Pertemuan ini menjadi sangat penting bagi kedua tim karena sama-sama berada di zona degradasi. Semen Padang FC saat ini menghuni posisi ke-18 alias juru kunci klasemen sementara, sedangkan Persijap Jepara berada di peringkat ke-16 dengan selisih empat poin di atas tim Kabau Sirah—julukan Semen Padang FC.
Kedua tim datang ke laga ini dengan catatan minor, sama-sama menelan lima kekalahan beruntun. Kondisi tersebut membuat pertandingan diprediksi berlangsung sengit, karena kemenangan menjadi harga mati untuk menjaga peluang bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, usai laga melawan Borneo FC kemarin, menyebut laga kontra Persijap Jepara akan menjadi pertandingan yang “panas” dan penuh tekanan, mengingat keduanya memiliki nasib serupa.
“Tentu ini kesempatan bagi kami untuk bisa bangkit. Lawan Persijap pasti akan sengit, mengingat kami sama-sama berada di zona degradasi dan sama-sama ingin menang,” ujar Dejan.
Meski begitu, pelatih asal Serbia tersebut mengakui masih ada pekerjaan rumah besar yang belum bisa diselesaikan timnya, terutama dalam hal kesalahan elementer di lapangan, seperti salah oper dan miskomunikasi antarpemain.
“Salah satu yang masih jadi masalah adalah kesalahan-kesalahan sederhana. Dalam latihan, pemain tampil bagus dan jarang melakukan kesalahan. Tapi saat pertandingan, tekanan dan tanggung jawab membuat mereka tampil berbeda,” jelas Dejan.
Dejan menambahkan, tekanan mental saat pertandingan sering kali memengaruhi performa anak asuhnya, meskipun secara teknis dan taktik sudah disiapkan dengan matang selama sesi latihan. Ia berharap laga melawan Persijap bisa menjadi momentum kebangkitan bagi timnya.
“Saya percaya anak-anak bisa bangkit. Kami sudah bekerja keras dan hanya butuh satu kemenangan untuk mengembalikan kepercayaan diri,” katanya optimistis.
Dengan posisi di dasar klasemen dan jarak poin yang semakin jauh dari zona aman, pertandingan melawan Persijap Jepara menjadi partai hidup-mati bagi Semen Padang FC.
Hasil positif di Jepara diharapkan mampu menghidupkan kembali asa tim Kabau Sirah untuk keluar dari jurang degradasi di sisa putaran pertama musim ini. (*)
Editor : Adetio Purtama