Rekrutan termahal musim panas 2025 senilai EUR 125 juta (sekitar Rp 2,5 triliun) itu bermain 45 menit saat LFC harus mengakui keunggulan AC Milan 2-4 di Kai Tak Sports Park, Kowloon, Hongkong, pada Sabtu (26/7) malam waktu setempat.
Wirtz sebelumnya juga main sebagai striker palsu ketika LFC mengalahkan Stoke City 5-0 dalam laga tertutup di markas latihan mereka di Kirkby (20/7). Gelandang serang 22 tahun berkebangsaan Jerman itu main di posisi tersebut bukan sekadar eksperimen.
Tactician LFC Arne Slot sepertinya ingin menjadikan Wirtz sebagai opsi strategi ketika striker baru Hugo Ekitike belum bisa dimainkan. Di sisi lain, striker Darwin Nunez dan false nine musim lalu, Luis Diaz, tidak dimasukkan dalam skuad menghadapi AC Milan. Keduanya dikaitkan dengan pintu keluar karena LFC ingin menguangkan keduanya demi memboyong striker Newcastle United Alexander Isak.
Mengutip sumber di internal LFC, The Athletic menyebut bahwa Slot menganggap penampilan Wirtz sebagai false nine tidak mengecewakan. Meski tidak mencetak gol maupun umpan gol, tetapi Wirtz mencatatkan akurasi umpan 91 persen dengan satu dribel sukses.
”Wirtz juga nyaris mencetak umpan gol untuk Mohamed Salah dan Harvey Elliott. Tetapi, Salah memilih mengoper balik ketimbang menembak, sementara Elliott gagal melepaskan tembakan,” tulis The Athletic.
Wirtz sebenarnya sudah tidak asing dengan posisi false nine. Semasa masih membela Bayer Leverkusen, dia juga beberapa kali dipercaya oleh pelatih Xabi Alonso mengisi posisi tersebut.
”Jika Luis Diaz bisa melakukannya musim lalu, aku rasa Florian Wirtz pun bisa melakukan itu,” kata pandit sekaligus mantan bek LFC Jamie Carragher kepada Sky Sports. (*)
Editor : Eri Mardinal