Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Revitalisasi Pasar, Angkot-Kendaraan Pribadi Dialihkan

Suyudi Adri Pratama • Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:05 WIB
Suasana kawasan Pasar Raya Padang yang akan menjalani revitalisasi selama lebih dari enam bulan mulai 22 Juni 2026 untuk peningkatan fasilitas perdagangan dan ruang publik. (wikipedia)
Suasana kawasan Pasar Raya Padang. (DOK PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang menyiapkan rekayasa arus lalu lintas untuk mendukung pelaksanaan revitalisasi Pasar Raya Padang. Langkah ter­sebut dilakukan guna mengantisipasi dampak penutupan sejumlah ruas jalan yang berada di kawasan pusat perdagangan terbesar di ibu kota Provinsi Su­matera Barat tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Pa­dang, Yudi Indra Syani, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perdagangan, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terkait pengaturan lalu lintas selama proses pembangunan berlangsung.

” Beberapa ruas jalan akan ditutup untuk mendukung pekerjaan revitalisasi. Karena itu kami sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas, baik untuk kendaraan pribadi maupun angkutan kota,”  ujar Yudi.

Ia menjelaskan, ruas ja­lan yang akan ditutup meliputi kawasan depan Sentral Pasar Raya (SPR) hingga Air Mancur, Jalan Pasar Raya menuju Air Mancur, serta Jalan M. Yamin mulai dari depan Fase VII hingga kawasan Air Mancur.

Menurut Yudi, kenda­raan yang selama ini melintasi kawasan Air Mancur akan dialihkan ke sejumlah jalur alternatif yang telah disiapkan. Rekayasa lalu lintas tersebut dirancang agar aktivitas perdagangan dan mobilitas masyarakat tetap berjalan meskipun proses revitalisasi sedang berlangsung.

Khusus untuk angkutan kota yang menuju arah utara, kendaraan dari Jalan M. Ya­min akan diarahkan masuk melalui sisi samping Masjid Taqwa Muhammadiyah me­nuju kawasan Ikatan Warga Pasar (IWAP). Lokasi tersebut untuk sementara akan difungsikan sebagai titik tran­sit sekaligus tempat naik dan turun penumpang.

” IWAP ini nantinya menjadi cikal bakal terminal angkot yang akan dibangun. Untuk sementara kita manfaatkan dulu sebagai lokasi transit dan naik turun penumpang,”  jelasnya.

Dari kawasan IWAP, angkutan kota selanjutnya akan keluar menuju jalan belakang pertokoan dan kawasan belakang Inpres. Sementara kendaraan yang menuju kawasan Taman Melati akan diarahkan melewati Jalan Ponegoro sebelum kembali ke trayek masing-masing.

Yudi menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas tersebut tidak akan memberikan dam­pak signifikan terhadap sejumlah trayek lainnya. Angkutan kota jurusan Bayur maupun Indarung tetap be­roperasi seperti biasa karena tidak melintasi ruas jalan yang terdampak penutupan.

Untuk kendaraan pribadi, akses menuju Pasar Raya Padang juga tetap tersedia melalui sejumlah ruas jalan lain yang tidak termasuk da­lam area pekerjaan revitalisasi.

Sebelum kebijakan pe­nutupan jalan diberlakukan, Dishub Kota Padang akan melakukan sosialisasi kepada para pengemudi angkutan kota melalui Organisasi Angkutan Darat (Organda). Informasi terkait perubahan arus lalu lintas juga akan disebarluaskan melalui media sosial dan media massa agar masyarakat dapat menyesuaikan perjalanan mereka.

” Kami akan sosialisasikan terlebih dahulu kepada pengemudi angkot dan ma­syarakat. Jadi saat pembangunan dimulai, warga sudah mengetahui ruas jalan mana yang ditutup dan jalur alternatif yang bisa digunakan,”  kata Yudi.

Selain melakukan sosialisasi, Dishub Kota Padang juga akan menempatkan pe­tugas di sejumlah titik strategis untuk membantu mengarahkan pengendara serta me­mastikan pelaksanaan rekayasa lalu lintas berjalan sesuai rencana.

Yudi mengajak ma­sya­rakat untuk mendukung pelaksanaan revitalisasi Pasar Raya Padang yang bertujuan meningkatkan kenyamanan, memperbaiki infrastruktur, dan mempercantik kawasan perdagangan utama Kota Padang.

” Kami mohon pengertian masyarakat. Mungkin selama proses pembangu­nan ada sedikit gangguan akses menuju Pasar Raya, tetapi kawasan ini tetap bisa dikunjungi melalui jalur-jalur yang telah kami siapkan,”  tutupnya. (yud)

Editor : Adriyanto Syafril
#Revitalisasi Pasar Raya Padang