Dari hasil tinjauannya tersebut, Gubri memastikan bahwa Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang sudah bisa digunakan masyarakat untuk mudik mulai pagi ini (26/4) pukul 08.00. ”Mulai besok sudah bisa dilalui, jam 08.00 sampai 16.00. Untuk satu arah yakni dari Pekanbaru menuju Bangkinang saja,” katanya.
Meskipun jalan tol sudah dibuka, namun Gubri tetap mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati. Terutama, mengenai batas kecepatan yang ditetapkan yakni 60 km per jam.
”Jadi tetap harus berhati-hati, patuhi aturan yang sudah dibuat. Maksimal 60 km per jam,” imbaunya. Untuk sementara ini, jalan tol tersebut hanya akan dibuka untuk kendaraan golongan satu atau minibus.
Sedangkan untuk kendaraan besar belum diperkenankan. ”Untuk sementara hanya dibuka bagi kendaraan golongan satu, seperti kendaraan pribadi atau minibus,” ujarnya.
Pada masa uji coba tersebut, masyatakat yang akan melintasi jalan tol belum dikenakan biaya atau masih gratis. Namun untuk masuk ke jalan tol, masyatakat tetap harus menggunakan kartu tol atau e-money.
”Masih gratis, tapi tetap harus menggunakan e-money. Sama seperti ketika ujicoba jalan tol Pekanbaru-Dumai,” sebutnya.
Pada kesempatan tersebut, Gubri juga mengatakan untuk memperlancar arus mudik, pihaknya juga terus melakukan perbaikan jalan-jalan rusak yang ada.”Jalan rusak juga jadi perhatian kami, baik jalan provinsi dan nasional. Nanti kita bahas dengan Dinas PUPR dan termasuk dengan balai jalan nasional,” ujarnya.
Terkait jalan rusak, Gubri mengatakan, jika ia sudah meminta Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas PUPR-PKPP Riau untuk siaga selama mudik lebaran. ”Saya juga sudah bilang bahwa UPT Dinas PUPR-PKPP Riau juga sudah standby, terutama peralatan dan material yang terpenting. Supaya nanti jalan provinsi yang rusak (berlubang) bisa segera ditutup, agar tidak membahayakan pengendara saat mudik lebaran,” jelasnya.
”Kemudian saya juga sudah minta ke balai jalan nasional, untuk menutup jalan-jalan nasional yang berlubang. Karena kita lihat ada juga jalan nasional yang berlubang-lubang, terutama di daerah Rohil,” sambungnya.
Sedangkan terkait pengamanan, Gubri mengaku semua pihak sudah siap. Bahkan Polda Riau sudah mendirikan posko-posko pengamanan mudik. ”Kami juga didukung oleh pak Danrem, yang memerintahkan para Koramil untuk menyiapkan posko, sebagai posko tambahan selain posko yang sudah disiapkan oleh pak Kapolda Riau,” ujarnya.
Tol Pekanbaru-Bangkinang merupakan koridor pendukung atau sirip dari ruas tol Pekanbaru-Padang sepanjang 254 kilometer. Sedangkan untuk tol Pekanbaru-Bangkinang memiliki main road sepanjang 40 km.
Tol ini memiliki enam jembatan dan dua rest area. Jarak dari Pekanbaru-Bangkinang jika melewati jalan nasional adalah sekitar 58,8 km dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 40 menit. Sedangkan jarak tempuh tol Pekanbaru-Bangkinang 30 sampai 45 menit.
Sedangkan untuk Tol Pekanbaru-Padang terdiri dari enam seksi yaitu Seksi I Padang-Sicincin (36,15 km), Seksi II Sicincin-Bukittinggi (38 km), Seksi III Bukittinggi-Payakumbuh (34 km), Seksi IV Payakumbuh-Pangkalan (58 km), Seksi V Pangkalan-Bangkinang (56 km) dan Seksi VI Bangkinang-Pekanbaru (40 km).
Sebelum dibuka secara resmi, pengelola tol telah meminta pemudik untuk tidak melanggar aturan. Project Director Tol Pekanbaru-Bangkinang PT Hutama Karya (Persero), Bambang Eko didampingi Engineering Manager Tol Pekanbaru–Bangkinang Muhammad Razi mengatakan, jika jalan tol tersebut sudah dapat dimanfaatkan nanti, maka masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu serta ketentuan yang sudah dibuat oleh pihak jalan tol. ”Masyarakat diharapkan tidak melanggar ketentuan yang telah dibuat,” ujar Bambang Eko, Selasa (19/4) lalu. (sol/jpg) Editor : Novitri Selvia