Gerak cepat PLN dalam menangani kondisi darurat ini menuai apresiasi dari berbagai pihak, terutama penyelenggara layanan publik vital.
Salah satu pihak yang menyampaikan apresiasi adalah Direktur Utama RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar, dr. I Wayan Sudana, M.Kes. Ia memuji kecepatan komunikasi dan penanganan dari tim PLN sehingga operasional rumah sakit tetap berjalan tanpa hambatan.
“Komunikasinya sangat cepat. Begitu padam, staf kami langsung berkoordinasi dan tak lama kemudian listrik kembali menyala. Genset kami hanya sempat aktif sebentar saja, karena langsung di-cover oleh PLN. Kami sangat berterima kasih karena pelayanan rumah sakit bisa tetap berjalan tanpa gangguan,” jelas Wayan Sudana.
Hal senada juga disampaikan General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Ngurah Rai Bali, Ahmad Syaugi Shahab. Ia menyebut bahwa layanan bandara tetap berjalan normal karena sistem backup PLN dan bandara berfungsi optimal.
“Proses padamnya listrik di bandara alhamdulillah tidak berdampak signifikan karena penumpang tetap bisa terlayani dengan baik,” ungkapnya.
Darmawan Prasodjo mengungkapkan bahwa gangguan bermula dari sistem kabel bawah laut yang menghubungkan Jawa dan Bali.
Gangguan ini menyebabkan tegangan di sistem Bali turun drastis hingga nol volt, yang berdampak pada keluarnya sejumlah pembangkit listrik utama dari sistem.
“Pembangkit seperti PLTDG Pesanggaran, PLTGU Pemaron, PLTU Celukan Bawang, dan PLTG Gilimanuk langsung keluar dari sistem,” jelas Darmawan.
Meski gangguan cukup signifikan, PLN mengerahkan ratusan personel untuk pemulihan sistem. Dalam waktu sekitar 30 menit, pasokan listrik mulai kembali masuk secara bertahap. Hingga pukul 21.00 WITA, sekitar 60 persen sistem sudah pulih, dan pada pukul 24.00, mencapai 80 persen.
“PLTU memang butuh waktu lebih lama untuk kembali sinkron, tetapi pada Sabtu pukul 03.30 WITA, sistem listrik di Bali telah pulih 100 persen. Kurang dari 12 jam, sistem kembali normal sepenuhnya,” tambahnya.
Darmawan juga menyampaikan permohonan maaf kepada sekitar 1,8 juta pelanggan dan para stakeholder atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan, sembari mengapresiasi dukungan dan pengertian yang diberikan masyarakat Bali.
“Selama proses gangguan, PLN memastikan objek vital tetap berfungsi. Bandara Ngurah Rai hanya mengalami kedip singkat sebelum backup aktif. Rumah sakit besar seperti RSUP Ngoerah, RS Bali Mandara, BIMC, RS Siloam, hingga RS Surya Husadha tetap beroperasi tanpa hambatan signifikan,” tegas Darmawan.
Dengan langkah cepat, sistematis, dan dukungan semua pihak, PLN menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan pasokan listrik yang andal dan responsif, bahkan di tengah situasi darurat.(*)
Editor : Hendra Efison