Gol cepat Abdulrahman Ghareeb pada menit kedua menjadi pembeda sekaligus menegaskan efektivitas rotasi yang diterapkan pelatih Jorge Jesus, yang memprioritaskan stabilitas tim di tengah persaingan gelar di ACL Two dan Liga Saudi.
Kemenangan di Liga Champions Asia Two tersebut tidak hanya menjadi tiket menuju delapan besar, tapi juga bagian dari strategi jangka panjang.
Jesus menegaskan bahwa laga ini memenuhi dua target utama: memastikan kelolosan dan memberi menit bermain bagi lebih banyak pemain, termasuk Ghareeb yang tampil menonjol melalui kontribusi gol dan organisasi permainan.
Dalam pandangannya, kedalaman skuad menjadi syarat mutlak bagi tim yang harus membagi fokus antara kompetisi domestik dan kontinental.
Situasi itu semakin relevan bagi Al Nassr yang juga sedang memburu gelar di Saudi Pro League.
Jesus menyebut timnya bermain setiap tiga hari, menghadapi kelelahan, hukuman akumulasi, hingga cedera yang sempat mengganggu performa.
"Kami bermain setiap tiga hari, dan ada cedera, skorsing, serta kelelahan. Kami akan menentukan strategi yang paling sesuai untuk setiap pertandingan,” ujarnya.
Ia menilai momentum perbaikan sudah terlihat, terutama pada sektor pertahanan yang kini mencatat sembilan laga beruntun tanpa kebobolan. Catatan tersebut menjadi salah satu fondasi penting yang menjaga konsistensi permainan mereka.
Dengan kondisi yang lebih stabil, Al Nassr kini bersiap menghadapi tantangan berikutnya. Klub asal Uni Emirat Arab, Al Wasl, menjadi lawan di perempat final, sebuah laga yang menurut Jesus membutuhkan penyesuaian strategi sesuai dinamika kebugaran dan situasi skuad.
Ia menegaskan bahwa ambisi klub tetap sama: memberikan segala kemampuan untuk bersaing hingga titik akhir, baik di liga maupun di pentas Asia.
“Semua orang tahu bahwa Al Nassr bersaing di dua turnamen: Liga dan AFC Champions League Two. Kami berusaha memenangkan keduanya dengan memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Jesus menekankan bahwa kekuatan tim akan terus meningkat sejalan dengan perjalanan di kompetisi. Baginya, setiap tahapan bukan hanya soal hasil, tetapi juga proses memperkuat kolektivitas demi mencapai target ganda yang sedang dikejar.(*)
Editor : Heri Sugiarto