Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Nama Nagita Disebut dalam Dialog Masyarakat Minang Bersatu di Jawa Barat

padek • Senin, 30 Mei 2022 | 07:51 WIB
Photo
Photo

Kehadiran orang Minang di manapun berada selalu memiliki semangat untuk menyatukan segala perbedaan. Bahkan, sejarah mencatat banyak tokoh nasional asal Minang yang berkontribusi menyatukan perbedaan dan keragaman mewujudkan Indonesia merdeka bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Hal itu disampaikan Gubernur Sunatera Barat Mahyeldi Ansharullah di sela kunjungan menghadiri Halal Bihalal dan Silaturahmi Perantau Minang di Grand Hotel Asrilia Bandung, Jawa Barat (Jabar), Minggu (29/5/2022).


Pada Halal Bihalal dan silaturahmi bertema "Masyarakat Minang Bersatu" ini, Mahyeldi juga menegaskan prinsip, karakter dan konsistensi orang Minang dalam menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan NKRI. "Kelangsungan kejayaan Indonesia merupakan bahagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Minang," tegasnya.


Ketua Gebu Minang Jawa Barat Asril Das sebagai penggagas acara ini menyampaikan keprihatinan terhadap dinamika perbedaan pendapat dan tumbuhnya berbagai nama kelompok kepengurusan perantau Minang di berbagai daerah di Indonesia.


"Saat ini ada kerisauan atas pertentangan dan perbedaan pikiran-pikiran yang berkembang sesama orang Minang. Kita ingin semua kembali dapat bersatu tanpa melihat latar belakang, profesi, aktivitas atau kelompok. Bersatu dalam memajukan pembangunan ranah Minang (Sumatera Barat) agar dapat lebih baik dari pembangunan daerah-daerah lain. Jangan perbedaan ini menjadikan kita mundur dan kalah bersaing," ungkapnya.


Asril Das menyakinkan, perantau Minang dari Jawa Barat membangun kembali semangat Minang Bersatu yang diharapkan nanti juga diikuti oleh dunsanak perantau di provinsi atau daerah lainnya di Indonesia.


"Begitu pentingnya acara ini, sehingga gubernur Sumbar Buya Mahyeldi hadir bersama rombongan beberapa kepala OPD terkait dalam meningkatkan sinergitas antara rantau dan ranah terjalin lebih padu dalam mewujudkan kebaikan kemajuan Sumatera Barat," ungkapnya.


Anggota DPD RI Aliman Sori dalam dialog Halal Bihalal itu menyampaikan, tidak usah risau pada tumbuh berkembangnya kelompok perantau Minang di tanah air karena berhimpun dan kemerdekaan menyampaikan pendapat itu dibolehkan oleh Undang-Undang Dasar.


"Dalam konteks ini tidak ada yang salah, karena orang Minang itu terbiasa hidup dalam kemajemukan. Namun menyamakan prinsip satu tujuan memajukan tanah ranah Sumbar sebagai tekad yang perlu diwujudkan bersama. Segala perbedaan dan keragaman itu merupakan potensi kekuatan besar untuk bersatu memajukan ranah Minang," tukasnya dalam dialog yang juga dihadiri Anggota DPR RI John Kennedy Azis.


Sementara itu, Kepala Bappeda Medi Iswandi dalam acara dialog menyampaikan bahwa kita mengetahui begitu banyak potensi anak-anak Minang yang berhasil sesuai kemajuan saat ini.


Karena itu, pemprov berharap semangat anak-anak Minang sekarang generasi ketiga,  bagaimana semangat rasa keminangannya sama dengan generasi pertama.


"Kita perlu kumpulkan anak-anak Minang yang berhasil ini sebagai potensi besar memajukan Sumbar. Kita tahu Nagita Slavina, istri dari Raffi Ahmad, telah kembali ke kampung halamannya, berinvestasi memajukan Sumbar (mendirikan Marawa Beach Club, red). Ini sebuah pertanda bahwa anak-anak Minang tak melupakan kampung halaman keluarganya," ujarnya.


Dijelaskan Medi, pada zaman kemerdekaan Sumbar punya M. Hatta, Yamin, Tan Malaka, Syahrir dan banyak lagi tokoh lainnya. "Di era digital, kita punya Nagita Slavina, Atta Halilintar, Irman (ruang guru), Ferry Traveloka dan uda Dony Oskaria sang motivator dan pengarah milenial yang juga Co-Founder RANS Entertainment serta banyak lagi. Jadi, Minang tidak pernah kekurangan SDM. Setiap era, anak-anak Minang selalu berkiprah di pentas nasional dan dunia sesuai zamannya," jelas mantan Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang ini.


Medi mengaku juga meneruskan ide dari Tun Sri Rais Yatim. Dia mengingatkan anak-anak Minang yang lahir di perantauan, ketika beranjak remaja agar dikirim ke kampung halaman saat liburan, selama 2 atau 3 minggu. Kemudian, menginap di desa-desa wisata yang masih kuat kulturnya. "Ini dilakukan agar menumbuhkembangkan cintanya pada tanah leluhurnya," tambah Medi.


Menurutnya, kemajuan Sumbar tak akan lepas dari peran perantau dan berbagai stakeholder dalam mengembangan potensi daerah yang ada untuk tingkatkan kesejahteraan  masyarakat.


"Saat ini ada beberapa persoalan cukup mendasar yang perlu perhatian kita bersama. Pertama persoalan pengembangan SDM,  daerah lain lebih cepat peningkatannya. Kedua, soal implementasi filosafi ABS-SBK yang belum sesuai yang diharapkan. Ketiga, potensi pertanian yang belum tergarap maksimal, dan keempat soal tinggi biaya penanganan perilaku kenakalan generasi muda seperti balapan liar dan perilaku nakal lainnya," ujarnya.(rel)

Editor : padek
#Masyarakat Minang Bersatu #gubernur sumbar #Asril Das #Gebu Minang Jawa Barat #alirman sori #nagita slavina #raffi ahmad #marawa beach club #gebu minang #Mahyeldi #Kepala Bappeda Medi Iswandi