Presiden Prabowo menegaskan bahwa di tengah ketidakpastian global, Indonesia harus segera mencapai swasembada pangan.
Menurutnya, saat terjadi krisis global, negara-negara akan memprioritaskan kebutuhan domestik mereka, sehingga tidak dapat mengandalkan impor pangan.
"Karena itu, tidak ada jalan lain. Dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, kita harus mencapai ketahanan pangan. Kita harus mampu memproduksi dan memenuhi kebutuhan pangan seluruh rakyat Indonesia," tegas Presiden.
Ia juga optimistis dalam empat hingga lima tahun mendatang, Indonesia tidak hanya akan swasembada pangan, tetapi juga berpotensi menjadi lumbung pangan dunia.
"Saya sudah mempelajari bersama pakar-pakar yang membantu saya. Saya yakin, paling lambat empat sampai lima tahun kita akan swasembada pangan. Bahkan, kita siap menjadi lumbung pangan dunia," tambahnya.
Selain pangan, Prabowo juga menekankan pentingnya swasembada energi.
Ia meyakini, dengan memanfaatkan kekayaan alam Indonesia, seperti kelapa sawit, singkong, tebu, sagu, serta sumber daya energi seperti geotermal dan batu bara, Indonesia bisa mencapai kemandirian energi.
"Pemerintah yang saya pimpin nanti akan fokus untuk mencapai swasembada energi. Kita juga harus mengelola sumber daya air dengan baik. Alhamdulillah, kita punya sumber air yang cukup dan teknologi untuk menghasilkan air yang murah serta bisa memenuhi kebutuhan kita," jelasnya.
Prabowo juga menyentuh isu kesejahteraan rakyat. Ia menekankan pentingnya subsidi yang tepat sasaran dengan pemanfaatan teknologi digital.
Selain itu, ia berkomitmen memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan makanan bergizi yang layak, setidaknya satu kali sehari.
"Anak-anak kita harus bisa makan bergizi minimal satu kali sehari, dan itu bisa kita lakukan," tegasnya.
Dalam sektor ekonomi, Prabowo menggarisbawahi pentingnya hilirisasi komoditas untuk meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Ia menegaskan bahwa peningkatan nilai tambah komoditas akan memperkuat ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
"Nilai tambah dari semua komoditas harus menambah kekuatan ekonomi kita sehingga rakyat bisa mencapai tingkat hidup yang sejahtera," ungkapnya.
Terkait pemberantasan korupsi, Presiden Prabowo menyatakan komitmennya untuk memperbaiki sistem dan menegakkan hukum dengan tegas.
Ia menekankan bahwa upaya pemberantasan korupsi harus dimulai dari pemimpin tertinggi.
"Ada pepatah yang mengatakan, 'kalau ikan busuk, busuknya mulai dari kepala'. Semua pejabat dari eselon tertinggi harus memberi contoh dalam menjalankan pemerintahan yang bersih," pungkasnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto