PADEK.JAWAPOS.COM – Kabar duka datang dari sepak bola Afrika Selatan. Gelandang tim nasional Afrika Selatan, Jayden Adams, meninggal dunia pada usia 25 tahun setelah tampil dalam tiga pertandingan di Piala Dunia 2026. Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Serikat Pesepak Bola Afrika Selatan (SAFPU) pada Sabtu (11/7).
Hingga pengumuman tersebut disampaikan, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab meninggalnya Jayden Adams.
Dalam pernyataan resminya, SAFPU menyampaikan duka mendalam atas kepergian gelandang Mamelodi Sundowns dan tim nasional Afrika Selatan tersebut.
SAFPU menyebut Adams baru saja mewakili Afrika Selatan di Piala Dunia 2026 dengan membawa harapan bangsa serta menunjukkan dedikasi, keberanian, dan profesionalisme sepanjang turnamen.
Organisasi itu juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Adams, Mamelodi Sundowns, Stellenbosch FC, tim nasional Afrika Selatan, serta seluruh pihak yang mengenalnya.
Menurut SAFPU, sepak bola Afrika Selatan kehilangan seorang pemain berbakat yang masih memiliki masa depan panjang di dunia sepak bola.
Ucapan belasungkawa juga disampaikan Presiden Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF), Dr Patrice Motsepe. Dalam pernyataan resminya, Motsepe sangat berduka atas meninggalnya Jayden Adams dan menyampaikan belasungkawa kepada Asosiasi Sepak Bola Afrika Selatan (SAFA), Presiden SAFA Dr Danny Jordaan, Mamelodi Sundowns, serta keluarga almarhum atas nama CAF dan 54 asosiasi anggota. "Semoga jiwa Jayden Adam beristirahat dengan tenang," ucap Motsepe.
Presiden FIFA Gianni Infantino juga mengirimkan pesan belasungkawa resmi atas kepergian sang gelandang muda Afrika Selatan.
Pada Piala Dunia 2026, Adams tampil dalam tiga pertandingan bersama Afrika Selatan. Ia menjadi starter saat menghadapi Republik Ceko yang berakhir imbang 1-1 dan ketika timnya kalah 0-2 dari Meksiko. Adams kemudian masuk sebagai pemain pengganti saat Afrika Selatan mengalahkan Korea Selatan 1-0.
Adams tidak dimainkan ketika Afrika Selatan tersingkir setelah kalah dari Kanada pada 28 Juni.
Di tengah kiprahnya di Piala Dunia, Adams tetap memperkuat tim nasional meski baru saja kehilangan neneknya, Marianna Adams, yang meninggal sehari sebelum laga melawan Republik Ceko. Ia tetap tampil sebagai starter dalam pertandingan tersebut.
Menteri Olahraga, Seni, dan Kebudayaan Afrika Selatan, Gayton McKenzie, mengungkapkan dirinya sempat menyampaikan belasungkawa kepada Adams setelah nenek sang pemain meninggal dunia.
Dalam pernyataannya, McKenzie mengenang respons Adams yang rendah hati dan penuh rasa syukur. Ia menilai keputusan Adams tetap mengenakan seragam tim nasional dan memberikan kemampuan terbaiknya di tengah suasana duka menunjukkan karakter, dedikasi, dan profesionalisme yang melampaui usianya.
Ia menyebut sepak bola Afrika Selatan kehilangan salah satu talenta muda terbaik yang berkembang dari pemain akademi hingga menjadi bagian tim nasional.
McKenzie juga meminta publik menghormati privasi keluarga dan rekan setim Adams serta tidak berspekulasi mengenai penyebab kematiannya selama proses penyelidikan berlangsung.
Jayden Adams lahir pada 5 Mei 2001 dan mengawali kariernya di akademi Stellenbosch FC. Ia menjadi lulusan akademi pertama klub tersebut yang menandatangani kontrak profesional sebelum menjalani debut senior pada Agustus 2020.
Setelah itu, Adams melanjutkan karier bersama Mamelodi Sundowns dan memperkuat klub tersebut selama dua musim sebelum masuk dalam skuad Afrika Selatan untuk Piala Dunia 2026.
Sebelum tampil di Piala Dunia 2026, Adams turut membantu Mamelodi Sundowns menjuarai Liga Champions CAF.
Adams juga sempat mendedikasikan medali juara Liga Champions CAF bersama Mamelodi Sundowns untuk mendiang mantan rekan setimnya di Stellenbosch FC, Oshwin Andries, yang meninggal dunia akibat penikaman pada 2023.
Kepergian Jayden Adams menjadi kehilangan besar bagi sepak bola Afrika Selatan, terlebih setelah ia berperan membawa negaranya tampil di panggung Piala Dunia 2026.(*)
Editor : Heri Sugiarto