Pertandingan ini menjadi pertemuan ke-13 keduanya dengan rekor imbang 6-6. Duel ini kembali memanaskan rivalitas setelah Gauff sebelumnya mengalahkan Sabalenka di final US Open 2023 dan French Open 2025.
Final Ke-13, Rivalitas Semakin Ketat
Pertemuan Sabalenka dan Gauff di Miami menandai salah satu rivalitas paling kompetitif di tenis putri saat ini.
Sepanjang tahun 2025, keduanya sudah tiga kali bertemu di partai final. Dalam pertemuan terakhir di WTA Finals bulan November, Sabalenka keluar sebagai pemenang.
Gauff menyebut setiap duel melawan Sabalenka selalu menguras fisik. Ia juga mengakui kualitas lawannya sebagai petenis nomor satu dunia.
Sementara itu, Sabalenka menilai Gauff sebagai petarung yang mampu memaksanya bermain reli panjang.
Gauff Ukir Final Perdana di Miami
Bagi Gauff, final ini menjadi pencapaian penting. Petenis asal Delray Beach, Florida, itu untuk pertama kalinya mencapai final Miami Open setelah sebelumnya tidak pernah melewati babak keempat di turnamen ini.
Perjalanan Gauff menuju final juga diwarnai tantangan. Ia sempat mengalami cedera saraf di lengan kiri saat bertanding di Indian Wells dan bahkan sempat disarankan timnya untuk melewatkan Miami Open.
Namun, dia tetap memilih tampil dan kini berhasil melangkah hingga partai puncak.
Ambisi Sunshine Double Sabalenka
Sabalenka datang ke Miami dengan misi besar meraih “Sunshine Double”, yaitu menjuarai dua turnamen besar lapangan keras secara beruntun di bulan Maret.
Ia sebelumnya meraih gelar di Indian Wells pada 15 Maret setelah mengalahkan Elena Rybakina dalam pertandingan tiga set.
Dengan status juara bertahan Miami Open dan performa konsisten, Sabalenka berpeluang mencatatkan pencapaian prestisius tersebut.
Selain itu, Sabalenka yang kini tinggal di Miami diperkirakan mendapat dukungan besar dari penonton, termasuk penggemar asal Brasil.
Atmosfer Final Diprediksi Memanas
Sabalenka mengaku penasaran dengan atmosfer stadion saat final berlangsung. Ia menyebut laga melawan Gauff sebagai “final yang sempurna” dan mengantisipasi pertandingan yang berlangsung ketat.
Dengan rekor pertemuan yang seimbang serta sejarah duel di laga besar, pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit hingga poin-poin krusial.
Head to Head dan Statistik Kunci
Rekor pertemuan kedua pemain adalah 6-6, dengan Sabalenka unggul 5-4 di lapangan keras. Dari 12 pertemuan, delapan di antaranya menghadirkan set tiebreak dan enam laga berlangsung hingga tiga set.
Sabalenka (peringkat 1 dunia) memiliki 23 gelar karier (4 Grand Slam), sementara Gauff (peringkat 4 dunia) mengoleksi 11 gelar (2 Grand Slam). Tahun ini, Sabalenka mencatat rekor 22-1, sedangkan Gauff 16-5.(*)
Editor : Heri Sugiarto