Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Heritage Branding Kota Tua Padang: Mengoptimalkan Sejarah Jadi Daya Tarik Wisata

Heri Sugiarto • Minggu, 28 Desember 2025 | 18:47 WIB

Satria Haris, Akademisi & Brand Activator.(Foto: IST)
Satria Haris, Akademisi & Brand Activator.(Foto: IST)
Oleh: Satria Haris, Akademisi & Brand Activator.

PADEK.JAWAPOS.COM-Branding is a continuous process, membuat yang tidak terlihat menjadi tampak dan diperhitungkan. Teori branding ini biasanya diimplementasikan pada personal branding, product branding, corporate branding dan city branding.

Bagaimana dengan heritage branding, apakah konsep tidak terlihat, tampak dan diperhitungkan menjadi bagian dalam optimalikasi kawasan kota tua? Mari kita samakan dulu persepsi terkait heritage branding.

Heritage branding merupakan strategi pemasaran yang memanfaatkan sejarah, nilai-nilai, reputasi dan identitas unik dari sebuah kawasan yang telah lama berdiri (warisan) untuk membangun kepercayaan, koneksi emosional dan keunggulan kompetitif di mata wisatawan.

Strategi dalam heritage branding lebih dari sekedar produk atau jasa, tetapi sebuah cerita yang berharga dari generasi ke generasi.

Aktivasi heritage branding melibatkan penggabungan elemen masa lalu (seperti asal-usul, filosofi atau tradisi) dengan pendekatan modern agar informasi tetap relevan dan menarik.

Hal ini sejalan dengan konsep branding “Kota Tua Padang” sebagai kawasan heritage yang saat ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan.

Kota Tua Padang merupakan kawasan yang meliputi cagar budaya di sehiliran Sungai Batang Arau. Secara administratif, Kota Tua Padang mencakupi sebagian wilayah dua kecamatan, yakni Padang Barat dan Padang Selatan.

Kawasan Kota Tua Padang pada zaman dahulu adalah sebuah kawasan perdagangan yang sangat ramai melalui Pelabuhan Muara. Padang sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Barat Memiliki 11 kecamatan dan 104 kelurahan serta telah berusia 356 tahun.

Dalam kajian branding, “Kota Tua Padang” merupakan branding yang sesuai untuk kawasan heritage. Terdapat beberapa elemen kunci yang perlu diperhatikan badan pengelola (BP) dalam dalam mengaktivasi heritage branding:

Sejarah dan asal-usul : BP dapat menyoroti kisah di balik pendirian kawasan dan perjalanan panjang kota tua Padang.

Nilai dan Filosofi : mengedepankan prinsip-prinsip inti yang dijunjung tinggi oleh kota tua Padang dari waktu ke waktu melalui BP.

Reputasi : BP dapat memanfaatkan kepercayaan yang telah dibangun bertahun-tahun melalui informasi yang konsisten dan berkualitas di kota tua Padang melalui pergerakan komunitas seperti @padangheritagewal.

Identitas Visual : BP perlu menyiapkan elemen desain (logo, warna) yang mencerminkan warisan dengan sentuhan klasik namun tetap segar sebagai identitas kota tua Padang.

Koneksi Emosional : Membangun hubungan mendalam dengan konsumen melalui nostalgia dan cerita yang relevan di kota tua Padang.

Mengacu pada strategi branding secara umum, ada 3 hal yang perlu diperhatikan pada heritage branding kota tua Padang :

Brand Positioning

Menyiapkan strategi pemasaran yang memiliki fungsi untuk membuat perbedaan mengenai manfaat dan keuntungan tertentu bagi konsumen sehingga mereka bisa mengingat kota tua Padang sebagai brand heritage. 

contoh : mudah membedakan antara kota tua Padang dengan kawasan kota tua lainnya, ini disebut dengan ‘signature’.

Brand Personality

Optimalisasi pengelolaan kawasan melalui BP dan jaringan komunitas kota tua Padang untuk menambah nilai plus bagi kawasan heritage di mata wisatawan. 

Contoh : melalui pengalaman wisatawan yang sudah pernah berkunjung atau bisa melalui komunikasi pemasaran yang memperkenalkan kota tua Padang, ini disebut upaya meninggalkan ‘kesan’ dan memberikan ‘pengalaman’.

Brand Identity

Serangkaian kata, kesan dan sejumlah persepsi dari wisatawan mengenai identitas kota tua Padang.

Contoh : mengidentifikasi persepsi wisatawan tentang kota tua Padang melalui ‘keunggulan dan ikon’ yang dimiliki.

Berdasarkan penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa heritage branding secara keseluruhan juga mengacu pada brand positioning, brand personality, dan brand Identity. BP dapat melakukan upaya promosi kawasan dengan memanfaatkan media massa baik media mainstream maupun media online.

Diperlukan sinergi dan kolaborasi dari berbagai stakeholder dalam mengaktivasi kawasan kota tua Padang. Urang Padang jalan barampek merupakan kata kunci dari heritage branding kota tua Padang, narasi ini bisa dikemas dengan lebih komunikatif sehingga dapat menjadi nilai tambah dan posisi tawar pada heritage branding.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#heritage branding #sejarah dan identitas kota tua #daya tarik wisata #Satria Haris #kota tua padang