PADEK.JAWAPOS.COM-Melokoni laga kedelapan BRI Super League 2025-2026, Semen Padang FC telah berada di bawah komando pelatih baru, Dejan Antonic.
Dia menggantikan Eduardo Almeida yang dipecat usai hanya menghasilkan satu kemenangan dan sekali imbang pada tujuh laga sebelumnya.
Sayang, pergantian tersebut belum membuahkan hasil. Menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion H Agus Salim Padang kemarin sore, klub berjuluk Kabau Sirah itu kembali menelan kekalahan untuk keenam kalinya musim ini.
Leo Guntara dan kawan-kawan takluk lewat gol semata wayang Sani Rizki Fauzi pada menit ke-38.
Lagi-lagi, kekalahan yang diderita tim kebanggaan urang awak ini berawal dari kesalahan yang dilakukan pemainnya.
Kali ini, sang penjaga gawang Arthur Augusto, salah melakukan operan, sehingga bisa dicuri oleh pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC untuk mengonversinya menjadi gol.
Meskipun di babak kedua, para pemain Semen Padang FC berusaha untuk mencari gol penyeimbang, namun peluang yang tercipta gagal dimanfaatkan menjadi gol.
Dengan hasil itu, Semen Padang FC semakin terpuruk di dasar klasemen sementara BRI Super League. Dari delapan laga, baru mengoleksi empat poin.
Usai pertandingan, caretaker Semen Padang FC FX Yanuar mengatakan, seluruh staf pelatih dan pemain meminta maaf kepada supporter dan masyarakat Sumbar atas kekalahan yang diderita melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Dalam pertandingan itu, Semen Padang FC telah mencoba untuk bermain bagus di babak pertama.
Usaha tersebut sampai pertengahan babak pertama berjalan sesuai yang diinginkan, dibuktikan dengan penguasaan bola dan permainan yang dilakukan oleh para pemain.
“Kami bisa menyerang dan berhasil menciptakan beberapa peluang. Bahkan kami bisa mengantisipasi serangan lawan. Tapi inilah sepak bola. Satu kesalahan bisa mengubah hasil seperti yang kami alami saat ini,” katanya.
Dengan adanya beberapa kesalahan yang dilakukan di laga ini dan sebelumnya, FX Yanuar menyebut, tim pelatih di bawah coach Dejan Antonic tentu akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki kekurangan dan meminimalisir potensi kesalahan di dalam pertandingan.
“Kami minta kepada para pemain untuk meminimalisir potensi kesalahan dalam permainan. Seterusnya kami akan saling mendukung antar seluruh pemain agar bisa bangkit di pertandingan selanjutnya,” sebutnya.
Selain kesalahan dalam pertandingan, sektor depan Semen Padang FC juga menjadi sorotan dalam pertandingan melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC. FX. Yanuar mengakui memang dalam beberapa pertandingan, lini depan Semen Padang FC belum produktif.
“Kami selalu mencoba berbicara kepada para pemain penyerang kami untuk mencarikan solusi dalam permainan, karena untuk menciptakan peluang itu sangat sulit, dan sayang jika tidak dimanfaatkan menjadi sebuah gol,” ujarnya.
Sementara itu, penyerang Semen Padang FC M Ridwan menambahkan, hasil yang didapatkan melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC tentu bukan yang diharapkan seluruh pemain.
“Tidak ada gunanya juga kami menyalahkan setiap kesalahan yang dilakukan selama pertandingan. Yang jelas kami akan terus memperbaiki diri untuk bisa meraih hasil positif di laga-laga selanjutnya,” kata dia.
Terpisah, Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC Paul Munster mengatakan, kemenangan yang didapatkan melawan Semen Padang FC adalah hasil yang sangat penting bagi timnya untuk bisa memperbaiki posisi tim di papan klasemen sementara.
“Selama pertandingan, para pemain mencoba fokus untuk bermain perlahan-lahan, mencari peluang, dan memanfaatkan momen sedikitpun untuk bisa menciptakan peluang dan gol,” katanya. (adt)
Editor : Novitri Selvia