Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

UPT SD Negeri 04 Lawang Mandahiling: Pembiasaan Disiplin Positif, Bangun Karakter Siswa

Zulkarnaini Padek • Jumat, 14 Maret 2025 | 19:30 WIB
Reni Susanti, S.Pd.I, GURU UPT SDN 04 LAWANG MANDAHILING.(TIM LAMAN GURU)
Reni Susanti, S.Pd.I, GURU UPT SDN 04 LAWANG MANDAHILING.(TIM LAMAN GURU)

PADEK.JAWAPOS.COM-Disiplin positif adalah aspek penting dalam pembentukan karakter siswa. Dengan menciptakan disiplin yang positif, siswa dapat mengembangkan manajemen waktu, bekerja bersama dan mengelola emosi.

Oleh karena itu, kebiasaan disiplin aktif di kelas 5 sangat penting untuk dilakukan. Kelas 5 merupakan tahap transisi siswa dari masa kanak -kanak menuju pada tahap anak remaja. Saat ini, siswa mulai mengembangkan pemikiran serius dan membuat keputusan. 

Namun, mereka juga membutuhkan saran dan bimbingan untuk mengembangkan disiplin yang positif. Tujuan dari pembiasaan disiplin positif di kelas 5 adalah untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan untuk:

1) Mengatur waktu dengan baik. 2) Bekerja sama dalam tim. 3) Menggunakan bahasa yang baik dan sopan. 4) Mengelola emosi dengan baik.

Pembiasaan disiplin positif di kelas 5 dapat dilakukan dengan beberapa metode, antara lain, 1) Pembukaan pelajaran dengan berdoa dan menyanyikan lagu nasional. 2) Pengaturan waktu dengan membuat jadwal harian dan mingguan. 3) Kerja kelompok untuk menyelesaikan tugas dan proyek.

4) Penggunaan bahasa yang baik dan sopan dalam berinteraksi dengan guru dan teman. 5) Pengelolaan emosi dengan melakukan teknik relaksasi dan meditasi.

Salah satu penerapan disiplin positif yang telah dilakukan di kelas 5 adalah saat pembelajaran Matematika. Dalam pembelajaran penerapan disiplin positif terdapat tiga pemahaman bermakna dengan fokus perilaku masing yaitu:

Fokus perilaku 1, Guru melakukan refleksi dinamika kelas untuk menerapkan kesepakatan kelas. Focus perilaku 2, Guru melakukan penguatan positif terhadap perilaku yang sesuai atau mendukung kesepakatan kelas.

Focus perilaku 3 : Guru memfasilitasi pesrta didik menyadari konsekuensi dan memperbaiki perilaku melanggarnya/restitusiFokus Perilaku I

Pada fokus perilaku pertama guru melakukan refleksi dinamika kelas untuk menerapkan kesepakatan kelas dengan cara peserta didik memulai pembelajaran dengan berdoa, mengecek kerapian dan kebersihan kelas, melakukan presensi dan menyanyikan lagu

“Dari Sabang Sampai Merauke”. Kemudian guru menunjukkan kesediaan mendengarkan pandangan peserta didik tentang dinamika kelas lalu peserta didik menerima apersepsi dari guru dan peserta didik meneri pertanyaan pementik dari guru.

Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang tujuan kegiatan pembelajaran hari. Kemudian guru mengajak pesrta didik melakukan refleksi dinamika kelas mengacu kesepakatan kelas.

Guru menyampaikan sebelum memulai pelajaran siswa akan melihat bersama bagaimana dinamika kelas yang dijalankan. Guru mengingatkan apa saja kesepakatan kelas yang sudah dibuat bersama

Fokus perilaku ke dua yaitu guru melakukan penguatan positif terhadap perilaku yang sesuai atau mendukung kesepakatan kelas diantaranya mengorientasi peserta didik pada masalah, mengorganisasikan peserta didik untuk belajar dan membimbing penyelidikan individu maupun kolompok.

Dalam mengorientasi peserta didik pada masalah peserta didik menimak vidio pembelajaran dengan materi yang akan dipelajari yaitu materi tentang “sudut”.

