Pertandingan dimulai dengan semangat tinggi saat Bayer Leverkusen sebagai juara bertahan Bundesliga melakukan lima perubahan dari tim yang meraih kemenangan di Liga Champions.
Patrik Schick yang kembali dari cedera, menjadi starter untuk pertama kalinya di Bundesliga musim 2024/2025. Sementara itu, VfL Wolfsburg memberikan debut liga kepada Mohamed Amoura, yang menandakan niat ofensif mereka.
Pertandingan segera memanas ketika Wolfsburg mencetak gol cepat pada menit kelima. Umpan silang berbahaya dari Amoura menyebabkan kebingungan di lini belakang Leverkusen, yang berujung pada gol bunuh diri Nordi Mukiele.
Kejutan ini membuat para pendukung tuan rumah terdiam sejenak, tetapi Leverkusen tidak tinggal diam.
Hanya sembilan menit setelah kebobolan, Florian Wirtz mencetak gol penyama kedudukan dengan penyelesaian klinis dari tepi kotak penalti.
Gol ini, yang didapat berkat assist dari Granit Xhaka, berhasil menghidupkan kembali semangat para pendukung di BayArena dan menandai kebangkitan Leverkusen.
Leverkusen mulai menguasai jalannya pertandingan setelah gol Wirtz. Pada menit ke-32, Jonathan Tah berhasil mencetak gol kedua bagi tuan rumah dengan sundulan dari tendangan sudut, membuat skor menjadi 2-1.
Namun, Wolfsburg menunjukkan semangat juang hingga berhasil menyamakan kedudukan lagi pada menit ke-37 berkat gol Sebastiaan Bornauw.
Ketegangan meningkat ketika Mattias Svanberg mencetak gol luar biasa pada menit ke-45 dan membuat Wolfsburg unggul 3-2 menjelang jeda.
Setelah istirahat, Bayer Leverkusen keluar dengan semangat baru. Strategi Xabi Alonso terbukti efektif, dengan Piero Hincapie mencetak gol penyama kedudukan hanya empat menit setelah babak kedua dimulai.
Momentum berpihak pada Leverkusen, tapi Wolfsburg tetap berbahaya dalam serangan balik, termasuk momen ketika Salih Ozcan hampir mencetak gol setelah kelalaian defensif Leverkusen.
Baca Juga: Paulo Fonseca di Bawah Tekanan Jelang Derby Inter vs Milan
Dalam pertandingan yang semakin menegangkan, Wolfsburg kehilangan Yannick Gerhardt yang diusir dari lapangan pada menit ke-88 karena pelanggaran berbahaya.
Tuan rumah memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dan terus menekan. Di menit ketiga tambahan waktu, Victor Boniface muncul sebagai pahlawan ketika mencetak gol kemenangan dengan tembakan rendah yang menembus sudut bawah gawang hingga membuat BayArena bergemuruh dalam kegembiraan.
Meskipun Boniface menjadi sorotan dengan golnya, performa Florian Wirtz sepanjang pertandingan layak dicatat.
Pemain internasional Jerman berusia 21 tahun ini menjadi jantung serangan Leverkusen yang menciptakan banyak peluang dan menyulitkan pertahanan Wolfsburg. Statistik menunjukkan dia paling banyak ditekan tapi tetap efisien. Wirtz semakin memperkuat reputasinya sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di Eropa.(*)
Editor : Heri Sugiarto