Bagi tuan rumah (Semen Padang FC) pertandingan terakhir di putaran pertama kompetisi ini menjadi laga penting agar bisa menjaga asa keluar dari zona degradasi.
Saat ini, Kabau Sirah--julukan Semen Padang FC--berada di posisi ke-16 klasemen sementara dengan 10 poin. Sedangkan lawannya, Laskar Sambernyawa--julukan Persis Solo--berada di dasar klasemen dengan raihan 7 poin.
Selain itu, laga antara Semen Padang FC dan Persis Solo juga menyajikan fakta menarik. Berdasarkan data statistik di papan klasemen, Kabau Sirah merupakan tim yang paling sedikit memasukkan gol dengan 11 gol. Sebaliknya, Persis Solo merupakan satu dari dua tim yang kebobolannya paling banyak.
Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic saat konferensi pers jelang pertandingan, Sabtu (10/1/2026) mengatakan, laga lawan Persis menjadi laga terakhir di putaran pertama yang harus dimenangkan agar memperbaiki posisi di papan klasemen.
"Target kami di laga ini pastinya kemenangan agar keluar dari zona merah (degradasi). Apalagi kami bermain di kandang dan di hadapan penonton. Tentunya kami ingin memberikan hasil yang terbaik," katanya.
Di sisi lain, Semen Padang FC kembali diperkuat oleh para pemain yang absen di dua laga lalu. Salah satunya Alhassan Wakaso. Namun, satu pemain yakni Rui Rampa, masih absen karena pemulihan cedera.
Lebih lanjut pelatih asal Serbia itu menyebutkan, Persis Solo saat ini nasibnya hampir sama dengan Semen Padang FC, yang meraih hasil kurang baik selama putaran pertama BRI Super League.
Meskipun demikian, Dejan mengingatkan kepada pemainnya agar tidak meremehkan lawan dan fokus terhadap permainan di lapangan.
"Persis Solo memiliki pemain yang bagus. Laga ini pastinya berjalan sengit. Pastinya kami akan terus memberikan penampilan yang terbaik," pungkasnya.
Sementara itu, gelandang Semen Padang FC, Pedro Matos menyebut seluruh pemain secara umum sudah sangat siap untuk menghadapi laga melawan Persis Solo.
"Di laga ini kami ingin menang dan memberikan yang terbaik kepada para suporter," ujarnya. (*)