Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Orang–Orang Gunung Pangilun

Novitri Selvia • Minggu, 7 November 2021 | 13:33 WIB
Sule. (JPG)
Sule. (JPG)
Kalau Gunung Pangilun terkenal dengan kisah yang melegenda tentang naga emas atau ular gadang, kudo ameh, lubang japang dan anjing yang bagak di gelanggang perburuan, bagaimana dengan putra-putra daerahnya? Artinya, orang-orang yang lahir dan besar di Alai Gunung Pangilun.

Ya, ada sejumlah nama dari Gunung Pangilun yang mewarnai di atas dan untuk negeri yang sangat kita cintai ini. Ada Mayor Jenderal (TNI) Dr.rer.pol. Rodon Pedrason, M.A. Rodon lahir 9 Oktober 1965. Ia asli putra Gunung Pangilun.

Berumah gadang dan berpusaka tinggi di Gunung Pangilun. Sejak 7 April 2020, Rodon mengemban amanat sebagai Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kemhan RI.

Rodon punya adik. Adiknya bernama Iwan. Iwan berpangkat Mayor di AL. Berjarak sekitar 300 meter dari rumah gadang Rodon yang di depan PT Pertani Gunung Pangilun, ada sebuah nama yang mencatatkan sejarah.

Ia H Halius Hosen. Halius mantan Kajati Sumbar dan Kajati Jabar, serta mantan Ketua Komisi Kejaksaan RI. Ponakan Halius seorang tentara. Tugas di Mabes. Namanya Irwan Triadi. Pangkatnya kolonel dan Doktor.

Di depan rumah orang tua Halius ada Tame. Tame seorang perwira AD. Berpengalaman dalam tugas atau misi Negara keluar negeri. Kakak kandung Tame, Imdibkri namanya.Im, salah seorang petinggi di Bukopin.

Tak jauh dari rumah Imdibkri, ada Ka SPN Polda Sumbar Kombes Pol Deni Yuhasdi, SH. S.Ik. Sebelum Kepala SPN, Deni pernah menjabat Kapolres Pesisir Selatan.

Tak jauh dari rumah Deni, ada rumah penyanyi Minang, Irwan Carano Sikumbang.
Tak jauh dari rumah Irwan ada Pinto Janir. Pinto seorang penyair nasional, sastrawan, budayawan dan wartawan.

Adik kandung Pinto, Nenen Ilahi seorang dosen di The Australian National University (ANU). Universitas nasional Australia, kalau di Indonesia setara UI atau UGM. Adik Nenen Ilahi, Wawa Riki Sukra SH menjadi disain grafis di salah satu TV nasional.

Keahliannya, pakar animasi 3D. Adik Wawa, Dori namanya. Ahli bidang kamera dan fotografi dan filem dokumentasi. Kakak tertua Pinto, salah seorang mantan sekretaris direksi di PT Chevron, kini di Pertamina.

Tak jauh dari rumah Pinto ada, Revdi Iwan Syahputra. Revdi alias ope, lahir dan besar di Alai Gunung Pangilun. Revdi adalah ‘ikon’ wartawan terkini dalam spirit jurnalistik Minangkabau. Ope, Pemimpin Redaksi Padang Ekspres yang banyak menginspirasi para wartawan.

Dekat dari rumah Ope, ada rumah Andri Yulika. Andri kini Asisten III di Setprov Sumbar.
Tak jauh dari rumah Andri ada nama Nasri Kasim. Nasri Kasim (alm) salah seorang pendiri Jamsostek. Kakak Nasri Kasim namanya, Sabri Kasim (mantan Kepala PU Sumbar) masa Gubernur Azwar Anas.

Gunung Pangilun, tahun 70-an punya sanggar. Namanya Aneka Ria. Tiap minggu, aneka ria mengadakan panggung sandiwara di Kompleks SD Alai yang terdiri dari beberapa SD.

Yaitu SD 24, 25, 51, 73 dan SD Inpres (SD 03 kini). Aneka Ria melahirkan beberapa seniman musik dan penyanyi, antara lain Zul Darwis dan musisi Maman Martha.

Tak jauh dari rumah Mama nada, Pen Panyalaian pencipta lagu Payuang Kuniang. Sekitar 150 meter dari Simpang Alai ada nama Zulhefi Sikumbang, Ketua Asosiasi Kakao Indonesia.

Simpang Alai, ada beberapa nama pejuang yang legen. Namanya Aziz Lakon Bahrum. Alai terkenal dengan apa besinya. Alai tersebut dengan Sabik Alai. Sekitar 70 meter dari Simpang Alai ada Riri, Riri Kapolres di salah satu wilayah di Indonesia.

Alai dan Gunung Pangilun itu dulu satu rumpun. Namanya Kampung Alai Gunung Pangilun.
Banyak putra-putri asal Alai Gunung Pangilun yang mengabdikan dirinya menjadi polisi dan tentara serta menjadi ASN di tengah Padang dan Jakarta.

Begitulah orang-orang Gunung Pangilun terkini. Bahkan dari rumah Gamawan Fauzi nan mantan mendagri dan mantan gubernur kita, juga dari rumah Fauzi Bahar mantan Wali Kota Padang, tampak gagah Gunung Pangilun menjulang ! (PJ) Editor : Novitri Selvia
#Gunung Pangilun #Orang-orang #gamawan fauzi