Pelatih Crystal Palace, Oliver Glasner mengungkap bahwa dirinya baru menerima pemberitahuan satu hari sebelum pertandingan terkait rencana penjualan beknya dan tidak dapat membawanya ke laga tandang tersebut.
Kekalahan ini memperpanjang tren tanpa kemenangan Palace menjadi 10 pertandingan di semua kompetisi. Selain itu, tim sama sekali tidak melakukan pergantian pemain selama pertandingan.
Kondisi Skuad Terbatas dan Absennya Guehi
Glasner menjelaskan bahwa informasi mengenai transfer Guehi baru diterimanya pada Jumat pukul 10.30 pagi, sehari sebelum pertandingan.
“Kami sedang mempersiapkan diri, lalu kemarin pukul 10.30 pagi saya diberitahu bahwa kapten kami akan dijual. Jadi, kenapa tidak minggu depan? Setidaknya dia bisa bermain di pertandingan ini dan minggu depan pemain lain akan kembali,” ungkapnya. “Hal itu membuatku sangat kesal hari ini,” tandasnya.
Ia menyebut situasi tersebut membuat penyesuaian strategi tidak memungkinkan, terutama ketika sejumlah pemain lain masih dalam proses pemulihan cedera.
“Kami tidak melakukan pergantian pemain, lihat bangku cadangan, hanya pemain muda,” ujar Glasner dikutip TNT Sports. “Saya katakan sebelumnya bahwa kami merasa benar-benar ditinggalkan. Menjual kapten kami satu hari sebelum pertandingan. Sama sekali tidak ada pemahaman untuk ini.”
Selain itu, ia menyebut skuad telah bermain berminggu-minggu hanya dengan 12–13 pemain utama. Menurutnya, kondisi ini berpengaruh langsung terhadap ketahanan fisik skuad yang sudah tampil hingga 35 pertandingan musim ini.
Laga Tanpa Kemenangan dan Dampaknya pada Klasemen
Kekalahan dari Sunderland menambah tekanan pada performa tim. Palace kini berada di posisi 13 klasemen sementara, masih tanpa kemenangan dalam 10 pertandingan terakhir. Dalam rentang tersebut, tidak ada rotasi signifikan karena kedalaman skuad terbatas.
Sementara itu, kekalahan di FA Cup dari klub non-liga Macclesfield beberapa hari sebelumnya membuat situasi internal klub semakin tidak stabil. Tidak ada pergantian pemain yang dilakukan dalam dua pertandingan terakhir, mempertegas minimnya opsi dari bangku cadangan.
Di sisi lain, Glasner menegaskan para pemain telah berusaha semaksimal mungkin. “Para pemain mencoba segala yang mereka bisa. Namun lagi-lagi kami tidak bisa memberikan dukungan dari bangku cadangan, dan itu membuat semuanya sangat sulit,” ujarnya.
Baca Juga: Liverpool 1-1 Burnley: Wirtz Buka Skor, Edwards Samakan di Anfield
Kontrak Berakhir Musim Ini, tetapi Bisa Hengkang Lebih Cepat
Glasner sebelumnya menyatakan bahwa ia akan meninggalkan klub pada akhir musim ketika kontraknya habis. Namun demikian, setelah kekalahan di Sunderland, ia mengungkap kemungkinan pergi lebih cepat jika tidak ada dukungan manajemen di bursa transfer.
“Saya tidak tahu apakah saya akan bertahan hingga akhir musim jika tidak ada dukungan,” ucapnya.
Meski demikian, Glasner memastikan komitmennya kepada skuad. “Saya tidak akan mundur karena para pemain ini layak memiliki Oliver Glasner sebagai manajer dan pemimpin mereka.”
Glasner membawa Palace meraih gelar FA Cup musim lalu dan mengantarkan klub ke UEFA Conference League. Namun penjualan pemain kunci, termasuk Eberechi Eze pada awal musim, ditambah absennya rekrutan baru mempersempit kedalaman tim.(*)