Peluang Ini terbuka lebar setelah Arsenal ditahan imbang 2-2 oleh Crystal Palace pada Rabu lalu lalu.
Liverpool kini unggul 12 poin atas Arsenal dan berpeluang memastikan gelar ke-20—yang akan menyamai rekor Manchester United sebagai pemilik gelar terbanyak di era sepak bola Inggris.
The Reds memuncaki klasemen hampir sepanjang musim, dan menjadikan pertanyaan soal gelar hanya persoalan waktu.
Kini, skuad asuhan Arne Slot memiliki kesempatan besar mengangkat trofi di hadapan para pendukung setianya di Anfield.
“Kami sadar bahwa terakhir kali klub ini menjuarai liga adalah saat pandemi Covid. Semua orang menantikan hari Minggu ini, tapi kami juga tahu masih ada tugas yang harus diselesaikan—yakni meraih setidaknya satu poin,” ujar Slot.
Tottenham Pernah Kalahkan Liverpool
Meski Liverpool diunggulkan, Tottenham adalah satu dari hanya enam tim yang pernah mengalahkan mereka musim ini.
Pada semifinal leg pertama Piala Liga di London, Lucas Bergvall mencetak gol kemenangan Spurs 1-0 atas Liverpool.
Namun, The Reds membalas di leg kedua dengan kemenangan telak 4-0, dan memastikan langkah ke final—meski akhirnya dikalahkan Newcastle.
Dalam laga liga sebelumnya di Desember lalu, Liverpool juga menang 6-3 atas Spurs berkat dua gol Mohamed Salah.
Dominasi Liverpool di Kandang
Liverpool hanya kalah dua kali di liga musim ini, satu di antaranya di Anfield. Mereka memiliki rekor kandang terbaik di Liga Inggris, meraih 41 poin dari 16 pertandingan.
Tottenham datang ke laga ini dalam kondisi yang kontras. Mereka berada di posisi ke-16 klasemen, sudah menelan 18 kekalahan, dan terpaut 42 poin dari Liverpool.
Jika kalah lagi, Spurs akan menyamai rekor kekalahan terbanyak dalam satu musim—19 kekalahan pada musim 1993/1994 dan 2003/2004.
Meski begitu, pasukan London Utara masih punya peluang menyelamatkan musim ini.
Selain semifinal Piala Liga, Spurs juga lolos ke semifinal Liga Europa dan akan menghadapi Bodo/Glimt dalam dua leg.
Liga Inggris Tetap Kompetitif
Arne Slot, yang sebelumnya menjuarai Eredivisie bersama Feyenoord, menilai Liga Inggris tetap kompetitif.
“Menurut saya, tidak ada pertandingan yang mudah. Bahkan bagi tim papan atas, mencetak tiga atau empat gol dalam satu laga tidak lagi mudah seperti dulu,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa kesenjangan kekuatan antartim kini makin kecil karena faktor finansial.
“Entah tim besar jadi kurang tajam, atau tim-tim lain sekarang mampu belanja lebih besar—mungkin bahkan lebih dari kami," imbuhnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto