Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Insiden Fatal di Lap Terakhir GP Azerbaijan: Sainz dan Perez Tabrakan Hebat

Heri Sugiarto • Senin, 16 September 2024 | 14:08 WIB

Carlos Sainz dan Sergio Perez menabrak tembok di akhir Grand Prix Azerbaijan. (Foto: Dailymail)
Carlos Sainz dan Sergio Perez menabrak tembok di akhir Grand Prix Azerbaijan. (Foto: Dailymail)
PADEK.JAWAPOS.COM-Grand Prix Azerbaijan berakhir penuh drama dengan kecelakaan hebat yang melibatkan pebalap Red Bull, Sergio Perez, dan Carlos Sainz dari Ferrari, hanya satu lap sebelum balapan berakhir, Minggu (15/9/2024).

Insiden ini terjadi saat kedua pebalap tengah memperebutkan posisi ketiga, dan menyebabkan keduanya menabrak dinding dalam kecepatan tinggi, menghancurkan peluang untuk naik podium.

Sainz, Perez, dan Charles Leclerc tengah bersaing ketat untuk dua posisi podium terakhir saat pebalap McLaren, Oscar Piastri, melaju jauh di depan.

Leclerc berhasil menyalip Sainz dan Perez untuk mengamankan posisi kedua.

Namun, di tengah persaingan panas tersebut, Perez yang berada di posisi keempat mencoba mendekati Sainz, tetapi ban depan kanan mobil Perez menyentuh ban belakang kiri Sainz.

Akibatnya, Sainz membelok ke kiri dan keduanya menghantam dinding dengan keras hingga puing-puing bertebaran di lintasan.

Kecelakaan di Formula 1 ini terjadi tepat satu lap sebelum akhir balapan, yang kemudian diselesaikan di bawah virtual safety car.

Perez, yang tampak marah, menyebut Sainz sebagai "idiot" melalui radio tim. Kecelakaan tersebut juga merugikan Perez, yang gagal meraih podium pertamanya sejak April.

Bos tim Red Bull, Christian Horner, turut menyalahkan Sainz atas insiden tersebut. Namun, Sainz membela diri dengan mengatakan, “Saya tidak melakukan manuver yang aneh atau gerakan agresif pada Checo, dan entah kenapa kami bertabrakan.”

Setelah balapan, insiden tersebut diselidiki oleh para steward, namun tidak ada hukuman yang diberikan kepada kedua pebalap.

Sementara itu, George Russell dari Mercedes yang finis ketiga akibat insiden tersebut menyatakan kekecewaannya atas lambatnya respons VSC (virtual safety car). "Itu benar-benar gila. Saya terkejut VSC tidak segera dikeluarkan," tegasnya.

Leclerc menggambarkan kecelakaan yang melibatkan rekan setimnya di Ferrari sebagai kerugian besar dalam apa yang disebutnya "hari yang buruk bagi tim."

Kemenangan Piastri di Baku semakin memperlebar jarak poinnya dari Sainz dalam klasemen pebalap.

Pebalap Australia itu kini berada di posisi keempat dengan 222 poin, unggul 38 poin dari Sainz yang musim depan akan bergabung dengan Williams.

Sementara itu, Perez yang gagal finis kini berada di peringkat kedelapan dengan 143 poin.

Kegagalan finis Perez juga memberikan dampak besar bagi Red Bull di klasemen konstruktor.

Kemenangan Piastri, ditambah posisi keempat yang diraih oleh Lando Norris, membuat McLaren memimpin klasemen konstruktor untuk pertama kalinya dalam satu dekade.

McLaren kini unggul 20 poin dari Red Bull, sementara Ferrari terus membuntuti dengan selisih 31 poin di belakang tim minuman energi tersebut.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Kecelakaan Formula 1 #formula 1 #sergio perez #Grand Prix Azerbaijan #mclaren #Piastri #carlos sainz