Meski awal laga berjalan sulit dan cenderung ketat, di mana Lecce tampil bertahan rapat dan kerap mengancam lewat serangan balik, gol pembuka dari sundulan Alvaro Morata memecah kebuntuan.
Sundulan pada menit ke-38 tersebut terjadi setelah Morata memanfaatkan umpan tendangan bebas dari Theo Hernandez.
Hanya berselang dua menit, Milan menggandakan keunggulan. Kali ini giliran Hernandez yang mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan manis dari Rafael Leao.
Hernandez dengan tenang menembak bola dari jarak dekat ke arah tiang dekat gawang Lecce.
Gol ketiga Milan tercipta dari rebound di dalam kotak penalti yang diselesaikan dengan baik oleh Christian Pulisic.
Gol ini menutup babak pertama dengan keunggulan 3-0 untuk Rossoneri, disaksikan lebih dari 70.000 pendukung di San Siro.
Rekor Theo Hernandez
Penampilan impresif Theo Hernandez tidak hanya membawa Milan meraih kemenangan, tetapi juga mencatatkan sejarah.
Dengan golnya melawan Lecce, Theo berhasil menyamai rekor Paolo Maldini dengan 29 gol sebagai bek dengan torehan gol terbanyak dalam sejarah AC Milan di Serie A.
Tidak hanya itu, Theo juga mencatatkan partisipasi dalam 51 gol untuk Milan, yang terdiri dari 29 gol dan 22 assist.
Pencapaian ini menjadikannya bek asing kedua dalam 20 musim terakhir Serie A yang berkontribusi dalam lebih dari 50 gol, hanya kalah dari Maicon, yang mencatat 65 kontribusi gol.
Babak Kedua dan Kartu Merah
Pada babak kedua, meski Lecce mencoba bangkit, Milan tetap mendominasi. Beberapa peluang emas tercipta, namun tidak ada tambahan gol yang terjadi.
Milan juga harus bermain dengan 10 pemain setelah Davide Bartesaghi menerima kartu merah akibat pelanggaran keras di penghujung pertandingan.
Meski demikian, skor 3-0 bertahan hingga akhir laga.
Pelatih Paulo Fonseca memuji penampilan timnya, terutama setelah mereka harus bangkit dari pertandingan derby melawan Inter pekan sebelumnya.
Fonseca mengungkapkan bahwa meskipun pertandingan ini tidak sempurna, para pemainnya berhasil menunjukkan ketajaman yang luar biasa di momen-momen krusial.
"Setelah kemenangan di derby, penting untuk terus menang. Kembali ke realitas setelah derby adalah hal yang paling sulit, tetapi para pemain berhasil melakukannya dengan baik. Seluruh tim telah berkembang dalam beberapa pertandingan terakhir," jelasnya.
Selanjutnya, Milan akan menghadapi Bayer Leverkusen di Liga Champions, dan Fonseca menyatakan pentingnya menjaga fokus untuk menghadapi laga berat tersebut setelah melawan Liverpool.(*)
Editor : Heri Sugiarto