Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kemendagri Verifikasi 13 Nagari Persiapan di Agam

Silvina Fadhilah • Sabtu, 18 April 2026 | 10:59 WIB
Sekretaris Daerah Agam Muhammad Lutfi AR menyambut kunjungan tim verifikasi dari Kemendagri, Rabu (15/4). (DOK AMC)
Sekretaris Daerah Agam Muhammad Lutfi AR menyambut kunjungan tim verifikasi dari Kemendagri, Rabu (15/4). (DOK AMC)

PADEK.JAWAPOS.COM - Harapan masyarakat di 13 nagari persiapan di Kabupaten Agam untuk memperoleh status definitif kembali menguat setelah bertahun-tahun menanti kepastian.

Secara perlahan, proses yang sempat berjalan panjang itu kini menunjukkan perkembangan baru. Hal tersebut ditandai dengan kedatangan tim verifikasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ke Kabupaten Agam pada Rabu (15/4).

Kunjungan tim disambut jajaran Pemerintah Kabupaten Agam yang diwakili Sekretaris Daerah Dr Mhd Lutfi, didampingi Asisten I Setkab Agam Yunilson, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Handria Asmi, Camat Lubukbasung, serta para wali nagari persiapan.

Suasana pertemuan berlangsung penuh harapan. Bagi masyarakat, momen ini menjadi sinyal penting setelah penantian panjang selama enam hingga tujuh tahun.

Kepala Subdirektorat Fasilitasi Penataan Wilayah Desa  (Kemendagri) sekaligus Ketua Tim Verifikasi Pusat Andi Yuliarmiangsyah Razmi menegaskan seluruh usulan pemekaran nagari tetap akan diproses, namun melalui tahapan seleksi yang ketat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Kita akan lakukan secara selektif dan diproses sesuai ketentuan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, nagari persiapan yang telah memenuhi persyaratan administrasi selanjutnya akan masuk ke tahap klarifikasi akhir di tingkat pusat. Pada tahap tersebut, pemerintah daerah akan dihadirkan guna memastikan kelayakan nagari untuk ditetapkan sebagai nagari definitif.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Agam Mhd Lutfi menyebut proses pendefinitifan ini merupakan harapan lama masyarakat yang hingga kini terus diperjuangkan pemerintah daerah.

Menurut dia, sebanyak 13 nagari persiapan yang sedang diverifikasi saat ini merupakan usulan tahap kedua yang diajukan pada 2018 dan 2019. Sebelumnya, pada tahap pertama, 10 nagari telah berhasil ditetapkan menjadi nagari definitif.

“Ini menjadi harapan besar bagi masyarakat. Kita berharap kunjungan tim verifikasi ini dapat mempercepat proses hingga terbitnya kode desa untuk nagari persiapan,” katanya.

 

Penantian panjang tersebut, lanjut Lutfi, bukan tanpa konsekuensi. Status sebagai nagari persiapan yang telah berlangsung selama enam hingga tujuh tahun ikut memengaruhi optimalisasi pelayanan pemerintahan, termasuk dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nagari (APB Nagari).

Adapun 13 nagari persiapan tersebut tersebar di tiga kecamatan. Di Kecamatan Lubukbasung, Nagari Persiapan meliputi Paritpanjang, Kandih, Sangkir, Surabayo, dan Sungaijariang.

Sementara di Kecamatan Palembayan, terdapat Tigo Koto Silungkang Timur. Kemudian di Kecamatan Tilatang Kamang, meliputi Koto Tangah Sidang Koto Laweh, Koto Tangah Malintang, Koto Tangah Tujuah Nagari, Koto Tangah Lamo, Gadut Barat, Gadut Timur, dan Arokandikia.

Bagi masyarakat di 13 wilayah itu, kunjungan tim verifikasi bukan sekadar agenda administratif. Lebih dari itu, menjadi penanda bahwa harapan lama menuju nagari definitif masih terus menyala. (cr1)

Editor : Adriyanto Syafril
#nagari