beroperasi seperti biasa karena tidak melintasi ruas jalan yang terdampak penutupan.
Untuk kendaraan pribadi, akses menuju Pasar Raya Padang juga tetap tersedia melalui sejumlah ruas jalan lain yang tidak termasuk dalam area pekerjaan revitalisasi.
Sebelum kebijakan penutupan jalan diberlakukan, Dishub Kota Padang akan melakukan sosialisasi kepada para pengemudi angkutan kota melalui Organisasi Angkutan Darat (Organda). Informasi terkait perubahan arus lalu lintas juga akan disebarluaskan melalui media sosial dan media massa agar masyarakat dapat menyesuaikan perjalanan mereka.
” Kami akan sosialisasikan terlebih dahulu kepada pengemudi angkot dan masyarakat. Jadi saat pembangunan dimulai, warga sudah mengetahui ruas jalan mana yang ditutup dan jalur alternatif yang bisa digunakan,” kata Yudi.
Selain melakukan sosialisasi, Dishub Kota Padang juga akan menempatkan petugas di sejumlah titik strategis untuk membantu mengarahkan pengendara serta memastikan pelaksanaan rekayasa lalu lintas berjalan sesuai rencana.
Yudi mengajak masyarakat untuk mendukung pelaksanaan revitalisasi Pasar Raya Padang yang bertujuan meningkatkan kenyamanan, memperbaiki infrastruktur, dan mempercantik kawasan perdagangan utama Kota Padang.
” Kami mohon pengertian masyarakat. Mungkin selama proses pembangunan ada sedikit gangguan akses menuju Pasar Raya, tetapi kawasan ini tetap bisa dikunjungi melalui jalur-jalur yang telah kami siapkan,” tutupnya. (yud)
Editor : Adriyanto Syafril