Kemudian pesrte didik melakukan tanya jawab setelah menyimak video pembelajaran. Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang jenis-jenis sudut dan cara mengukur sudut. Peserta didik menyebutkan jenis-jenis sudut dengan ukurannya.

Selanjutnya, Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar. Guru mendemonstrasikan cara mengukur sudut suatu benda. Peserta didik dibagi kebeberapa kelompok. Secara heterogeny dengan menghiting angka 1 sampai 3 kemudian diulang menbali.

Peserta didik dengan angka yang sama bergabung menjadi 1 kelompok Dalam membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, siswa bersama dengan anggota kelompoknya mencari benda-benda yang sudah ditempel dengan angka yang ada di dalam kelas dan diluar kelas.

Guru mengajak siswa mencari benda-benda yang memiliki sudut di sekitar kita dan mengukurnya dengan menggunakan busur derajat. Guru memantau keterlibatan murid dalam proses penyelidikan kelompok

Pada fokus Perilaku 3 terdapat dalam kegiatan penutup. Guru memfasilitasi peserta didik menyadari konsekuensi dan memperbaiki perilaku melanggarnya / restitusi).

Dalam hal ini ada dua kegiatan yang akan terlihat yaitu mengembangkan dan menyajikan hasil karya dan menganalisis serta mengevaluasi proses pemecahan masalah.

Saat mengembangkan dan menyajikan hasil karya, peserta didik bersama anggota kelompoknya mempersiapkan dan menyusun hasil karyanya yang akan dipresentasikan. peserta didik menerima petunjuk dari guru tentang poeraturan urutan presentasi.

Peserta didik mempresentasikan hasil karyanya. Selanjutnya menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, peserta didik dan kelompok lain memberikan tanggapan kepada kelompok yang telah presentasi.

Peserta didik Bersama murid menarik Kesimpulan. Peserta didik menerima penguatan dari guru. Guru memberikan pujian terhadap perilaku peserta didik yang sesuai kesepakatan kelas.

Guru menyampaikan, “sebelum kita berefleksi, ibu ingin memberikan pujian kepada seluruh kelas atas kerja keras dan kedisiplinan yang telah dituntukkan hari ini.

Semua siswa sudah menunjukkan kesadaran yang luar biasa terhadap aturan-aturan kelas. Terima kasih atas kerjasamanya) terimaksih kepada (nama peserta didik) atas dedikasinya dalam menjaga kebersihan kelas.

Ibu melihat bahwa kamu selalu membersihkan meja dan mengatur buku dengan rapi setiap hari. Tindakanmu membantu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan teratur untuk kita semua”.
Pesrta didik menyimpulkan materi pembelajaran.

Peserta didik menerima soal evaluasi individu dan mengerjakannya. Peserta didik mengumpulkan soal evaluasi yang telah dijawab. Guru memberikan lembar refleksi dan meminta peserta didik untuk menuliskan dengan jujur.

“Apakah kalian melanggar kesepakan yang telah kita buat?” Guru mendengarkan sudut pandang peserta didik terhadap perilaku melanggarnya. “Sekarang tulis dikertas stiky note, mengapa kalian masih melanggarnya?” dan terakhir peserta didik menerima apresiasi dan motivasi dari guru.

Pembiasaan disiplin positif di kelas 5 telah menunjukkan hasil yang positif. Siswa telah menunjukkan kemampuan untuk mengatur waktu, bekerja sama, dan mengelola emosi dengan baik.

Mereka juga telah menunjukkan peningkatan dalam prestasi akademik dan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain. Disiplin aktif di kelas 5 adalah aspek penting dalam pembentukan karakter siswa.

Dengan menciptakan disiplin yang positif, siswa dapat mengembangkan manajemen waktu, bekerja bersama dan mengelola emosi. Oleh karena itu, kebiasaan disiplin positif di kelas 5 sangat penting untuk diterapkan. (Reni Susanti, S.Pd.I, GURU UPT SDN 04 LAWANG MANDAHILING)

Editor : Novitri Selvia
#UPT SD Negeri 04 Lawang Mandahiling #Disiplin Positif #Reni Susanti #karakter siswa